Ekonomi
Share this on:

Neraca Perdagangan RI Tekor Rp28 T

  • Neraca Perdagangan RI Tekor Rp28 T
  • Neraca Perdagangan RI Tekor Rp28 T

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif sampai dengan Mei 2019 masih tekor sebesar Rp2,14 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp28 triliun.

Hal itu dihitung dari hasil Badan Pusat Statitik (BPS), menyebutkan neraca perdagangan pada Mei surplus tipis sebesar 210 juta dolar AS.

Defisit neraca perdagangan dihitung secara kumulatif disebabkan faktor impor migas (minyak dan gas) yang masih terlalu tinggi.

"Neraca perdagangan selama Januari hingga Mei 2019 masih defisit 2,14 miliar dolar AS. Ini menjadi perhatian," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, kemarin (24/7).

Total nilai ekspor sebesar 68,46 miliar dolar AS. Sedangkan nilai impor sebesar 70,60 dolar AS. Dengan demikian, defisit neraca perdagangan yakni 2,14 miliar dolar AS.

Untuk total nilai ekspor migas sebesar 5,34 miliar dolar AS. Sementara impor migas 9,08 miliar dolar. Maka secara kumulatif kinerja migas defisit 3,74 miliar dolar AS.

Sementara untuk total nilai ekspor non migas 63,11 miliar dolar AS dan impor sebesar 61,51 miliar dolar AS. Maka terjadi surplus 1,60 miliar dolar AS.

Kendati neraca perdagangan belum menunjukkan kegairahan, Suhariyanto meminta pemerintah harus meningkatkan ekspor nonkomoditas dari produk hasil hilirisasi.

Terpisah, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Tauhid mengatakan, neraca perdagangan surplus kaena ditopang oleh ekspor nonmigas sebesar 13,63 miliar dolar AS.

"Tetapi apabila dilihat lebih dalam lagi, neraca migas kita tetap defisit sebesar 0,98 miliar dolar AS. Ini artinya persoalan kita masih tetap pada impor migas yang cenderung membesar," ujar Tauhid kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (8/7).

Tauhid mencatat, pada Januari 2019, impor migas sebesar 1,66 miliar dolar AS. Namun pada Mei 2019 menjadi sebesar 2,09 miliar dolar AS.

"Ini beruntung defisit ini ditutupi oleh ekspor nonmigas yang semakin membaik pada Mei 2019 sekarang ini," pungkas Tauhid. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal II 2019 sebesar 8,4 miliar dolar AS atau setara 3,04 persen


BPJS Kesehatan Masih Tekor, Bagaimana Solusinya?

BPJS Kesehatan Masih Tekor, Bagaimana Solusinya?

Sejak lima tahun lalu sampai saat ini penyakit BPJS Kesehatan tak kunjung disembuhkan.


Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Buka Pasar di Cina

Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Buka Pasar di Cina

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku usaha untuk membuka pasar di Cina.


Investasi Mobil Listrik, Toyota Kucurkan Rp28,3 T

Investasi Mobil Listrik, Toyota Kucurkan Rp28,3 T

Toyota Motor mempersiapkan investasi segar kurang lebih Rp28,3 triliun untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia selama empat tahun ke depan.


Kiamat Neraca Perdagangan, Target Pertumbuhan Meleset

Kiamat Neraca Perdagangan, Target Pertumbuhan Meleset

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas. Sejumlah negara akan kena dampak. Termasuk Indonesia terhadap kegiatan ekonomi dalam negeri


Makin Strategis, Produk Indonesia Diberi Diskon

Makin Strategis, Produk Indonesia Diberi Diskon

Perdagangan Indonesia dan Chili makin strategis. Produk Indonesia diberi diskon tarif.


Amerika Bikin Surplus, Tiongkok Buat Defisit

Amerika Bikin Surplus, Tiongkok Buat Defisit

Kementerian Perdagangan mencatat terjadi defisit neraca ekspor dan impor April 2019 menunjukkan defisit cukup tinggi sebesar USD 2,5 miliar.


Pemerintah Stop Impor Minyak Mentah

Pemerintah Stop Impor Minyak Mentah

Untuk mendongkrak neraca perdagangan migas, pemerintah berencana akan menghentikan impor minyak mentah.


Vo;ume Impor BBM Picu Defisit Migas

Vo;ume Impor BBM Picu Defisit Migas

Defisit neraca perdagangan pada kuartal I 2019, utamanya disebabkan defisit migas sebesar 2,76 miliar dolar AS.


Defisit April Lalu Paling Buruk di Indonesia

Defisit April Lalu Paling Buruk di Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan sepanjang bulan April 2019 defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!