Ekonomi
Share this on:

Pelonggaran Uang Muka Berdasar Segmen

  • Pelonggaran Uang Muka Berdasar Segmen
  • Pelonggaran Uang Muka Berdasar Segmen

JAKARTA - Rencana pelonggaran aturan loan to value (LTV) belum bisa dikeluarkan Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat. Meski begitu, BI tengah mengkaji penambahan aturan mengenai LTV.

Sebelumnya, BI sempat berencana mengeluarkan aturan mengenai LTV spasial. Aturan tersebut memungkinkan penggolongan uang muka atau down payment (DP) kredit pemilikan rumah (KPR) berbeda-beda tiap daerah.

Namun, bukan hanya itu, BI kini mencoba membuat aturan LTV yang lebih spesifik, yakni pelonggaran LTV berdasar jenis dan tipe rumah. ’’Misalnya, LTV untuk rumah tapak, apartemen, rumah susun, atau yang lainnya. Jadi, lebih segmented,’’ ujar Gubernur BI Agus D. W. Martowardojo di Jakarta, kemarin.

Dengan LTV yang sesuai dengan target dan segmennya, BI berharap pelonggaran kebijakan LTV dapat lebih tepat sasaran. Namun, Agus tak memerinci setiap kategori yang dimaksud. Yang jelas, BI belum bisa memastikan apakah kebijakan tersebut bisa dikeluarkan dalam waktu dekat.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan BI mengenai penundaan pelonggaran LTV. Selain karena poin pertimbangan kebijakan yang bertambah, pelonggaran LTV dinilai lebih tepat dikeluarkan saat ekspansi KPR kurang bagus dan pasar properti tumbuh sangat lambat.

Selain itu, dampak pelonggaran LTV dalam mendorong pertumbuhan KPR dan bisnis properti cenderung lambat.

’’Dua tahun ke belakang kami melonggarkan LTV. Tapi, dampaknya ke kredit properti baru terasa Juli 2017. Jadi, butuh waktu kira-kira dua tahun untuk benar-benar melihat dampak kebijakan tersebut ke kredit,’’ lanjut Agus.

Lambatnya dampak kebijakan pelonggaran LTV itu cukup masuk akal. Sebab, penurunan bunga KPR memang sangat lambat, bahkan cenderung naik. Bunga KPR justru meningkat menjadi 9,69–13,02 persen pada kuartal III 2017.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, suku bunga rata-rata KPR masih 9–12 persen. Di sisi lain, tahun ini BI menurunkan suku bunga BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR) dua kali. Dampaknya terhadap penurunan bunga kredit paling cepat terlihat pada pertengahan tahun depan.

Namun, penggunaan skema KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) pada pembelian properti memang meningkat. Porsi konsumen yang memilih pembelian rumah secara kredit naik dari 74,77 persen pada kuartal III 2016 menjadi 76,42 persen pada kuartal III tahun ini.

Selain itu, Agus menilai pemberian kredit dari bank kepada konsumen properti saat ini cukup besar, yakni sekitar 85 persen. ’’Di negara-negara lain di dunia, rata-rata hanya 70–80 persen,’’ tambah mantan menteri keuangan tersebut.

Ketua Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Maryono mengapresiasi rencana BI yang membuat pelonggaran LTV menjadi spasial dan tersegmentasi. Meskipun kebijakan itu butuh kajian lebih lanjut dan belum bisa dikeluarkan dalam waktu dekat, Dirut BTN tersebut yakin pelonggaran LTV mampu menggairahkan penyaluran kredit properti dengan lebih baik.

’’Saya kira penggolongan itu sangat bagus sehingga konsumen diringankan dalam pembelian rumah. Memang pengaturan LTV harus menyangkut keadilan,’’ ujarnya. (rin/c22/sof/jpg)

Berita Sebelumnya

PLN Tekan Harga Listrik Swasta
PLN Tekan Harga Listrik Swasta

Berita Berikutnya

Pengadaan Terpengaruh Akhir Panen
Pengadaan Terpengaruh Akhir Panen

Berita Sejenis

Rupiah Menguat, Waspadai Sentimen Global

Rupiah Menguat, Waspadai Sentimen Global

Pergerakan positif rupiah berlanjut. Berdasar data Bloomberg, kemarin (7/9) mata uang Garuda ditutup di level Rp 14.820 per dolar AS.


Rupiah Tembus Rp14.771 Per Dollar

Rupiah Tembus Rp14.771 Per Dollar

Tekanan ke mata uang rupiah tak kunjung reda. Merujuk data Reuters, kemarin (30/8) kurs rupiah bergerak ke level Rp14.771 per dolar AS (USD).


DP Minim Pacu Penjualan Properti

DP Minim Pacu Penjualan Properti

Ceruk pasar properti premium masih terbuka. Pengembang perumahan pun masih gencar meluncurkan produk anyar untuk segmen tersebut.


Tekanan terhadap Rupiah Mulai Reda

Tekanan terhadap Rupiah Mulai Reda

Di pasar uang, tekanan terhadap rupiah mulai reda.


Relaksasi LTV Dongkrak Kinerja Perbankan

Relaksasi LTV Dongkrak Kinerja Perbankan

Kebijakan pelonggaran Loan To Value (LTV) diharapkan bisa mendongkrak kinerja sejumlah bank yang banyak melakukan penyaluran kredit perumahan.


Penggunaan Uang Elektronik Meningkat

Penggunaan Uang Elektronik Meningkat

Peningkatan transaksi selalu terjadi saat momen Lebaran. Termasuk yang menggunakan uang elektronik.


Bank Layani Penukaran Uang di Jalan Tol

Bank Layani Penukaran Uang di Jalan Tol

Bank Indonesia menyediakan layanan penukaran uang di rest area tol. Layanan tersebut mencakup tiga ruas.


Lebaran, Stok Uang Perbankan Aman

Lebaran, Stok Uang Perbankan Aman

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan uang di perbankan selama libur Lebaran. Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang beredar Rp188,2 triliun.


Harga Rumah Terus Naik

Harga Rumah Terus Naik

Harga properti residensial di pasar primer terus meningkat. Berdasar survei Bank Indonesia (BI)


Siap Dukung Program DP 0 Persen

Siap Dukung Program DP 0 Persen

PT Bank Tabungan Negara (BBTN) siap mendukung program uang muka atau down payment (DP) 0 persen untuk PNS dan TNI-Polri.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!