Ekonomi
Share this on:

Pebisnis Muda Didorong Manfaatkan Jalur Digital

  • Pebisnis Muda Didorong Manfaatkan Jalur Digital
  • Pebisnis Muda Didorong Manfaatkan Jalur Digital

SURABAYA - Jalur pemasaran secara digital menjadi alternatif strategi para pengusaha muda masa kini. Tidak hanya untuk jual beli, cara tersebut juga dipakai untuk memberikan informasi kepada konsumen.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya Kuswana Mandiri S. menyatakan, berdasar kajian internal, tren bisnis secara umum menurun. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi pada pebisnis yang mengandalkan jalur digital.

’’Selain penurunan, secara nyata ada pergeseran cara belanja. Untuk mengetahui produk tidak lagi datang ke toko, tapi cukup browsing melalui ponsel,’’ ujarnya, kemarin.

Dengan demikian, digital tidak dikaitkan dengan jual beli produk saja. Tetapi bisa memberikan informasi kepada konsumen. Pertimbangan itulah yang mendorong HIPMI Surabaya melangsungkan seminar tentang berbisnis di era digital. Tujuannya, menyiapkan para entrepreneur muda dalam menghadapi era digital yang kian berkembang.

’’Jadi, selain teknis berjualan secara online, kami datangkan pembicara untuk mengubah mindset bahwa digital tidak melulu soal jualan. Engage pada customer juga perlu,’’ papar Kuswana.

Seminar tersebut juga bertujuan mengenalkan HIPMI. Sebab, sebagian besar peserta adalah masyarakat umum. ’’Targetnya, pelaku bisnis muda lebih kenal HIPMI dan ingin bergabung. Lagi pula, kami juga ada program lanjutan untuk anggota,’’ jelasnya.

Anggota HIPMI Surabaya kini berjumlah 380 orang. Selain anggota reguler, para mahasiswa turut dirangkul melalui HIPMI perguruan tinggi (PT) yang jumlahnya sekitar 400 orang. ’’Makin banyak anggota, networking lebih bagus,’’ tegasnya. Sektor usaha para pengusaha muda itu beragam. Mulai ritel, kuliner, online shop, hingga konstruksi.

Ketua HIPMI Jatim Giri Bayu Kusumah menambahkan, peluang untuk mengembangkan bisnis melalui digital masih terbuka lebar. ’’Tidak memandang umur dan modal, tapi banyak yang berhasil. Peluang dan kesempatan masih banyak,’’ paparnya.

Sejalan dengan peluang itu, potensi munculnya entrepreneur baru juga besar. ’’Kami berharap para entrepreneur baru tersebut bisa bergabung bersama HIPMI,’’ katanya.

Hingga sekarang, anggota HIPMI Jatim berjumlah 1.700 orang. Jumlah terbanyak berasal dari cabang Surabaya, yakni 380 orang. Sisanya tersebar di 30 kota dan kabupaten lain.

Sebenarnya, hingga akhir periode pihaknya menargetkan total jumlah anggota 3 ribu orang. ’’Tapi, sekarang baru 2 ribu orang. Nah, kami coba gairahkan di daerah-daerah,’’ katanya. Apalagi, tahun ini ada pembukaan cabang HIPMI baru. Misalnya, di Pacitan, Ngawi, Nganjuk, dan Tuban.

Sementara itu, jumlah anggota HIPMI PT se-Jatim mencapai 1.000 orang. Mereka tersebar di 34 perguruan tinggi di Jatim. (res/c15/fal/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Jatim Pasar Potensial Asuransi
Jatim Pasar Potensial Asuransi

Berita Sejenis

Zaman Now, Zakat Pakai Saham

Zaman Now, Zakat Pakai Saham

Sistem digital telah merasuk dalam beragam lini bisnis. Tidak terkecuali dalam industri pasar modal khususnya transaksi saham.


Tidak Suka Kejutan, Pebisnis Butuh Kepastian

Tidak Suka Kejutan, Pebisnis Butuh Kepastian

Peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) atau EODB Indonesia meningkat pesat dari ranking 90 menjadi 72.


Industri Digital Sukses Go Public

Industri Digital Sukses Go Public

Debut perdana saham M. Cash Intergrasi (MCAS) berjalan sukses.


Generasi Millennial Gairahkan Koperasi

Generasi Millennial Gairahkan Koperasi

Geraakan koperasi bakal berkembang luas di masa depan. Itu karena gairah generasi muda mendukung gerakan koperasi masih cukup tinggi.


Era Digital Wajib Kreatif

Era Digital Wajib Kreatif

Perkembangan teknologi menciptakan banyak peluang usaha.


E-Commerce Penyokong Ekonomi Digital

E-Commerce Penyokong Ekonomi Digital

Pangsa pasar e-commerce terus meningkat seiring tingginya penggunaan ponsel pintar yang membuat penetrasi internet semakin luas.


Pelaku UMKM Didorong Bertransaksi Online

Pelaku UMKM Didorong Bertransaksi Online

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak sekadar menjadi katalisator ekonomi nasional.


Revolusi Digital Perkuat Industri Kreatif

Revolusi Digital Perkuat Industri Kreatif

Forum Grafika Digital (FGD) kembali menggelar pameran industri grafika.


Pengguna Mobile Banking Baru 25 Persen

Pengguna Mobile Banking Baru 25 Persen

Perkembangan teknologi dan hadirnya digital banking dinilai mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan.


Ini Dia Pinjaman Tanpa Agunan Via Aplikasi Mobile

Ini Dia Pinjaman Tanpa Agunan Via Aplikasi Mobile

Usaha rintisan (Startup), PT Digital Tunai Kita (TunaiKita), sepanjang tahun ini menarget penyaluran pinjaman Rp40 miliar.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!