Ekonomi
Share this on:

Pelindo II Bangun Terminal Kijing Rp5,6 triliun

  • Pelindo II Bangun Terminal Kijing Rp5,6 triliun
  • Pelindo II Bangun Terminal Kijing Rp5,6 triliun

KALBAR - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II bakal membangun Terminal Kijing Pontianak senilai Rp5,6 triliun. Perusahaan BUMN itu bakal membangun terminal seluas 200 hektar (ha) di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar). Terminal Kijing Pontianak, merupakan salah satu proyek strategis nasional.

”Kami akan bangun secara bertahap. Pada 2019 mendatang kami target sudah bisa beroperasi dan melayani 500 ribu TEUs. Dan, pengerjaan seluruhnya ditarget rampung pada 2021," tutur Direktur Utama Indonesia Port Corporation (IPC), Elvyn G Masassya, saat Pencanangan Terminal Kijing, di Mempawah, Kalbar, Rabu (11/4) kemarin.

Ia menambahkan, saat ini sudah banyak investor tertarik memanfaatkan fasilitas Terminal Kijing Pontianak. Contohnya seperti BUMN Tambang. Karena perusahaan segera bekerja sama dengan Inalum dan Antam. ”Di luar itu masih banyak investor yang berminat," ujar Elvyn.

Tahun ini, perusahaan menyiapkan belanja modal Rp11,6 triliun. Alokasi anggaran itu, tidak hanya untuk Terminal Kijing. Namun, juga pembangunan lain IPC seperti Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan sebagainya.

"Pembangunan tahap pertama, IPC akan membangun empat terminal. Yakni terminal multiguna, terminal curah cair, terminal peti kemas, dan terminal curah kering," jelas Elvyn.

Kapasitas terminal peti kemas diproyeksi mencapai 1 juta TEUs. Sedang untuk curah cair dan curah kering masing-masing 8,3 juta ton dan 15 juta ton, serta untuk kapasitas terminal multiguna. Pada tahap pertama diproyeksikan mencapai 500 ribu ton per tahun.

Pada pengembangan tahap pertama, IPC akan membangun lapangan penumpukan, gudang, tank farm, silo, jalan, lapangan parkir, kantor pelabuhan, kantor instansi, jembatan timbang, serta fasilitas penunjang lainnya.

Luas dermaga dibangun tahap awal itu 15 hektar (ha) untuk dermaga curah kering, 7 ha untuk dermaga multiguna, 9,4 ha untuk dermaga petikemas, dan 16,5 ha untuk dermaga curah cair. Nantinya, pengembangan Terminal Kijing akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga menjadi pusat industri pengolahan bahan baku baik untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

Proyek Terminal Kijing untuk membangun konektivitas infrastruktur pelabuhan nasional. Itu diyakini berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah khususnya dan pertumbuhan ekonomi nasional umumnya.

Terminal Kijing merupakan pengembangan Pelabuhan Pontianak. Itu sebagai solusi atas keterbatasan lahan serta tingginya tingkat sedimentasi sungai menyebabkan kapal besar sulit bersandar. Nah, Terminal Kijing dengan draft -15 mLws kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat.

"Terminal ini nanti akan dikembangkan dengan konsep digital port dilengkapi peralatan bongkar muat modern sehingga sejalan dengan visi IPC untuk menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Menteri BUMN Rini M. Soemarno mematok proyek Smelter Alumina Mempawah mulai berproduksi 2020. Inalum, Antam dan China Alumunium Company (Chinalco) akan membentuk perusahaan patungan untuk merealisasikan proyek tersebut. Pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi alumina akan memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta ton. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun
IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

Berita Sejenis

2018, Bank Mantap Target Bangun 221 Kantor Kas

2018, Bank Mantap Target Bangun 221 Kantor Kas

Bank Mandiri dan Taspen (Bank Mantap) menargetkan untuk merealisasikan pembangunan 221 kantor kas dan pengadaan 59 unit mobil kas diseluruh Indonesia tahun ini.


12 BUMN Merugi Rp5,2 Triliun

12 BUMN Merugi Rp5,2 Triliun

Kinerja keuangan perusahaan pelat merah perlahan membaik.


IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) berencana melepas 30 persen saham melalui skema initial public opering (IPO).


Maybank Jajakan Obligasi Rp 500 Miliar

Maybank Jajakan Obligasi Rp 500 Miliar

PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) berencana menjakan surat utang (obligasi) senilai Rp5 triliun.


Utang Negara Tembus Rp4.034,8 Triliun

Utang Negara Tembus Rp4.034,8 Triliun

Jumlah utang pemerintah per akhir Febuari 2018 mencapai Rp4.034,8 triliun, atau 29,24 persen dari PDB.


Tuntaskan Kredit Macet Mandiri Rp2,9 Triliun

Tuntaskan Kredit Macet Mandiri Rp2,9 Triliun

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendukung Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntaskan kasus kredit bermasalah Bank Mandiri (BMRI).


Potensi Industri Keuangan Syariah Tinggi

Potensi Industri Keuangan Syariah Tinggi

Pertumbuhan industri keuangan syariah pada 2017 cukup tinggi, yakni mencapai 27 persen menjadi Rp1.133,23 triliun.


BRI Klaim Salurkan Rp13,8 Triliun KUR dalam 2 Bulan

BRI Klaim Salurkan Rp13,8 Triliun KUR dalam 2 Bulan

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengumumkan telah menyalurkan dana program kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp13, 8 triliun hingga Februari 2018.


Terbitkan EBA Senilai Rp2 Triliun

Terbitkan EBA Senilai Rp2 Triliun

Produk EBA cukup digemari para investor. Sebagai produk investasi aman dan menguntungkan, EBA beragun aset KPR secara nilai terus naik.


Pasar Alat Kesehatan Indonesia 2018 Tembus Rp13,5 Triliun

Pasar Alat Kesehatan Indonesia 2018 Tembus Rp13,5 Triliun

Pasar alat kesehatan (Alkes) tahun ini diperkirakan melampaui USD 1 miliar, setara Rp13,5 triliun.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!