Ekonomi
Share this on:

Pajak PT Timah Melonjak 120 Persen

  • Pajak PT Timah Melonjak 120 Persen
  • Pajak PT Timah Melonjak 120 Persen

JAKARTA - PT Timah Tbk, selaku anggota Holding BUMN Industri Pertambangan memberikan kontribusi positif untuk penerimaan negara. Untuk kontribusi berupa pajak yang dibayarkan perseroan melonjak 120 persen yakni, menjadi Rp409 miliar jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp185 miliar.

"Royalti juga naik sebesar 52 persen atau sekitar Rp263 miliar dari tahun sebelumnya Rp173 miliar," jelas Direktur Utama (Dirut) PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan, perusahaan juga berhasil meningkatkan kinerja. Itu ditandai dengan peningkatan laba bersih sebesar 99 persen dari tahun lalu menjadi Rp502 miliar. "Strategi yang kami susun pada tahun sebelumnya telah dilaksanakan secara konsisten," jelas Riza.

"PT Timah akan tetap eksis dan akan terus ada di Bangka Belitung, Kepri. Dan tetap membangun Indonesia," tegas Riza. "Kami penghasil timah terbesar ke dua di dunia," imbuhnya.

Lebih lanjut Riza mengatakan, selama 2017 pihaknya telah melakukan pembelanjaan modal (capital expenditure) sekitar Rp779,81 miliar. Anggaran itu di antaranya untuk alokasi pembesaran kapasitas pada mesin dan instalasi. Sarana pendukung produksi, rekondisi dan replacement. Serta pembangunan teknolofi fuming.

"Belanja modal itu berhasil meningkatkan volume produksi bijih timah sebesar 29,26 persen dari 24,121 ton pada akhir 2016 menjadi 31,178 ton pada akhir 2017," jelasnya.

Riza menambahkan, pada 2017 pihaknya telah menandatangani kerja sama eksploitasi timah di Nigeria dengan Topwide Ventures Limited. Juga telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan Yunnan Tin Group, untuk implementasi strategi pengembangan dan pemasaran bisnis hilir timah.

Sementara itu, berdasarkan data Internasional Tin Association, pada 2017 konsumsi logam timah dunia meningkat 3,2 persen. Dari data tersebut, penggunaan logam timah tidak hanya untuk elektronik dan tin plate saja.

Namun juga dikembangkan untuk pembuatan batere lithium, penggunaan komponen industri dan otomotif, PVC stabilizer, dan sebagainya. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Moody's Naikkan Rating Lima BUMN
Moody's Naikkan Rating Lima BUMN

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Suku Bunga Acuan Masih Bertahan

Suku Bunga Acuan Masih Bertahan

Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga BI 7-day reverse repo rate (BI-7DRRR) di level 6 persen.


Leasing Masih Waswas Terapkan DP 0 Persen

Leasing Masih Waswas Terapkan DP 0 Persen

Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran uang muka atau (down payment/DP) kredit kendaraan bermotor hingga 0 persen.


Pajak E-Commerce Masih Moderat

Pajak E-Commerce Masih Moderat

Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik diharapkan memberikan kepastian bagi pela


Tarif Pengiriman Paket Naik 20 Persen

Tarif Pengiriman Paket Naik 20 Persen

Perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik melakukan penyesuaian tarif pengiriman paket sejak awal 2019.


Tahun Ini Keadaan Ekonomi Berbeda

Tahun Ini Keadaan Ekonomi Berbeda

Penerimaan negara dalam APBN 2018 boleh saja melampaui target. Namun, kontribusinya masih didorong penerimaan negara bukan pajak (PNBP).


Potensi Pasar Saham Syariah

Potensi Pasar Saham Syariah

Pasar saham syariah menunjukkan kinerja yang positif pada 2018. Jumlah investor saham syariah per November tumbuh 82 persen.


Pemerintah Kaji Pemberian Keringanan Pajak

Pemerintah Kaji Pemberian Keringanan Pajak

Pemerintah berupaya memacu kinerja ekspor barang, termasuk hasil pertanian dan perkebunan.


Penyaluran KUR Capai 95 Persen

Penyaluran KUR Capai 95 Persen

Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) hingga November 2018 telah mencapai Rp 118 triliun atau 95,7 persen dari target Rp 123,8 triliun.


Industri Mamin Tetap Dominan

Industri Mamin Tetap Dominan

Industri manufaktur diprediksi tumbuh 5 persen hingga akhir 2018. Pertumbuhan sektor itu mencapai 4,87 persen secara agregat sejak 2015 hingga 2018.


Dorong Kesadaran Pajak dari Kampus

Dorong Kesadaran Pajak dari Kampus

Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalimantan Timur dan Utara terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perpajakan.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!