Ekonomi
Share this on:

Market Properti Masih Tumbuh

  • Market Properti Masih Tumbuh
  • Market Properti Masih Tumbuh

JAKARTA - Pengembang properti Intiland Development (DILD) sukses mencatat penjualan (marketing sales) Rp3 triliun. Hasil itu setara 131 persen dari target marketing sales sepanjang tahun ini Rp2,3 triliun. Capaian itu didorong sukses peluncuran proyek baru Fifty Seven Promenade, Jakarta.

Proyek pengembangan mixed use & high rise terpadu itu menoreh penjualan Rp1,5 triliun, atau berkontribusi 51 persen dari total marketing sales. Nilai marketing sales itu melonjak 115 persen dibanding periode sama 2016 senilai Rp1,4 triliun.

Berdasar segmen pengembangan, kontribusi marketing sales terbesar dari mixed-use dan high rise senilai Rp1,85 triliun, atau 61 persen dari keseluruhan.

Disusul penjualan segmen kawasan industri tercatat berkontributor mencapai Rp531 miliar atau 18 persen. Segmen pengembangan kawasan perumahan berkontribusi Rp343 miliar, atau 11 persen. Segmen properti investasi sebagai sumber pendapatan berulang (recurring income), memberi kontribusi Rp294 miliar, atau 10 persen.

Berdasar jenis sumber, pendapatan pengembangan (development income) memberi kontribusi Rp2,7 triliun, atau 90 persen. Recurring income dari penyewaan ruang kantor, ritel, pengelolaan lapangan golf, klub olah raga, pergudangan, dan fasilitas memberi marketing sales Rp294 miliar atau 10 persen.

”Meskipun kontribusi recurring income baru 10 persen, namun nilai melonjak 32 persen dibanding periode sama tahun lalu,” tutur irektur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono.

Peningkatan recurring income didorong lonjakan kontribusi pendapatan dpenyewaan ruang perkantoran dan fasilitas, terutama dari perkantoran South Quarter di Jakarta Selatan. Lonjakan nilai marketing sales, mayoritas ditopang penjualan tiga proyek yaitu Fifty Seven Promenade, Ngoro Industrial Park, dan kawasan perumahan Serenia Hills, Jakarta.

”Tiga proyek itu menyumbang 74 persen atau senilai Rp2,2 triliun,” ucap Archied.

Manajemen percaya kebutuhan masyarakat terhadap produk properti berkualitas dan lokasi strategis masih tinggi. Selama ini konsumen dinilai mengambil sikap menunggu (wait and see) untuk membeli maupun berinvestasi pada sektor properti.

”Produk properti berkualitas, punya keunggulan konsep, berada di lokasi strategis tetap berpotensi besar terserap pasar,” ungkapnya. (far/jpnn)

Berita Sebelumnya

Ada Diskon Tiket Kereta Api di PRI
Ada Diskon Tiket Kereta Api di PRI

Berita Berikutnya

Bidik Dana IPO Rp2,3 Triliun
Bidik Dana IPO Rp2,3 Triliun

Berita Sejenis

Laba Ditahan dan Warisan Masih Wacana

Laba Ditahan dan Warisan Masih Wacana

Pengusaha di Bumi Etam mendapat angin segar.


Tingkatkan Pengawasan Minuman Kemasan

Tingkatkan Pengawasan Minuman Kemasan

Masih banyak masyarakat yang salah kaprah dalam penggunaan susu kental manis (SKM), yakni diseduh, bahkan tak sedikit anak-anak yang langsung mengkonsumsinya.


Prospek Saham Bank BUMN Masih Menarik

Prospek Saham Bank BUMN Masih Menarik

Sejumlah analis menilai prospek saham perbankan khususnya bank BUMN masih menarik untuk dikoleksi.


Tiongkok Serap Ekspor Rumput Laut

Tiongkok Serap Ekspor Rumput Laut

Potensi pemasaran produk rumput laut kering atau dry seaweed masih besar. Karena itu, PT Wahana Pronatural Tbk tetap mengandalkan penjualan produk tersebut.


Perluas Market di Negara Tujuan Ekspor

Perluas Market di Negara Tujuan Ekspor

Market produk makanan ringan di dalam negeri cenderung stagnan tahun ini.


Rupiah Terseret Defisit Neraca Dagang

Rupiah Terseret Defisit Neraca Dagang

Rupiah masih betah bertengger di harga Rp 14 ribu per dolar AS (USD).


Kinerja Bisnis Properti Mulai Membaik

Kinerja Bisnis Properti Mulai Membaik

Perekonomian Kaltim menunjukkan pertumbuhan apik pada triwulan pertama 2018.


Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Meningkat

Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Meningkat

Menjelang Lebaran, tren pembelian mobil bekas meningkat. Penjualan di Mobil88, misalnya, tumbuh 15 persen selama Ramadan.


Inovasi Dorong Pertumbuhan Properti

Inovasi Dorong Pertumbuhan Properti

Sepanjang kuartal pertama 2018, Ciputra Group menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhannya lebih tinggi hampir 40 persen daripada kuartal pertama 2017.


Surat Utang Sepi Peminat, APBN Masih Aman

Surat Utang Sepi Peminat, APBN Masih Aman

Kinerja penjualan surat berharga pemerintah pada tahun ini lesu.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!