Ekonomi
Share this on:

Momentum Andalkan Investasi Dalam Negeri

  • Momentum Andalkan Investasi Dalam Negeri
  • Momentum Andalkan Investasi Dalam Negeri

JAKARTA - Insentif-insentif masih menjadi andalan untuk menggenjot realisasi investasi. Sebab, investasi tahun lalu yang sebesar Rp 721,3 triliun baru mencakup 94,3 persen dari target. Realisasi investasi itu hanya tumbuh 4,1 persen secara year-on-year (YoY).

Padahal, pada 2017 realisasi investasi tercatat Rp692,8 triliun dan melampaui target sebesar Rp678,8 triliun. Realisasi pada 2017 juga relatif lebih tinggi karena tumbuh 16,4 persen (YoY).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah mengerahkan berbagai instrumen fiskal. Di antaranya, libur pajak (tax holiday), pengurangan pajak (tax allowance), kemudahan sistem bea dan cukai untuk ekspor dan impor barang, serta keringanan pajak bagi investor yang menyimpan devisa hasil ekspornya di dalam negeri.

Selain itu, APBN telah digunakan untuk hal-hal yang bisa mendorong pengurangan cost investor dari sisi logistik seperti pembangunan infrastruktur. Sayang, hal itu dilakukan saat investasi global justru turun 20 persen (YoY) akibat sentimen negatif dari AS dan Tiongkok.

Menurut Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, tantangan reformasi birokrasi dan ekonomi global masih menjadi faktor yang memengaruhi minat asing untuk berinvestasi. ”Guncangan yang terjadi sepanjang tahun memengaruhi berbagai sentimen di keseluruhan negara di dunia. Dampaknya terhadap FDI (foreign direct investment) dan investasi jangka pendek,” ujarnya di Hotel Mulia kemarin (31/1).

Ani menambahkan, saat ini justru menjadi momentum bagi pemerintah untuk bisa meningkatkan investasi dari dalam negeri. Sebab, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai realisasi sebesar Rp328,6 triliun atau tumbuh 25,3 persen (YoY). Berbeda jauh dengan investasi penanaman modal asing (PMA) yang turun 8,8 persen (YoY) dengan angka realisasi Rp392,7 triliun.

”Growth dari dalam negeri masih akan terasa. Ini juga menjadi pendorong investasi ke depan,” lanjutnya.

Kepala Ekonom DBS Bank Ltd Taimur Baig mengungkapkan, di tengah pengaruh eksternal seperti ancaman perang dagang AS dan Tiongkok serta keputusan moneter The Fed, investasi akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Belum lagi pengaruh faktor internal, yakni pemilihan umum. Hal itu membuat Indonesia harus berfokus pada permintaan domestik.

”Apabila permintaan domestik meningkat, di sinilah terdapat peluang bagi Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, target realisasi 2019 yang dipatok sebesar Rp792,3 triliun oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tidak mudah dicapai. Terutama jika melihat potensi pengaruh kondisi global. Namun, implementasi kebijakan seperti tax allowance dan online single submission (OSS) diharapkan mampu membuat target tersebut lebih mudah dipenuhi.

Wakil Ketua Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan, bila pemilihan presiden berlangsung sukses dan kondusif, dampaknya akan sangat positif bagi investasi. Selain itu, adanya perbaikan dari sisi implementasi kemudahan berusaha menjadi kunci mencapai target investasi.

”Tax holiday, tax allowance, import duty exemption, dan OSS, dampaknya akan sangat luar biasa bila bisa lebih dipahami,” ujar Shinta kemarin.

Menurut Shinta, belum banyak pengusaha yang paham dengan mekanisme tersebut. Bahkan, sejak April hingga Desember tahun lalu, hanya 12 investor yang mendapatkan fasilitas tax holiday. ’’Hingga April dan Mei ke depan, investor masih cenderung wait and see. Investasi baru akan bergerak ke Indonesia setelah proses pemilu. Karena itu, pemerintah bisa melakukan sosialisasi insentif secara lebih luas dan meningkatkan sistem OSS,’’ katanya. (rin/agf/c7/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Maspion Perluas Pemasaran Produk
Maspion Perluas Pemasaran Produk

Berita Berikutnya

Aturan Bagasi Gratis Masih Digodok
Aturan Bagasi Gratis Masih Digodok

Berita Sejenis

UEA Sepakati Investasi Rp125,5 Triliun

UEA Sepakati Investasi Rp125,5 Triliun

Pemerintah dan kalangan dunia usaha Uni Emirat Arab (UEA) telah menyepakati komitmen investasi kepada pemerintah Indonesia.


Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sukses menyita perhatian konsumen tanah air dengan jajaran produk elektronik yang diproduksi dalam negeri dengan menguasai lebih dari 25 persen.


Berapa Normal Kadar Air dalam Tubuh?

Berapa Normal Kadar Air dalam Tubuh?

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dalam tubuh manusia terkandung cairan.


Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

Generasi muda alias milenial semakin sadar akan pentingnya melakukan investasi. Terutama pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel.


Angkut Jamaah Haji, Pertamina Siapkan Avtur 21.861 KL

Angkut Jamaah Haji, Pertamina Siapkan Avtur 21.861 KL

PT Pertamina (Persero) selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik pada jamaah haji Indonesia dalam pemenuhan avtur sebagai bahan bakar pesawat udara.


Cadangan Devisa Bertambah USD123,8 Miliar

Cadangan Devisa Bertambah USD123,8 Miliar

Penarikan utang luar negeri pemerintah berdampak positif terhadap cadangan devisa Indonesia.


OJK Akui Kesulitan Blokir Pinjol Ilegal

OJK Akui Kesulitan Blokir Pinjol Ilegal

Aplikasi pinjaman online (Pinjol) dan investasi valuta asing ilegal mulai dikikis sedikit demi sedikit.


Investasi Asing Masih Lamban Usai Putusan MK

Investasi Asing Masih Lamban Usai Putusan MK

Suhu politik di Indonesia sudah berangsur turun. Apalagi pascaputusan Mahkamah Konsitusi (MK) telah reda.


Investasi Mobil Listrik, Toyota Kucurkan Rp28,3 T

Investasi Mobil Listrik, Toyota Kucurkan Rp28,3 T

Toyota Motor mempersiapkan investasi segar kurang lebih Rp28,3 triliun untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia selama empat tahun ke depan.


Kelapa Sawit RI Melimpah, Impor Minyak Goreng Malah Melonjak

Kelapa Sawit RI Melimpah, Impor Minyak Goreng Malah Melonjak

Sungguh miris terhadap negeri Indonesia di mana produksi kelapa sawit melimpah bahkan menguasai dunia.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Digital Interaktif. GRATIS

Edisi 1 Januari 1970

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!