Ekonomi
Share this on:

Pasokan Bawang Putih Semakin Langka

  • Pasokan Bawang Putih Semakin Langka
  • Pasokan Bawang Putih Semakin Langka

JAKARTA - Pasokan bawang putih semakin menipis. Saat ini sisa pasokan bawang putih impor masih mencapai 100 ribu ton. Konsumsi bawang putih secara nasional 30 ton per bulan.

Stok 100 ribu ton bawang putih diperkirakan hanya bertahan selama tiga bulan. Selama ini, 95 persen konsumsi bawang putih diperoleh dari impor, sementara sisanya 5 persen dari dalam negeri.

Belum lama ini, Badan Pusat Statitis (BPS) merilis harga bawang putih secara nasional mencapai Rp48.000 per kilogram (kg).Di pasaran bawang putih dijual Rp45 ribu per kg.

Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat, per 10 April 2019, rata-rata harga bawang putih masih tinggi di sejumlah daerah. Di DKI Jakarta rata-rata harga jual bawang putih mencapai Rp60 ribu per kg, diikuti di kawasan Nusa Tenggara Timur Rp55 ribu per kg dan Gorontalo Rp55.650 per kg.

Karena pasokan bawang putih semakin berkurang, Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta para importir untuk mengeluarkan stok bawang putih di gudangnya melalui operasi pasar (OP). Sebanyak lima importir menyanggupi untuk mengeluarkan stok bawang putih.

"Masing-masing importir tipis sekali, masih kami monitor terus berapa," kata Direktur Jenderal Perdagangan dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayanti, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (18/4).

Dengan bantuan importir, Kemendag memastikan pasokan bawang putih akan aman hingga Lebaran 2019 nanti. "Ketersediaan bawang putih akan cukup sampai Lebaran 2019," ucap Tjahja.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengungkapkan, bahwa sebanyak delapan perusahaan importir telah mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RPIH) dan mengajukan izin impor. Namun dari delapan perusahaan, hanya tujuh yang melengkapi persyaratan dokumen.

"Jadi tujuh perusahaan itu yang akan keluar izin impornya," ujar Oka.

Sayangnya, Oke belum bisa memastikan kapan impor tersebut akan dilaksanakan. Karena hal itu keputusan perusahaan. Adapun impor yang diterbitkan itu berlaku untuk selama enam bulan.

"Tapi yang pasti kita meminta mereka (importir) untuk melaporkan kapan masuk dan melalui pelabuhan mana, untuk kita bisa lakukan langkah selanjutnya," ucap Oke.

Sementara peneliti pertanian, Juli Yulianto menilai pemerintah untuk segera melakukan impor bawang putih. Mengingat pasokan bawang putih semakin menipis, karena produk dalam negeri selama ini hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan benih.

"Produksi dalam negeri (bawang putih) yang sekarang pemerintah genjot masih sebatas memenuhi kebutuhan untuk benih yang diharapkan ke depan bisa disebar digunakan petani untuk memproduksi bawang putih konsumsi," kata Juli kepada Fajar Indonesia Network (FIN).

Ke depan, agar Indonesia tidak bergantung dari impor, Juli menyarankan, pemerintah memberikan insentif kepada petani bawang putih. Dia menilai, kebijakan ini akan mendongkrak produksi bawang putih.

"Sebab dulu hancurnya bawang putih dalam negeri karena petani tidak mendapatkan insentif harga yang baik, karena harga bawang putih impor jauh lebih murah ketimbang bawang putih dalam negeri. Untuk itu pekerjaan rumah pemerintah agar petani mau tanam bawang putih adalah menjaga harga di dalam negeri," tutur Juli.

Sampai saat ini, Perum Bulog selaku pihak yang ditunjuk melakukan importasi belum mendapatkan izin dari Kemendag. Kementerian Koordinator bidang Perekonomian memastikan belum ada perubahan dalam kebijakan 100 ribu ton bawang putih dari China. Impor tersebut hasil kesepakan rapat koordinasi terbatas (rakortas).

Terkait perkembangan rencana impor bawang putih, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman hanya mengatakan bahwa ranah dia hanya membicarakan soal produksi, tidak impor. "Kita ini produksi. Domain saya produksi. Kementan (Kementerian Pertanian) itu produksi," ujar Amran.

Amran menuturkan, persentase impor bawang putih pada 1990-an hanya berada pada kisaran 10 persen hingga 30 persen. Kemudian pada 2000-an, persentase impornya berada pada kisaran 30 persen. Kemudian pada 2014 atau persentasenya 96 persen.

Adapun upaya untuk menggenjot produksi bawang putih, pihaknya berupaya menambah luas lahan pertanaman bawang putih yang mulanya 1.000 hektare kini menjadi 11 ribu hektare. "Tahun ini target 20 ribu hektare. Yang Anda tulis adalah naik 2.000 persen tanaman bawang. Kita ingin kembalikan kejayaan tanaman bawang Indonesia," kata Amran. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Pasar Ekonomi Kompak Menguat
Pasar Ekonomi Kompak Menguat

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hadapi Kekeringan, 16 Waduk Disiapkan

Hadapi Kekeringan, 16 Waduk Disiapkan

PUPR tengah menyiapkan, 16 waduk untuk memastikan lahan pertanian seperti sawah bisa mendapat pasokan air pada saat musim kemarau.


Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

Milenial Dominasi Pembeli Surat Utang Negara

Generasi muda alias milenial semakin sadar akan pentingnya melakukan investasi. Terutama pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel.


Rontoknya Giant, Dampak Perubahan Pola Belanja

Rontoknya Giant, Dampak Perubahan Pola Belanja

Persaingan ritel yang semakin ketat menjadi alasan Giant menutup enam gerai di wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi.


Kiamat Neraca Perdagangan, Target Pertumbuhan Meleset

Kiamat Neraca Perdagangan, Target Pertumbuhan Meleset

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas. Sejumlah negara akan kena dampak. Termasuk Indonesia terhadap kegiatan ekonomi dalam negeri


Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Inflasi Dipengarui Harga Cabai dan Bawang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, inflasi Lebaran kali ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.


Usai Lebaran Harga Beras Potensi Naik

Usai Lebaran Harga Beras Potensi Naik

Sejumlah komoditas pangan relatif stabil saat Ramadan dan Lebaran 2019. Hanya cabai dan bawang merah yang mengalami lonjakan hingga Lebaran.


Antisipasi Trafik Komunikasi saat Lebaran, Kapasitas Jaringan Ditambah

Antisipasi Trafik Komunikasi saat Lebaran, Kapasitas Jaringan Ditambah

Volume komunikasi selama Ramadan dan Lebaran tahun ini diprediksi akan semakin meningkat.


Aksi 22 Mei Picu Pelemahan Rupiah

Aksi 22 Mei Picu Pelemahan Rupiah

Pengamat ekonomi memperkirakan aksi massa 22 Mei memicu nilai tukar rupiah melemah semakin dalam.


Pemerintah targetkan Swasembada Bawang Putih 2021

Pemerintah targetkan Swasembada Bawang Putih 2021

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan swasembada bawang putih akan terjadi pada tahun 2021.


Pemerintah Salah Urus Bawang Putih

Pemerintah Salah Urus Bawang Putih

Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membenahi persoalan bawang putih selama ini dinilai belum terlihat hasilnya.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!