Ekonomi
Share this on:

Pariwisata Lebih Laku Ketimbang Minyak Sawit

  • Pariwisata Lebih Laku Ketimbang Minyak Sawit
  • Pariwisata Lebih Laku Ketimbang Minyak Sawit

Foto: marketeers

JAKARTA - Menteri Pariwisata Arief Yahya memproyeksikan devisa pariwisata Indonesia mencapai USD 18 miliar atau jauh melampaui minyak sawit (CPO) yang selama ini menjadi penghasil devisa terbesar. Arief memperkirakan hingga akhir 2019 ini sebanyak 18 juta wisman.

Perhitunganya pun jelas, Kemenpar bersama stakeholder pariwisata akan menjalankan empat program realistis untuk mencapai 18 juta kunjungan wisman yakni border tourism, hot deal, tourism hub, dan LCC Terminal. "Saya sudah sampaikan angka ini kepada Presiden Joko Widodo ketika Presiden menanyakan proyeksi pariwisata tahun ini," kata Arief.

"Ketika pertama kali saya menjabat menteri pariwisata pada 2015, kunjungan wisman ketika itu sebesar 9 juta, kemudian dalam perjalanan lima tahun melonjak hingga 18 juta atau tumbuh dua kali lipat," tambahnya.

Tahun lalu, kata Arief Yahya, ketika devisa pariwisata mencapai 16,1 miliar dolar AS dari kunjungan sebanyak 16,4 juta wisman posisi pariwisata sudah menyamai CPO. Sedangkan devisa dari batubara stabil berada di posisi ketiga. "Kalau dahulu di era 1980-an ketika migas berjaya, kita menyebut dua sumber terbesar devisa yaitu migas dan nonmigas, sekarang kita ubah sumber devisa pariwisata dan nonpariwisata," kata Arief Yahya.

Ia memberikan perbandingan dengan Malaysia yang mampu menjaring wisman dari border tourism sebesar 60-70 persen. Sedangkan Prancis dan Spanyol di atas 80 persen karena secara natural wisman Eropa yang berkunjung ke negeri itu adalah wisatawan overland.

Sementara itu untuk program hot deal (diskon besar-besaran kunjungan wisman di saat low seasons) tahun ini, menurut Arief Yahya, diharapkan menghasilkan 2 juta hingga 2,5 juta wisman. "Program hot deal tahun lalu mampu menjual 700.000 pax. Terbesar dari Kepri mencapai 20 persen," kata Arief Yahya.

Sementara itu program tourism hub dilakukan melalui Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia. "Program ini sebagai solusi terhadap direct flight yang sulit dilakukan dan membutuhkan waktu relatif lama," tambah Arief Yahya.

Ia memberikan contoh, untuk menarik kunjungan wisman dari pasar India yang tahun lalu memberikan kontribusi sekitar 600 ribu wisman, dengan direct flight dari Mumbai, India, ke Bali hanya melayani 3 kali perminggu. Sedangkan penerbangan dari India ke Singapura atau Kuala Lumpur Malaysia sebanyak 70 kali per minggu.

"Kita fokus menggarap program tourism hub dari Singapura dan Kuala Lumpur," ungkap Arief Yahya.

Arief Yahya mengatakan, program yang menentukan dalam mencapai target wisman tahun ini adalah Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Kemenpar mencatat kunjungan wisman tahun 2017 lebih dari 55 persen menggunakan Full Service Carrier (FSC) sisanya menggunakan Low Cost Carrier (LCC).

Namun, ternyata pertumbuhan FSC rata-rata hanya 12 persen di bawah LCC yang tumbuh rata-rata 21 persen. Untuk mendorong kunjungan wisman LCC kita harus memiliki terminal LCC dan program mulai terwujud.

"Per 1 Mei lalu, Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta resmi menjadi LCCT. Jadi kita harapkan akan terjadi lonjakan 1 juta wisman," pungkasnya. (rls/fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Di tengah diskriminasi atau boikot yang dilakukan Uni Eropa terhadap produk minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia


Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Bank Indonesia (BI) menyebutkan investasi di kuartal II tahun ini bergerak tipis 5,01 persen atau lebih rendah


Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Penjegalan sawit Indonesia di Uni Eropa diperkirakan membuat ekspor sawit tahun ini menurun sebanyak 30 juta ton hingga akhir tahun 2019 ini.


Listrik Padam 10 Jam, PLN Rugi Rp90 Miliar Lebih Loh

Listrik Padam 10 Jam, PLN Rugi Rp90 Miliar Lebih Loh

PT PLN mengkalkulasi kerugian awal dari peristiwa blackout atau listrik padam di daerah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, Minggu (4/8).


Diskriminasi Sawit, Indonesia Potensi Menang Lawan Uni Eropa

Diskriminasi Sawit, Indonesia Potensi Menang Lawan Uni Eropa

Sejarah mencatat Pemerintah Indonesia pernah menang melawan kezaliman yang dilakukan Uni Eropa terkait menjegal produk sawit Indonesia.


Masyarakat Kena Dampak Tumpahan Minyak Karawang

Masyarakat Kena Dampak Tumpahan Minyak Karawang

Insiden tumpahan minyak PT Pertamina (Persero) yang terjadi di Karawang hampir dua pekan ini dinilai berdampak pada kehidupan ekonomi nelayan


Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang Rugikan Nelayan

Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang Rugikan Nelayan

Insiden tumpahan minyak Pertamina di Karawang, Jawa Barat, dua pekan lalu kian menimbulkan dampak negatif.


Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sukses menyita perhatian konsumen tanah air dengan jajaran produk elektronik yang diproduksi dalam negeri dengan menguasai lebih dari 25 persen.


Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan jika kurs rupiah terus menguat dan harga minyak tidak menurun


Kemenhub Capek Hadapi Gugatan Hukum Tarif Taksi Online

Kemenhub Capek Hadapi Gugatan Hukum Tarif Taksi Online

Telah dua minggu lebih regulasi tarif baru taksi online diberlakukan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!