Ekonomi
Share this on:

Maskapai Penerbangan Akhirnya Patuhi Tarif Baru

  • Maskapai Penerbangan Akhirnya Patuhi Tarif Baru
  • Maskapai Penerbangan Akhirnya Patuhi Tarif Baru

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan penerapan tarif penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal. Hasilnya, tidak ditemukan adanya pelanggaran.

Monitoring dilakukan oleh Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan pada PT Garuda Indonesia Tbk, PT Citilink Indonesia dan PT Sriwijaya Air di Bandara Internasional Kualanamu. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti menjelaskan, hasil pemantauan penerapan tarif penumpang kelas ekonomi dengan keberangkatan Bandara Kualanamu, tidak ditemukan pelanggaran atas aturan KM 106 Tahun 2019.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada maskapai penerbangan yang telah patuh melaksanakan keputusan tersebut," kata Polana dalam keterangan persnya, Senin (20/5) kemarin.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Bintang Hidayat mengatakan, berdasarkan pantauan maskapaj telah menyesuikan tarifnya. "Untuk penerbangan menuju ke Jakarta, Garuda Indonesia menetapkan 1 harga yakni kelas tertinggi sebesar Rp1.799.000, dan menetapkan 1 harga yakni kelas tertinggi untuk Citilink sebesar Rp1.529.150 dan tarif tersebut masih sesuai dengan aturan," tutur Bintang.

Tarif Batas Atas untuk penerbangan rute Jakarta melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta adalah Rp1.799.000, dan untuk penerbangan rute Palembang ditetapkan sebesar Rp1.455.000. Harga tersebut ditetapkan oleh maskapai Garuda Indonesia sebagai kelompok penerbangan dengan layanan full service yang diperbolehkan memberikan tarif tertinggi sebesar 100 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditentukan dalam KM 106 Tahun 2019.

Sementara maskapai Sriwijaya sebagai penerbangan dengan layanan medium service diperbolehkan memberikan tarif tertinggi sebesar 90 persen dari TBA yang teloah ditentukan dalam KM 106 Tahun 2019. Nah berdasarkan hal tersebut, pelanggaran tidak ditemukan dalam penerapan tarif penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kepada Srijaya Air pada tujuan Jakarta Rp1.619.100 atau 90 persen dari TBA.

Begitu pula dengan tujuan Padang sebesar Rp928.800 atau 90 persen dari TBA sebesar Rp 1.032.000. Maskapai Citilink dengan penerbangan pelayanan no frills diperbolehkan memberikan tarif tertinggi sebesar 85 persen dari TBA yang telah ditentukan dalam KM 106 Tahun 2019.

Berdasarkan hal tersebut, tim pemantau tidak menemukan pelanggaran karena maskapai memberikan tarif sebesar Rp1.529.150 untuk tujuan Jakarta melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta atau 85 persen dari Rp1.799.000 dan memberikan tarif sebesar Rp1.563.150 atau 85 persen dari Rp1.839.000 melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Begitu pula dengan penerbangan tujuan Yogyakarta, Citilink memberikan tarif sebesar Rp1.872.550 atau 85 persen dari Rp2.203.000. Kemenhub berjanji akan terus memantau tarif manskapai. Hal itu dilakukan agar masyarakat dapat menjangkau penyesuaian tarif yang diberlakukan Kemenhub.

Kami terus melakukan pemantauan terhadap maskapai dalam memberlakukan tarif agar tidak melebihi ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat dapat menjangkaunya," ujar Polana. Pengamat Penerbangan, Alvin Lee mengapresi maskapai mematuhi aturan baru yang dikeluarkan Kemenhub. Sejatinya memang aturan yang dibuat harus dipatuhi maskapai di Tanah Air.

"Bagus. Tidak ada pelanggaran," kata Alvin Lee kepada Fajar Indonesia Network (FIN).

Alvin mengungkapkan, sejak dibelakukan TBB dan TBA tahun 2016, tidak ada satupun maskapai yang berani melanggarn regulasi tersebut. Jadi, menurut dia, tidak ada yang istimewa soal regulasi tersebut. "Tidak ada yg baru atau istimewa," pungkas Alvin Lee.

Seperti diketahui, Kemehub telah menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan No. 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal dalam negeri yang ditandatangani pada Rabu (15/5) malam. Tarif ini mulaiberlaku pada Sabtu 18 Mei 2019.

Terbitanya kebijakan tersebut merupakan aktualisasi dari hasil rapat koordinasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menugaskan Kemhub untuk melakukan perubahan KM 72 tahun 2019. Penurunan batas atas ini sebesar 12 persen hingga 16 persen. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Ekspor Manufaktur Masih Teratas
Ekspor Manufaktur Masih Teratas

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pengusaha Dukung Perpres untuk Perbaiki Kebijakan Harga EBT

Pengusaha Dukung Perpres untuk Perbaiki Kebijakan Harga EBT

Pemerintah sedang menyiapkan perpres (peraturan presiden) untuk memperbaiki kebijakan harga Energi Baru dan Terbarukan alias EBT.


Tahun Depan, Menristek Optimistis Mampu Tambah Dua Unicorn Baru

Tahun Depan, Menristek Optimistis Mampu Tambah Dua Unicorn Baru

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro optimistis


Poin Penyederhanaan Tarif Cukai Rokok, Tak Dijalankan

Poin Penyederhanaan Tarif Cukai Rokok, Tak Dijalankan

Kementerian Keuangan telah resmi mengeluarkan Peraturan Menkeu Nomor 152/PMK.010/2019


Moneter dan Ekonomi Menguat, Kredit Baru Diprediksi Meningkat

Moneter dan Ekonomi Menguat, Kredit Baru Diprediksi Meningkat

Pertumbuhan kredit pada kuartal III/2019 mengalami pelemahan. Namun, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan di kuartal IV/2019 kredit baru akan meningkat.


Sharp Indonesia Beri Sentuhan Baru pada Tampilan SMSS

Sharp Indonesia Beri Sentuhan Baru pada Tampilan SMSS

Unggul dalam layanan purna jual, PT Sharp Electronics Indonesia terus menyempurnakan armada layanan purna jual yang dimiliki


Awal Pekan, Rupiah Ditutup Melemah Dua Poin

Awal Pekan, Rupiah Ditutup Melemah Dua Poin

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore akhirnya ditutup melemah tipis setelah sempat menguat hampir sepanjang hari.


OMG!, Makin Suka-suka Akses Youtube dan Social Media

OMG!, Makin Suka-suka Akses Youtube dan Social Media

Telkomsel menghadirkan Paket Kuota Data Oh My Gigabytes! (OMG!) yang merupakan paket baru Telkomsel


Risiko Gagal Bayar, BI Keluarkan Aturan Baru

Risiko Gagal Bayar, BI Keluarkan Aturan Baru

Bank Indonesia kemarin (2/10) mengeluarkan peraturan baru yang akan memungkinkan perusahaan dan investor untuk mendirikan lembaga kliring


Kenaikan Tarif 18 Ruas Tol Bisa Dibatalkan

Kenaikan Tarif 18 Ruas Tol Bisa Dibatalkan

Hingga akhir tahun 2019 tarif 18 ruas tol diusulkan akan naik.


Perang Dagang AS-Eropa Gerus Pertumbuhan Ekonomi RI

Perang Dagang AS-Eropa Gerus Pertumbuhan Ekonomi RI

Perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat (AS) belum selesai, sudah muncul perang dagang baru, antara AS dan Eropa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!