Ekonomi
Share this on:

Maybank Jajakan Obligasi Rp 500 Miliar

  • Maybank Jajakan Obligasi Rp 500 Miliar
  • Maybank Jajakan Obligasi Rp 500 Miliar

JAKARTA - PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) berencana menjakan surat utang (obligasi) senilai Rp5 triliun. Pada tahap pertama, surat utang berlanjutan tahap dua diterbitkan sejumlah Rp500 miliar. Obligasi itu dilabeli kupon pada kisaran 7,35-8,15 persen.

"Kami optimistis, obligasi ini bakal mendapat respon positif pelaku pasar," tutur President & CEO Maybank Finance, Alexander, di Jakarta, kemarin.

Alexander menambahkan, obligasi senilai Rp 500 miliar itu akan diterbitkan pada semester pertama tahun ini. Obligasi itu dibagi dalam dua seri yaitu A dan B. Seri A bertenor tiga tahun dan seri B berdurasi lima tahun. Rinciannya, seri A bertenor 3 tahun dengan kupon obligasi sekitar 7,35-7,85 persen. Sementara untuk seri B, kupon obligasi ditawarkan 7,65-8,15 persen.

Obligasi itu mempunyai bunga tetap. Bunga dibayarkan setiap triwulan dengan basis 30/360. "Obligasi ditawarkan memiliki jaminan pembiayaan sekurang-kurangnya 50 persen dari pokok Obligasi," imbuhnya.

Obligasi seri A jatuh tempo pada 17 Mei 2021 dan obligasi seri B jatuh tempo pada 17 Mei 2023. Fitch Ratings telah memberi peringkat obligasi ini dengan AA+ (idn). "Dana hasil emisi obligasi akan dipakai untuk modal kerja pembiayaan," tegasnya.

Masa penawaran awal akan dilangsungkan mulai 9-24 April 2018, dan masa penawaran umum digelar pada 9-14 Mei 2018. Sedang penjatahan akan dilaksanakan pada 15 Mei 2018, tanggal pembayaran dari investor pada 16 Mei 2018, dan tanggal pembayaran dana emisi pada 17 Mei 2018 dengan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Mei 2018.

Perusahaan telah mendapuk PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas dan PT Maybank Kim Eng Sekuritas sebagai penjamin emisi obligasi. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun
IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

Berita Sejenis

Garuda Batalkan Pembelian 49 Pesawat Boeing 737 Max 8

Garuda Batalkan Pembelian 49 Pesawat Boeing 737 Max 8

Perusahaan penerbangan nasional, Garuda Indonesia, membatalkan pesanan multi-miliar dolar untuk 49 pesawat Boeing 737 Max 8, Jumat (22/3).


Indonesia Ekspor Bus ke Bangladesh Rp11,41 Miliar

Indonesia Ekspor Bus ke Bangladesh Rp11,41 Miliar

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), memfasilitasi ekspor bus otomotif milik CV Laksana ke Bangladesh dengan nilai transaksi USD808 ribu, atau


BPJS Ketenagakerjaan Kucurkan Rp294 Miliar

BPJS Ketenagakerjaan Kucurkan Rp294 Miliar

BPJS Ketenagakerjaan pun siap mengucurkan anggaran Rp294 miliiar untuk pelatihan vokasional atau vocational training di 2019.


Belum Bisa Lepas dari Defisit Dagang

Belum Bisa Lepas dari Defisit Dagang

Neraca perdagangan Indonesia kembali defisit. Pada Januari 2019, neraca perdagangan RI tercatat tekor USD 1,16 miliar.


Batu Bara Topang Ekspor Kaltim

Batu Bara Topang Ekspor Kaltim

Nilai ekspor Kaltim periode Januari-Desember 2018 mencapai USD 18,36 miliar atau naik 5,01 persen dibanding periode yang sama pada 2017.


SoftBank-Alibaba Suntik USD 1,1 Miliar

SoftBank-Alibaba Suntik USD 1,1 Miliar

Investor global berduyun-duyun menyuntik modal e-commerce Indonesia. Kali ini Tokopedia kembali mendapat injeksi dana USD 1,1 miliar atau sekitar Rp15,9 triliun


Penggunaan B20 Hemat Devisa USD 5,5 Miliar

Penggunaan B20 Hemat Devisa USD 5,5 Miliar

Program pencampuran minyak sawit 20 persen ke BBM jenis solar (B20) mulai membuahkan hasil.


SDM IT Topang Ekonomi Digital

SDM IT Topang Ekonomi Digital

Pasar ekonomi digital di Indonesia diprediksi mampu tumbuh sampai angka USD 200 miliar dalam kurun 20 tahun mendatang.


Pemerintah Pangkas Pajak Bunga

Pemerintah Pangkas Pajak Bunga

Pemerintah berencana memangkas pajak bunga obligasi.


Jumlah Orang Kaya Indonesia Tumbuh Pesat

Jumlah Orang Kaya Indonesia Tumbuh Pesat

Jumlah orang kaya Indonesia dengan kepemilikan aset di atas USD 1 juta atau sekitar Rp 14,9 miliar terus meningkat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!