Ekonomi
Share this on:

Makin Strategis, Produk Indonesia Diberi Diskon

  • Makin Strategis, Produk Indonesia Diberi Diskon
  • Makin Strategis, Produk Indonesia Diberi Diskon

MAKASSAR - Perdagangan Indonesia dan Chili makin strategis. Produk Indonesia diberi diskon tarif. Perjanjian dagang tersebut segera berlaku. Ditandai pertukaran Instrument of Ratification (IoR) Indonesia-Chili Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Ke depannya, sebanyak 89,6 persen pos tarif Chili akan dieliminasi.

Produk ekspor utama Indonesia ke Chili meliputi alas kaki, pupuk, mobil, surfaktan organik, locust beans, rumput laut, bit gula, dan tebu. Lewat perjanjian itu, salah satu produk utama Indonesia yang mendapat kemudahan tarif di antaranya minyak sawit dan turunannya.

Ketua Umum Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sulsel Sulaiman H Andi Loeloe, mengungkapkan, sawit sejauh ini, memang banyak terkonsentrasi ke Eropa dan India.

"Ke Chili memang belum. Saya pikir ini langkah positif. Apalagi di Eropa masih kencang isu dumping untuk sawit kita," katanya, Rabu (12/6) .

Sekjen DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) itu menjelaskan, sawit sangat dibutuhkan semua negara.

"Bukan hanya untuk produk biodiesel. Produk lain juga masih ada. Misalnya untuk sabun, bisa juga untuk obat-obatan serta bahan baku kosmetik," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menerangkan, Indonesia-Chili secara bertahap akan mengurangi tarif 89,6 persen atau 7.669 tarif line. IC-CEPA tersebut akan berlaku sejak 60 hari setelah pertukaran instrumen ratifikasi, yaitu 10 Agustus mendatang.

"Chili sebetulnya sangat strategis sebagai negara penghubung produk ekspor Indonesia di Amerika Selatan," tutupnya. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Harga Bahan Pangan Masih Mahal
Harga Bahan Pangan Masih Mahal

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Lebaran, Penumpang Kapal Naik Drastis

Lebaran, Penumpang Kapal Naik Drastis

Pengguna kapal laut yang dioperatori oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada musim Lebaran tahun ini meningkat drastis.


Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tidak lama pemerintah mengeluarkan wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia, ternyata sudah ada tiga maskapai asing yang siap bersaing.


Polemik Impor Ikan Asin

Polemik Impor Ikan Asin

Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena dikelilingi oleh perairan yang sangat luas dan pulau yang cukup banyak.


Indonesia Zona Aman Perang Dagang AS-Tiongkok

Indonesia Zona Aman Perang Dagang AS-Tiongkok

Perang dagang Amerika dan Tiongkok tak terlalu berimbas pada iklim investasi Indonesia. Malah bisa dibilang surplus.


Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

Bank Indonesia (BI) meyebutkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia untuk swasta dan BUMN tumbuh sebesar 1999,6 miliar dolar AS atau setara Rp2.834,2 triliun.


Perang Dagang, Indonesia Sulit Raup Untung

Perang Dagang, Indonesia Sulit Raup Untung

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China tidak selamanya merugikan sejumlah negara.


Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

Tuntutan Tim Hukum Prabowo-Sandi yang menginginkan pemilihan presiden (pilpres) ulang mendapat penolakan dari para pelaku usaha.


Gagas Marketplace Paket Umrah

Gagas Marketplace Paket Umrah

Tingginya pengguna marketplace seperti Tokopedia atau Bukalapak, diadopsi oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI).


Kiamat Neraca Perdagangan, Target Pertumbuhan Meleset

Kiamat Neraca Perdagangan, Target Pertumbuhan Meleset

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas. Sejumlah negara akan kena dampak. Termasuk Indonesia terhadap kegiatan ekonomi dalam negeri


Kredit Perbankan Melambat

Kredit Perbankan Melambat

Bank Indonesia (BI) mencatat terjadinya perlambatan kredit perbankan pada April lalu.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!