Ekonomi
Share this on:

Pasar Fleet Naik 15 Persen

  • Pasar Fleet Naik 15 Persen
  • Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA - Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh 10,85 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Salah satu faktor penyumbangnya adalah konsumen korporasi (fleet) yang meningkat sekitar 15 persen tahun ini.

”Konsumen fleet menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan tahun ini. Terutama karena banyaknya permintaan pembiayaan untuk perusahaan-perusahaan konstruksi,” ujar Vice President Brand Management Astra Credit Companies (ACC) Dijatmiko Djojodjati kemarin (18/10). ”Mereka tidak hanya beli kendaraan komersial seperti truk, tapi juga kendaraan penumpang untuk manajemen,” sambungnya.

Pasar fleet, menurut dia, tidak hanya memborong kendaraan jenis multipurpose vehicle (MPV), tetapi juga sport utility vehicle (SUV). MPV biasanya digunakan sebagai kendaraan operasional karyawan, sedangkan SUV diperuntukkan kalangan top management.

”Seperti kami (ACC, Red), menggunakan kendaraan SUV yang harganya di atas Rp 400 juta untuk kendaraan operasional manajer hingga direksi,” ungkapnya.

Dijatmiko menambahkan, pembiayaan untuk kendaraan jenis MPV saat ini relatif stabil. Tidak turun, tapi juga tidak tumbuh signifikan. Sementara itu, untuk SUV, hanya kendaraan bermesin diesel yang tumbuh signifikan.

Mesin diesel dipilih banyak konsumen karena terbukti lebih irit bahan bakar. Selain itu, biaya perawatannya rendah daripada kendaraan berbahan bakar bensin. ”Sekarang banyak yang cari kendaraan irit BBM (bahan bakar minyak, Red),” tegasnya.

Di tengah kondisi ekonomi politik yang tidak stabil seperti sekarang, perusahaan memang dituntut untuk terus melakukan efisiensi. Termasuk untuk biaya BBM kendaraan operasional. ”Tren sekarang, banyak yang cari kendaraan diesel karena diklaim lebih irit hingga 20 persen dibandingkan yang bensin. Untuk konsumen fleet yang unitnya banyak, tentu sangat menguntungkan,” tutur dia.

Kredit untuk perorangan saat ini masih mendominasi pembiayaan ACC. Adapun konsumen fleet baru sekitar 15 persen. Namun, dalam beberapa tahun ke depan pertumbuhan pasar fleet diprediksi tetap tinggi. Itu ditunjang pesatnya pembangunan infrastruktur dan membaiknya harga jual komoditas di Indonesia.

”Kami berharap APM (agen pemegang merek, Red) mengeluarkan model-model baru kendaraan diesel karena permintaannya sedang tinggi,” jelasnya. (wir/c11/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Leasing Masih Waswas Terapkan DP 0 Persen

Leasing Masih Waswas Terapkan DP 0 Persen

Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran uang muka atau (down payment/DP) kredit kendaraan bermotor hingga 0 persen.


Tarif Pengiriman Paket Naik 20 Persen

Tarif Pengiriman Paket Naik 20 Persen

Perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik melakukan penyesuaian tarif pengiriman paket sejak awal 2019.


Terdorong Permintaan Pasar Domestik

Terdorong Permintaan Pasar Domestik

Kinerja sektor industri agro diproyeksi terdongkrak karena lonjakan permintaan domestik seperti produk makanan dan minuman pada momen pemilihan umum (pemilu).


Potensi Pasar Saham Syariah

Potensi Pasar Saham Syariah

Pasar saham syariah menunjukkan kinerja yang positif pada 2018. Jumlah investor saham syariah per November tumbuh 82 persen.


Penyaluran KUR Capai 95 Persen

Penyaluran KUR Capai 95 Persen

Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) hingga November 2018 telah mencapai Rp 118 triliun atau 95,7 persen dari target Rp 123,8 triliun.


2018, BEI Himpun Dana Rp16,01 Triliun

2018, BEI Himpun Dana Rp16,01 Triliun

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, total dana yang dihimpun selama 2018 dari pasar modal sebesar Rp 16,01 triliun.


Anggaran FLPP Naik Jadi Rp7,1 Triliun

Anggaran FLPP Naik Jadi Rp7,1 Triliun

ahun depan pemerintah meningkatkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).


Industri Mamin Tetap Dominan

Industri Mamin Tetap Dominan

Industri manufaktur diprediksi tumbuh 5 persen hingga akhir 2018. Pertumbuhan sektor itu mencapai 4,87 persen secara agregat sejak 2015 hingga 2018.


Semakin Diminati, KA Joglosemarkerto Selalu Penuh 90 Persen Lebih

Semakin Diminati, KA Joglosemarkerto Selalu Penuh 90 Persen Lebih

Antusiasme penumpang Kereta Api (KA) Komuter Joglosemarkerto sangat tinggi. Bahkan tingkat okupansinya gila-gilaan, di atas 90 persen.


Penerimaan Pajak Masih 80 Persen

Penerimaan Pajak Masih 80 Persen

Penerimaan pajak hingga akhir November 2018 tercatat masih sekitar 80 persen.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!