Ekonomi
Share this on:

Pelindo II Mulai Matangkan IPO Jasa Armada

**** - PT Jasa Armada Indonesia (JAI) tengah mematangkan rencana untuk go public. Dalam hajatan initial public offering (IPO) itu, anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut bakal melepas saham maksimal 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Keputusan final masih menunggu surat sakti dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Rencan IPO ini masih berproses karena belum mengantongi pernyataan pra-efektif Otoritas Jasa Keuangan," tutur Direktur Keuangan Pelindo II, Iman Rachman, di Jakarta, kemarin.

Saat ini sebut Iman, perusahaan bersama penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) tengah melakukan non-deal roadshow (penjajakan) terhadap investor potensial. Baik itu pemodal domestik dan luar negeri.

”Karena belum ada pernyataan pra-efektif dari wasit pasar modal (OJK), kami belum road show. Nanti, kalau tiket dari OJK kami dapat, segera disusul dengan roadshow,” tegas Iman.

Sejauh ini, manajemen belum mengetahui besaran jumlah saham akan dilepas ke publik. Itu karena harus menunggu terlebih dahulu hasil roadshow. Komitmen untuk IPO itu telah ditunjukkan Pelindo II dengan melakukan inbreng berupa penambahan modal pada perusahaan. Di mana, Pelindo II telah menyerahkan 21 unit kapal setara Rp348 miliar.

Melalui penambahan 21 kapal itu, perusahaan mempunyai armada 23 unit kapal. Sebagai perusahaan pemanduan dan penundaan kapal terbesar di Indonesia, nanti perusahaan bakal mengoperasikan 75 unit kapal. Sejauh ini, JAI menguasai pangsa terbesar dengan melayani 25 ribu kapal per tahun.

"Kami merupakan satu-satunya perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal melakukan IPO. Kami berharap bisa bekerja lebih profesional dengan suntikan dana segar IPO," tambah Direktur Utama JAI, Dawam Atmosudiro.

Perusahaan mempunyai prospek pengembangan captive market sangat tinggi. Terutama dari IPC sebagai induk, dengan sejumlah proyek pengembangan masuk proyek strategis nasional akan menjadi pasar baru JAI. Proyek itu antara lain Pelabuhan New Priok (Kalibaru), Kijing, Sorong dan Cikarang-Bekasi Laut segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

IPC sebagai pemilik proyek-proyek itu telah menyiapkan dana secara penuh. Dengan begitu, manajemen optimistis target pengembangan pasar akan terealisir. Dalam 5 tahun ke depan, IPC diproyeksikan akan memiliki kapasitas dua kali lipat dari saat ini.

”Kami telah ditunjuk sebagai mitra IPC dengan kontrak jangka panjang untuk melayani penundaan pada seluruh wilayah IPC,” ujar Dawam.

Menurut Dawam, tahun lalu perseroan mampu mencatat net profit margin Rp13,1 miliar. Pada semester pertama tahun ini, sudah mencapai Rp13,9 miliar atau meningkat sebesar 0,8 persen. Sedang pendapatan (revenue) tahun lalu bertengger di kisaran Rp876 miliar. (far/dai/jpnn)

Berita Sebelumnya

Formulasikan Ulang SOP Dana Bergulir
Formulasikan Ulang SOP Dana Bergulir

Berita Berikutnya

Holding Tambang Tuntas Akhir Bulan
Holding Tambang Tuntas Akhir Bulan

Berita Sejenis

Kinerja Bisnis Properti Mulai Membaik

Kinerja Bisnis Properti Mulai Membaik

Perekonomian Kaltim menunjukkan pertumbuhan apik pada triwulan pertama 2018.


Mudik Nyaman bersama BPJS Kesehatan

Mudik Nyaman bersama BPJS Kesehatan

Peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir saat libur lebaran 2018, mulai H-8 sampai H+8 atau 7-23 Juni mendatang.


Perajin Tenun Goyor Butuh Perhatian

Perajin Tenun Goyor Butuh Perhatian

Tenun Goyor yang merupakan warisan kebudayaan terus mengalami perkembangan, mulai dari produksi, pola atau gambar, warna, merek dagang, dan harga.


Kuartal Kedua Pertumbuhan Mulai Membaik

Kuartal Kedua Pertumbuhan Mulai Membaik

Tingkat konsumsi yang stagnan di level 4,96 persen membayangi pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama lalu.


Top Spender Promo Bikin "Ngiler"

Top Spender Promo Bikin "Ngiler"

CSA Studio yang menjual bahan bangunan dan perlengkapan rumah di Kabupaten Tegal menggelar Top Spender Promo mulai 9 April hingga 31 Mei mendatang.


E-Commerce Mulai Topang Industri Logistik

E-Commerce Mulai Topang Industri Logistik

Peluang bisnis logistik di Indonesia masih terbuka. Bahkan, hingga tiga tahun mendatang, market size logistik di tanah air diprediksi meningkat 7–10 persen.


Simpang Susun Cikande Mulai Dioperasionalisasikan

Simpang Susun Cikande Mulai Dioperasionalisasikan

Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak merombak susunan direksi.


Wardah Bright Days Inspirasi untuk Kids Zaman Now

Wardah Bright Days Inspirasi untuk Kids Zaman Now

Wardah kini mulai melebarkan sayapnya untuk menyasar konsumen dari kalangan mahasiswa dan pelajar.


Percepat Orientasi Ekspor

Percepat Orientasi Ekspor

Ekonomi negara-negara tetangga Indonesia mulai menunjukkan perbaikan.


Pelindo II Bangun Terminal Kijing Rp5,6 triliun

Pelindo II Bangun Terminal Kijing Rp5,6 triliun

Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II bakal membangun Terminal Kijing Pontianak senilai Rp5,6 triliun.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!