Ekonomi
Share this on:

Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

  • Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen
  • Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

JAKARTA - Pemadaman listrik secara massal yang terjadi di Pulau Jawa dan sejabodetabek bukan hanya dikeluhkan oleh para pelaku usaha besar ataupun UMKM, melainkan juga transportasi ojek online (ojol).

Sejak pemadaman listrik terjadi pada Minggu (4/8) siang hingga malam hari, pengemudi ojol jadi kesulitan mendapatkan penumpang dan juga menerima order go food. Hal itu karena sinyal operator telekomunikasi terputus. Seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat.

Keluhan kerugian yang dialami ojol diwakili oleh salah satu pengemudi ojol yang tergabung dalam Presedium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono.

"Pemadaman listrik berdampak pada ekonomi para pengemudi ojek online. Pencapaian order ojol anjlok secara drastis," kata dia dalam keterangan persnya kemarin, (6/8).

Lanjut Igun, pemadaman listrik membuat sinyal pada beberapa operarator telekomunikasi menjadi terganggu, bahkan tidak mendapat sinyal sama sekali. Alhasil ojol menjadi kesulitan untuk mendapatkan penumpang.

"Kondisi ini membuat margin pendapatan pengemudi ojek online turun," ucap dia.

Dia menghitung jika rata-rata selama 12 jam kerja mendapatkan 10 pesanan, namun saat terjadi mati listrik massal hanya mendapatkan setengahnya atau 50 persen.

Menurut dia, pemesanan penumpang maupun go food mengandalkan dari sinyal data telekomunikasi. Namun sinyal pengemudi ojol drop. Ada di sejumlah wilayah yang masih mendapatkan sinyal dengan baik.

"Pemesanan melalui aplikasi mengandalkan sinyal data telekomunikasi. Namun kemungkinan ada wilayah-wilayah yang signalnya masih tetap sehingga bisa mendapatkan penumpang dan order go food. Sementara ada juga wilayah-wilayah yag kesulitan melakukan order karena kendala signal data terputus," papar dia.

Terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, memang pemadaman listrik massal mengganggu sinyal ponsel untuk beberapa operator sehingga merugikan para pengemudi ojol.

"Sinyal internet mati hidup terus. Pasti pendapatannya juga akan turun secara otomatis. Orang jadi malas untuk pesan layanan ojek online. Lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi atau di rumah saja," ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (6/8).

Akibat mati listrik massal, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memerkirakan operator telekomunikasi di Indonesia mengalami kerugian di atas Rp100 miliar.

"Asumsi tidak bisa dihitung persisnya. Jadi satu tahun Jabodetabek pendapatannya sekitar Rp60-70 miliar," kata Rudi di Jakarta, Senin (5/8). (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pidato Jokowi Usai Pelantikan Disesalkan Ekonom, Kenapa?

Pidato Jokowi Usai Pelantikan Disesalkan Ekonom, Kenapa?

Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap pada 2045 Rp27 juta per bulan


Tahun Depan, Manufaktur Dapat Tekanan Kuat

Tahun Depan, Manufaktur Dapat Tekanan Kuat

Industri manufaktur hingga kuartal III/2019 berakhir menunjukkan angka positif. Namun, ekonom menilai tahun depan sektor manufaktur mendapat tekanan yang cukup


Kenaikan UMP 8,51 Persen Tuai Penolakan Pekerja

Kenaikan UMP 8,51 Persen Tuai Penolakan Pekerja

Kenaikan Upah Minium Provinsi (UMP) 2020 sebesar 8,51 persen menuai penolakan dari para pekerja.


Belum Kantongi Sertifikasi Halal, Pemerintah Masih Beri Kelonggaran bagi UKM

Belum Kantongi Sertifikasi Halal, Pemerintah Masih Beri Kelonggaran bagi UKM

Pemerintah masih memberikan kelonggaran bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum mengantongi sertifikasi halal hingga lima tahun ke depan atau 2024.


Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun dari 3,5 persen menjadi 3 persen pada 2019.


Sembilan Bulan, Neraca Perdagangan RI Masih Tekor

Sembilan Bulan, Neraca Perdagangan RI Masih Tekor

Neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga September masih belum menunjukkan perbaikan.


Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Kuartal ketiga akan segera berakhir, dan segera memasuki kuartal keempat 2019, namun pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan geliat yang menggembirakan


Inflasi Lebih Rendah dari Bulan Lalu, Kenapa?

Inflasi Lebih Rendah dari Bulan Lalu, Kenapa?

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil survei pemantauan harga (SPH) di sejumlah wilayah, tercatat inflasi minggu kedua Oktober 2019 sebesar 0,04 persen.


Gagal Panen, Petani Terima Klaim Asuransi Rp70 Juta

Gagal Panen, Petani Terima Klaim Asuransi Rp70 Juta

Para petani di Kabupaten Pandeglang yang gagal panen akibat bencana kemarau tahun 2019 mendapat klaim asuransi hingga Rp70 juta.


Jokowi Gagal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Jokowi Gagal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi sejak pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dari tahun 2014 hingga 2019, rupanya telah gagal



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!