Ekonomi
Share this on:

Menhub Ancam Laporkan Aplikator Ojol ke KPPU

  • Menhub Ancam Laporkan Aplikator Ojol ke KPPU
  • Menhub Ancam Laporkan Aplikator Ojol ke KPPU

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Surat Edaran terkait pembatasan diskon tarif ojek online (ojol). Isi imbauan itu meminta dua aplikator daring untuk tidak memberikan tarif diskon melebihi Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB).

Jika aplikator masih bandel tidak menuruti imbauan regulator, maka akan dilaporkan ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Hal itu, bentuk ketegasan dalam mengatur moda transportasi.

"Kalau ada yang melanggar, kami tidak segan-segan melaporkan (aplikator daring) ke KPPU, " ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, kemarin di Jakarta (4/7).

Mantan direktur utama Angkasa Pura II itu menjelaskan, menerbitkan Surat Edaran bukan untuk melarang memberikan layanan diskon, namun harus memperhatikan regulasi yang dikeluarkan Kemenhub soal TBA dan TBB.

"Surat ini untuk mengingatkan diskon harusnya etikanya bagaimana. Jadi harus sesuai dengan tarif batas atas dan bawah yang telah ditetapkan," ujar Budi.

Kesempatan yang sama, Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani menambahkan, hadirnya Surat Edaran agar aplikator tidak saling membunuh.

Terpisah, Komisioner KPPU Guntur Saragih kasus dugaan adanya predatory pricing atau strategi menjual produk dengan harga sangat rendah, siap memproses laporan dari mana pun, termasuk seorang menteri.

"Tentunya kita akan memproses laporan dari pihak manapun, termasuk kementerian. Setiap laporan kami proses sebagaimana mestinya yang lazim di KPPU, yaitu klarifikasi laporan," kata Guntur kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (4/7).

Mengenai perkembangan penelusuran adanya predatory pricing yang dilakukan oleh divisi hukum KPPU, Guntur belum ingin berkomentar lebih jauh. Dia hanya mengatakan jika terbukti, dilanjutkan dalam proses persidangan.

"KPPU penegak hukum persaingan UU 5 1999. Produknya adalah putusan, melalui mekanisme persidangan, " ucap Guntur.

Terkait tudingan predatory pricing, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata angkat suara. Dia menegaskan tuduhan itu tidak benar.

Pemberian diskon, kata dia, semata-mata bertujuan untuk menarik minat masyarakat.

"Itu adalah untuk promosi, untuk kesetiaan pelanggan. Kita lihat masyarakat menyambut baik hal ini," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Senada dengan Ridzki, Chief Marketing Go-Jek Piotr Jakubowski mengatakan bahwa tidak ada yang namanya predatory pricing seperti yang dituduhkan. Hanya, Go-jek ingin memberikan kepuasan kepada pelanggan.

"Sebagai perusahaan kita fokus kepada kebutuhan pelanggan," ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

Jadi, pihaknya tidak merasa mematikan usaha angkutan lain. Karena, Go-Jek juga merangkul angkutan konvensional seperti taksi incumbent Blue Bird. Bahkan, saat ini sebagian besar driver Go-Jek memiliki latar belakang ojek pangkalan.

"Kita salah satu kerja samanya bekerjasama dengan Blue Bird, sudah bisa lihat ada kerjanya," kata pria berkebangsaan Polandia tersebut.

Ke depan, kata dia, tidak menutup kemungkinan, Go-Jek akan bermitra dengan angkutan konvensional lain untuk bergabung sebagai mitra ojek online pertama di Indonesia tersebut. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Pemadaman listrik secara massal yang terjadi di Pulau Jawa dan sejabodetabek bukan hanya dikeluhkan oleh para pelaku usaha besar ataupun UMKM


Tarif Ojol Tak Boleh Jor-joran Beri Promo

Tarif Ojol Tak Boleh Jor-joran Beri Promo

Pemerintah mengimbau perusahaan aplikasi penyedia layanan transportasi untuk tidak jor-joran memberi harga promo atau diskon kepada konsumen.


Desakan Ojol Dianggap Salah Alamat

Desakan Ojol Dianggap Salah Alamat

Desakan ojek online (ojol) dan driver taksi online yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) kepada Kemenkominfo.


Tiket Mahal, Menhub Budi Lepas Tanggung Jawab

Tiket Mahal, Menhub Budi Lepas Tanggung Jawab

Mahalnya harga tiket maskapai penerbangan nasional tidak hanya dirasakan masyarakat biasa saja.


Perang Diskon Ojek Online Bisa Picu Monopoli

Perang Diskon Ojek Online Bisa Picu Monopoli

Meski Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan besaran tarif ojek online namun di lapangan masih ditemukan aplikator masih melakukan perang harga dan


Pemerintah Diminta Jangan Takut Tindak Aplikator Ojol Nakal

Pemerintah Diminta Jangan Takut Tindak Aplikator Ojol Nakal

Penerapan tarif baru ojek online (ojol) yang ditetapkan pemerintah tidak berjalan dengan semestinya.


KPPU Curigai Ada Persaingan Tak Sehat di Impor Bawang Putih

KPPU Curigai Ada Persaingan Tak Sehat di Impor Bawang Putih

Rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) bawang putih yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Perum Bulog terindikasi adanya persaingan daga


Aplikator Terapkan Tarif Baru, Driver Gojek Batal Mogok

Aplikator Terapkan Tarif Baru, Driver Gojek Batal Mogok

Aplikator Gojek berjanji akan melakukan uji coba tarif untuk Go-Ride di lima kota sesuai dengan pedoman tarif Kemenhub No. 348/2019.


Aplikator Permainkan Tarif, Driver Ojol Mogok Narik

Aplikator Permainkan Tarif, Driver Ojol Mogok Narik

Pengemudi atau driver ojek online (ojol) akan mogok, Senin (6/5) hari ini, karena aplikator dianggap telah mempermainkan tarif.


Menhub Janji Turunkan Tarif Pesawat Sebelum Lebaran

Menhub Janji Turunkan Tarif Pesawat Sebelum Lebaran

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan harga tiket maskapai akan turun sebelum musim mudik Lebaran 2019.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!