Ekonomi
Share this on:

Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

  • Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara
  • Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

foto; jpnn.com

JAKARTA - Generasi muda alias milenial semakin sadar akan pentingnya melakukan investasi. Terutama pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel. Pasalnya sejak didorong berbasis online (e-SBN), pembeli SUN ritel dari kalangan anak muda menjadi dominan.

"Jika dahulu dipasarkan secara offline, komposisi pembeli SUN ritel milenial sekitar 13-15 persen. Setelah dipasarkan secara online investor dari milenial menjadi dominan," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman di Jakarta, Kamis (11/7).

Kemenkeu mencatat, penerbitan SUN ritel edisi SBR006 pada April 2019 lalu, didominasi pembelinya oleh kaum milenial yang mencapai lebih dari 50 persen. Artinya pemerintah berhasil menghimpun dana dari generasi milenial.

Menurut Luky, selain kemudahan mengakses pembelian SUN ritel, milenial tertarik menanamkan dananya karena tingkat kupon yang ditawarkan sebesar 7,5 persen. Ini mengaku pada suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

"Jika suku bunga acuan mengalami kenaikan, maka tingkat kupon akan naik. Tapi jika suka bunga acuan mengalami penurunan, maka akan ada penyesuaian," ucap Luky.

Seperti, pada SBR007 yang baru saja diterbitkan oleh pemerintah pada 11 Juli 2019, tingkat kupon yang ditawarkan sebesar 7,5 persen, di mana pembayaran kupon akan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulannya.

"Kupon tadi ada batas minimal maksudnya jadi waktu ditetapkan kupon 7,5 persen, acuannya adalah pada saat suku bunga acuan BI 6 persen. Jadi kalau suku bunga acuan BI naik maka akan menyesuaikan naik. Sebaliknya jika turun, akan menyesuaikan, artinya masih di angka 7,5 persen," jelas dia.

Di sisi lain, milenial minat SUN ritel karena faktor jaminan dan keamanan oleh pemerintah. Sehingga tidak merasa ditipu.

Sementara Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mengatakan, tingginya minat masyarakat membeli SUN ritel menunjukkan jumlah masyarakat yang paham akan potensi investasi di SUN semakin tinggi. Lebih menggembirakan lagi, sebagian besar dari pembeli SUN ritel tersebut adalah milenial.

"Kondisi ini menyiratkan bahwa potensi sumber pembiayaan dalam negeri masih sangat tinggi sekaligus menjamin tidak ada permasalahan di APBN sepanjang kita tidak mempermasalahkan defisit dan besarnya utang pemerintah," ujar Pieter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (11/7).

Hal ini, lanjut Pieter, juga mematahkan isu yg menyebutkan pemerintah mengalami kesulitan keuangan.

"Kepercayaan investor baik dalam negeri maupun luar negeri merupakan bukti bahwa pemerintah sama sekali tidak mengalami kesulitan keuangan," ujar dia.

Di sisi lain, kata dia, fenomena ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu mengoptimalkan pemanfaatan pembiayaan dalam negeri guna mengurangi share kepemilikan asing atas surat utang pemerintah. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ada Niatan Jelek Pemerintah Naikkan Cukai Rokok?

Ada Niatan Jelek Pemerintah Naikkan Cukai Rokok?

Alasan kenaikan cukai rokok untuk menekan konsumsi rokok, dan bisa menambah penerimaan negara dianggap ada niatan yang tidak baik.


Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp5.542,10 T

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp5.542,10 T

Bank Indonesia (BI) menyebutkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juli 2019 tercatat sebesar USD 395,3 miliar atau setara Rp5.542,10 triliun.


Sinergi Fiskal Moneter, Jurus Ampuh Antisipasi Resesi Ekonomi

Sinergi Fiskal Moneter, Jurus Ampuh Antisipasi Resesi Ekonomi

Ekonomi dunia tengah diselimuti awan mendung. Indonesia tengah dihantui krisis. Di sejumlah negara telah mengalami krisis.


Utang Pemerintah Bengkak Setahun Rp346 Triliun

Utang Pemerintah Bengkak Setahun Rp346 Triliun

Dalam setahun utang pemerintah bertambah sebesar Rp346 triliun atau hingga akhir Juli 2019 mencapai Rp4.603 triliun.


Transfer Daerah dan Dana Desa Melambat di 2020

Transfer Daerah dan Dana Desa Melambat di 2020

Dalam RAPBN 2020, belanja negara direncanakan akan mencapai Rp2.528,8 triliun atau naik sebesar 7,99 persen dari Outlook 2019.


Utang Membengkak Bikin Defisit APBN

Utang Membengkak Bikin Defisit APBN

Defisit anggaran yang terjadi pada APBN Indonesia sudah merupakan problem yang universal


Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Saat ini kepemilikan utang asing dalam Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia mencapai Rp1.005 triliun atau 38,49 persen.


Rugikan Negara Rp1,3 T, Proyek Krakatau Steel Didesak Disetop

Rugikan Negara Rp1,3 T, Proyek Krakatau Steel Didesak Disetop

Proyek pengolahan bijih besi menjadi hot metal atau blast furnace sebab membuat rugi perusahaan sebesar Rp1,3 triliun mendapat sorotan dari berbagai pihak.


Rugikan Negara, Penjualan Kartu Perdana Operator Arab Saudi di RI

Rugikan Negara, Penjualan Kartu Perdana Operator Arab Saudi di RI

Para calon jamaah haji Indonesia sudah mulai diberangkatkan ke Tanah Suci.


Utang Pemerintah Turun Tipis Rp1 T

Utang Pemerintah Turun Tipis Rp1 T

Posisi utang pemerintah pusat hingga Juni 2019 tercatat sebesar Rp4.570,17 triliun.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!