Ekonomi
Share this on:

Optimisme Pebisnis dan Konsumen Diprediksi Malah Turun

  • Optimisme Pebisnis dan Konsumen Diprediksi Malah Turun
  • Optimisme Pebisnis dan Konsumen Diprediksi Malah Turun

JAKARTA - Optimisme pelaku usaha dan konsumen pada kuartal III diprediksi menurun, jika dibandingkan dengan kuartal II lalu. Menurut data BPS, indeks tendensi bisnis (ITB) dan indeks tendensi konsumen (ITK) sama-sama menunjukkan gejala menurun.

ITB pada kuartal III diprediksi hanya 106,05. Angka itu turun bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 112,82. Untuk ITK, BPS memperkirakan capaiannya lebih rendah di posisi 96,99 kalau dibandingkan dengan kuartal sebelumnya 125,43.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, pebisnis sudah menerima puncak kenaikan pemesanan pada semester I lalu akibat permintaan menjelang Ramadan dan Lebaran. Pada kuartal III, tidak ada momen yang dapat memengaruhi pesanan barang secara signifikan.

Demikian halnya dengan konsumen. Tidak ada momen yang membuat konsumen berbelanja lebih banyak pada kuartal III. ’’Semua lapangan usaha mengalami optimisme, kecuali pada sektor transportasi dan pergudangan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, kata pria yang akrab disapa Kecuk tersebut, rencana pemerintah menunda pembangunan infrastruktur untuk proyek-proyek yang bukan prioritas bisa memengaruhi perekonomian pada kuartal III dan berlanjut ke kuartal IV. Sebab, aktivitas usaha akan melemah seiring dengan impor yang menurun.

’’Tapi, harus kita lihat lagi barang impor apa saja yang bakal menurun untuk infrastruktur. Kalau menurunnya banyak, saya rasa akan berdampak pada kuartal III dan IV,’’ tuturnya.

Di sisi konsumen, optimisme menurun karena masyarakat menyatakan ragu dengan penerimaan THR dan gaji ke-13 bagi PNS. Optimisme konsumen baru meningkat pada kuartal IV karena ada dorongan dari perayaan Natal dan tahun baru.

Namun, kata Kecuk, daya beli konsumen bakal membaik jika inflasi dapat dijaga rendah dan pasokan barang tidak mengalami kelangkaan. Jika inflasi dapat dijaga rendah, daya beli akan stabil. ’’Konsumsi pada kuartal III dan IV saya kira di 5 persen, tapi tidak setinggi pada kuartal II yang tumbuh 5,14 persen,’’ katanya.

Dia juga pesimistis pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen pada akhir tahun. Pada semester I saja, pertumbuhan ekonomi masih berada di angka 5,27 persen. ’’Kecuali jika konsumsi akhir tahun tumbuh tinggi sekali,’’ paparnya.

Ekonom BCA David Sumual menyebut wajar jika optimisme konsumen dan pelaku usaha menurun. Sebab, puncak aktivitas ekonomi telah terlewati pada kuartal II. Kuncinya, pemerintah harus menggenjot konsumsi rumah tangga.

’’Impor yang bakal turun cukup baik bagi neraca perdagangan dan stabilitas nilai tukar. Tapi, konsekuensinya investasi akan tumbuh melambat,’’ ungkap David.

Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun tidak mencapai 5,4 persen. Tepatnya di range 5,2–5,3 persen. (rin/ken/c14/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Tarif Cukai Naik, Produksi Rokok Susut
Tarif Cukai Naik, Produksi Rokok Susut

Berita Berikutnya

AS Siap Sanksi RI Rp5 Triliun
AS Siap Sanksi RI Rp5 Triliun

Berita Sejenis

Properti-Pariwisata Dongkrak Ekonomi Daerah

Properti-Pariwisata Dongkrak Ekonomi Daerah

Sinergi antara sektor properti dan pariwisata dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah.


Transaksi di Atas USD 75 Kena Pajak 7,5 Persen

Transaksi di Atas USD 75 Kena Pajak 7,5 Persen

Pemerintah merevisi aturan impor barang kiriman. Batasan pembebasan bea masuk dan pajak impor untuk barang kiriman diturunkan dari USD 100 menjadi USD 75.


Dukung UKM Perluas Akses Pemasaran

Dukung UKM Perluas Akses Pemasaran

Platform pembayaran digital, OVO, berupaya menerapkan sistem pembayaran nontunai di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM).


Sambung Gratis, Tambah Subsidi Rp1,2 Triliun

Sambung Gratis, Tambah Subsidi Rp1,2 Triliun

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan tambahan subsidi listrik dalam RAPBN 2019 sebesar Rp 1,21 triliun.


Serap Tenaga Kerja, Dorong Daya Beli

Serap Tenaga Kerja, Dorong Daya Beli

Tidak hanya menyerap tenaga kerja, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendongkrak daya beli masyarakat.


Target Pertumbuhan Lebih Rendah

Target Pertumbuhan Lebih Rendah

Pemerintah menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dalam RAPBN 2019 masuk akal. Pertumbuhan tersebut akan bersumber dari konsumsi dan investasi.


Bidik Pebisnis dan Pelancong

Bidik Pebisnis dan Pelancong

Di tengah persaingan ketat, industri perhotelan diyakini masih menjadi ceruk bisnis yang menjanjikan.


Genjot Transaksi Nontunai

Genjot Transaksi Nontunai

Bank Mandiri meluncurkan kartu e-money edisi Energy of Asia dan membuka ticket store untuk meramaikan perhelatan Asian Games.


Gandeng Nasabah Wujudkan Mimpi CSR

Gandeng Nasabah Wujudkan Mimpi CSR

PT Bank CIMB Niaga Tbk mengajak nasabah dan karyawannya merealisasikan mimpi dalam kegiatan sosial melalui kompetisi ide corporate social responsibility (CSR).


Pasok Listrik ke Jatiproton dan PIER

Pasok Listrik ke Jatiproton dan PIER

PT Perusahaan Listrik Negara (persero) memasok listrik sebesar 311 mVA ke kawasan industri Jawa Timur Probolinggo Tongas (Jatiproton).



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!