Ekonomi
Share this on:

Pacu Ekspor, Perkuat Daya Saing

  • Pacu Ekspor, Perkuat Daya Saing
  • Pacu Ekspor, Perkuat Daya Saing

JAKARTA - Sektor perikanan dan kelautan disebut-sebut sebagai salah satu pilar ekonomi. Menambah devisa dan mensejahterakan masyarakat.

Menurut Menteri PPN/ Bappenas Bambang Brodjonegoro sektor tersebut merupakan salah satu sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia. Di sektor kelautan selain ada migas tentunya ada ikan yang melimpah.

”Kita ingin yang sudah jadi kekayaan bangsa, jadi pilar ekonomi. Caranya bagaimana yakni dengan membuat nilai tambah produk itu,” tutur Bambang, di Jakarta, Rabu (14/11) kemarin.

Mantan Menteri Keuangan itu menambahkan era industri 4.0, Indonesia harus bersaing dengan bangsa lain. Namun, menurutnya, tidak semua bangsa mempunyai keunggulan seperti Indonesia.

”Kita harus memilih bidang mana yang harus kita pilih supaya dapat bersaing. Hingga bisa meningkatkan perekonomian. Salah satunya industri perikanan dan kelautan. Kita sudah punya keunggulan itu dibanding negara lain,” beber Bambang.

Ia menambahkan, dalam bersaing tentu tidak semua bidang. Contoh saat Asian Games, kita fokus di cabor yang berpotensi mendapatkan medali. ”Konteks yang sama bisa dilakukan

di ekonomi. Misalnya, kita negara kepulauan terbesar, Sumber daya alamnya ikan, rumput laut ada. Minyak lepas pantai juga. Nah, apa yang kita miliki harus bisa berdaya saing meningkatkan perekonomian dan ekspor,” imbuhnya.

Itu akan membantu membuat surplus transaksi berjalan. Lebih lanjut ia mengatakan, Thailand, current accountnya surplus. Padahal bukan penghasil minyak. ”Impor minyak ditutup dengan ekspor yang banyak. Ekspor yang banyak industri makanan dan minuman.

Di sini, defisit neraca perdagangan karena ada defisit di sektor minyak. Indonesia ke depan, jangan selalu tergantung kepada sumber daya alam. Harus punya produk ekspor yang bernilai tambah,” jelasnya.

Menurutnya, bagaimana industri perikanan dan kelautan bisa masuk ke digitalisasi. Karena itu menurutnya, RPJMN tentang sektor perikanan dan kelautan, harus bisa mengangkat industri perikanan dan kelautan.

”Meningkatkan perekonomian, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Kita dulu dikenal sebagai eksportir udang terbesar. Mendominasi dunia. Namun sekarang tidak lagi. Ini bisa tidak kita seperti itu lagi,” ujarnya. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Produk UKM Sulit Bersaing
Produk UKM Sulit Bersaing

Berita Berikutnya

Revisi DNI Pacu Transaksi Finansial
Revisi DNI Pacu Transaksi Finansial

Berita Sejenis

31 Mei Diprediksi Puncak Konsumsi BBM

31 Mei Diprediksi Puncak Konsumsi BBM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi puncak konsumsi BBM lebaran terjadi, Jumat (31/5) atau H-5 Idul Fitri 1440 H.


Ekspor Batik Dibidik Naik 8 Persen

Ekspor Batik Dibidik Naik 8 Persen

Ekspor batik Nusantara menjadi salah satu dari sekian banyak komoditi tekstil penyumbang devisa negara.


Hot Wheels dan Barbie Penyumbang Devisa Terbesar

Hot Wheels dan Barbie Penyumbang Devisa Terbesar

Nilai ekspor mainan anak-anak Indonesia tembus USD319,93 juta atau naik 5,79 persen dibanding sebelumnya yang hanya USD302,42 juta.


Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,6%, Pemerintah Perkuat Investasi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,6%, Pemerintah Perkuat Investasi

Pertumbuhan ekonomi ditarget 5,6 persen tahun depan. Karenanya, pemerintah akan merealisasikan tingkat konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.


Ekspor Naik, Impor dari Tiongkok Masih Terbesar

Ekspor Naik, Impor dari Tiongkok Masih Terbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kenaikan ekspor Indonesia sebesar 11,71 persen.


Kerjasama Empat Bank Sentral Bisa Perkuat Nilai Tukar Uang Lokal

Kerjasama Empat Bank Sentral Bisa Perkuat Nilai Tukar Uang Lokal

Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) menjalin kerjasama dengan Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng Pilipinas, dan Bank of Thailand.


Kurangi Ekspor, Indonesia Berharap Harga Karet Membaik

Kurangi Ekspor, Indonesia Berharap Harga Karet Membaik

Indonesia akan mulai mengurangi ekspor karet 98.160 ton untuk mendongkrak harga karet di pasaran dunia.


Penghentian Ekspor CPO Rugikan Indonesia

Penghentian Ekspor CPO Rugikan Indonesia

Penghentian ekspor kelapa sawit mentah atau crued palm oil (CPO) berdampak besar bagi Indonesia.


Indonesia Ekspor Bus ke Bangladesh Rp11,41 Miliar

Indonesia Ekspor Bus ke Bangladesh Rp11,41 Miliar

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), memfasilitasi ekspor bus otomotif milik CV Laksana ke Bangladesh dengan nilai transaksi USD808 ribu, atau


Ekspor CPO Bakal Semakin Anjlok

Ekspor CPO Bakal Semakin Anjlok

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan kebijakan baru berupa penyederhaanan proses ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk tur



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!