Ekonomi
Share this on:

Migas Picu Defisit Neraca Dagang

  • Migas Picu Defisit Neraca Dagang
  • Migas Picu Defisit Neraca Dagang

JAKARTA - Kinerja perdagangan Indonesia pada awal tahun ini tercatat defisit USD 676,9 juta. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, defisit tersebut dipicu sektor migas USD 0,86 miliar. Di sisi lain, neraca perdagangan sektor nonmigas surplus USD 0,18 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, dari sisi volume, perdagangan Indonesia mengalami surplus 34,66 juta ton pada Januari 2018. hal itu didorong surplus neraca sektor nonmigas 35,06 juta ton.

’’Namun, neraca volume perdagangan sektor migas defisit 0,40 juta ton,’’ ujarnya dalam paparan di kantor BPS, kemarin.

Nilai ekspor Indonesia pada Januari mencapai USD 14,46 miliar. Angka tersebut naik 7,86 persen jika dibandingkan dengan Januari 2017. Meski begitu, pertumbuhan nilai ekspor secara bulanan memang lebih kecil daripada impor.

Angka ekspor Januari 2018 turun 2,81 persen jika dibandingkan dengan ekspor pada Desember. Penurunan terbesar ekspor nonmigas adalah bijih, kerak, dan abu logam USD 370,9 juta.

Ekspor pada Januari 2018 ditopang ekspor nonmigas USD 13,17 miliar, sedangkan nilai ekspor migas USD 1,285 miliar. Adapun nilai impor Indonesia pada Januari mencapai USD 15,13 miliar atau naik 0,26 persen jika dibandingkan dengan Desember 2017.

Selanjutnya, impor hasil minyak mencapai USD 5 juta atau naik 0,38 persen dan gas USD 31,7 persen atau naik 14,64 persen. ’’Angka kenaikan impor migas salah satunya disebabkan kenaikan harga minyak dunia sepanjang 2017,’’ ujarnya.

Sementara itu, neraca perdagangan Jatim pada Januari 2018 juga membukukan defisit, yakni USD 0,43 miliar. Ekspor tercatat USD 1,61 miliar dan impor USD 2,04 miliar.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono menjelaskan, defisit tersebut terjadi pada ekspor migas maupun nonmigas. Perinciannya, defisit untuk migas USD 369,26 juta dengan ekspor USD 43,86 juta dan impor USD 413,12 juta.

Kemudian, defisit untuk nonmigas mencapai USD 56,22 juta dengan ekspor USD 1.567,14 juta dan impor USD 1.623,36 juta.

Meski defisit, kinerja beberapa komoditas menunjukkan sinyal positif. Beberapa komoditas menunjukkan pertumbuhan ekspor. ’’Misalnya, perhiasan permata yang mencatat ekspor USD 275,53 juta dengan kontribusi terhadap total ekspor Januari 2018 sebesar 17,58 persen,’’ urainya.

Secara year-on-year, ekspor perhiasan permata tumbuh 141,39 persen dengan capaian ekspor pada Januari 2017 sebesar USD 114,14 juta.

Selain didorong peningkatan volume, kenaikan ekspor perhiasan permata itu dipengaruhi kenaikan harga di dunia. Perhiasan permata banyak diekspor ke Jepang dengan nilai USD 90,03 juta. Kemudian, perhiasan permata juga diekspor ke negara tujuan tradisional lain seperti Singapura USD 68,00 juta dan AS USD 5,30 juta.

’’Untuk komoditas lain berbeda-beda. Tapi, secara rata-rata, harganya naik, sedangkan volume ekspor menurun,’’ jelasnya.

Misalnya, tembakau, ikan, dan udang serta kayu dan barang dari kayu. Namun, ada pula komoditas yang secara volume maupun harga turun seperti bahan kimia organik. (vir/res/c22/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Bunga Kredit Tetap Bisa Turun
Bunga Kredit Tetap Bisa Turun

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

2.139 SPBU di Jamali Tak Jual Premium

2.139 SPBU di Jamali Tak Jual Premium

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus memetakan jumlah SPBU di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) yang siap memasok premium.


Perajin Tenun Goyor Butuh Perhatian

Perajin Tenun Goyor Butuh Perhatian

Tenun Goyor yang merupakan warisan kebudayaan terus mengalami perkembangan, mulai dari produksi, pola atau gambar, warna, merek dagang, dan harga.


Ekspor Membaik, Surplus USD 1,09 Miliar

Ekspor Membaik, Surplus USD 1,09 Miliar

Kinerja negatif neraca dagang Indonesia tidak berlanjut.


Antisipasi Segera Dampak Perang Dagang

Antisipasi Segera Dampak Perang Dagang

Kondisi ekonomi global berpotensi memanas seiring perang dagang di depan mata.


Holding Migas Segera Terbentuk

Holding Migas Segera Terbentuk

Holding BUMN Minyak dan Gas (migas) dipastikan segera terbentuk.


Kadin Tuntut Stabilitas Rupiah

Kadin Tuntut Stabilitas Rupiah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah mengantisipasi koreksi rupiah. Karena itu, kalangan pengusaha telah bisa menyesuaikan.


Industri Pengolahan Nonmigas Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

Industri Pengolahan Nonmigas Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

Kementrian Perindustrian menargetkan sektor pengolahan non migas tumbuh 5,67 persen pada 2018. Dengan total target investasi Rp345,4 triliun.


Tertibkan Tata Usaha Niaga Gas

Tertibkan Tata Usaha Niaga Gas

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berusaha menata jalur distribusi gas.


Surplus Neraca Dipengaruhi Kenaikan Harga Komoditas

Surplus Neraca Dipengaruhi Kenaikan Harga Komoditas

November tahun lalu kinerja impor melonjak. Dampaknya, surplus neraca dagang tergolong kecil, hanya USD 130 juta.


Pertamina Kembangkan Blok Migas di Aljazair

Pertamina Kembangkan Blok Migas di Aljazair

PT Pertamina (Persero) menjajaki potensi pengembangan migas baru di Aljazair.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!