Ekonomi
Share this on:

Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

  • Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun
  • Pembayaran Insentif Biodiesel Rp 5,6 Triliun

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat pembayaran selisih harga biodiesel hingga Oktober 2018 mencapai Rp 5,316 triliun. Pihaknya memproyeksikan penyaluran dana biodiesel hingga akhir tahun hanya Rp 5,671 triliun atau lebih rendah daripada target tahun ini Rp 7 triliun.

Direktur Penyaluran Dana BPDPKS Kementerian Keuangan Edi Wibowo mengatakan, penurunan harga biodiesel yang diimbangi dengan kenaikan harga solar membuat insentif yang dibayarkan tahun ini lebih rendah dari target. ’’Grafiknya turun mulai September, Oktober, November harga solar naik, harga biodiesel turun sehingga selisihnya tidak ada,’’ ujarnya di Gedung DPR kemarin (5/12). BPDP KS mencatat realisasi pembayaran selisih harga biodiesel pada September mencapai Rp 360,033 miliar.

Angka tersebut menurun pada Oktober menjadi Rp 335,298 miliar, lalu kembali merosot pada November menjadi Rp 268,073 miliar dan pada Desember 2018 diperkirakan anjlok jadi Rp 87,297 miliar. ’’Jadi kita saving dananya,’’ ucapnya. Rerata insentif biodiesel yang dibayarkan BPDP KS tahun ini memang turun menjadi Rp 2.074 per liter. Tahun lalu rata-rata insentif yang dibayarkan Rp 4.075 per liter.

Pada 2019 pihaknya menargetkan penyaluran dana insentif biodiesel di angka Rp 7 triliun. ’’Dengan alokasi dana yang sama besar, semakin banyak jumlah biodiesel yang bisa diberi insentif menjadi sekitar 6 juta kl pada 2019,’’ katanya.

Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur PT Pertamina Gandhi Sriwidodo menjelaskan, ada beberapa permasalahan yang membuat suplai FAME (fatty acid methyl ester) ke Pertamina tidak optimal. Dengan demikian, realisasi penyaluran biodiesel dari September hingga November di bawah target.

Salah satunya, jumlah TBBM (terminal bahan bakar minyak) yang menjadi tujuan pencampuran FAME terlalu banyak. Saat ini ada 112 TBBM yang digunakan untuk mencampur FAME dengan solar.

’’Rekonfigurasi FAME dengan clustering. Dari 112 TBBM di-clusterin saja ke 25 TBBM untuk meningkatkan efektivitas distribusi FAME dan biosolar,’’ ungkapnya. Total kebutuhan FAME untuk suplai ke-25 TBBM tersebut mencapai 442.021 kl (kiloliter).

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, Pertamina dan non-Pertamina memiliki masalah spesifik masing-masing. Pertama, masalah transportasi. Kedua, masalah fasilitas pelabuhan. ’’Kapal kami antre bisa sampai 7 hari di pelabuhan,’’ ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sangat mendukung program tersebut lantaran produksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) melebihi pasokan. Produksi CPO saat ini mencapai 42 juta ton, sedangkan serapan dalam negeri hanya 11 juta hingga 12 juta ton. (vir/c20/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Laba Pertamina Anjlok
Laba Pertamina Anjlok

Berita Berikutnya

Penerimaan Pajak Masih 80 Persen
Penerimaan Pajak Masih 80 Persen

Berita Sejenis

PLN Dikucuri Kredit Sindikasi Perbankan Rp16,75 Triliun

PLN Dikucuri Kredit Sindikasi Perbankan Rp16,75 Triliun

PT PLN memperoleh kredit sindikasi Rp16,75 triliun dari perbankan.


Bayar Bunga Utang Rp70,6 Triliun

Bayar Bunga Utang Rp70,6 Triliun

Utang negara per Maret 2019 telah mencapai Rp4.567,31 triliun. Total utang tersebut bertambah Rp430,92 triliun secara year on year (yoy).


Gencarkan Biodiesel untuk Atasi Diskriminasi Kelapa Sawit

Gencarkan Biodiesel untuk Atasi Diskriminasi Kelapa Sawit

Untuk mengatasi persoalan diskriminasi kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Uni Eropa, penyerapan biodiesel di dalam negeri ulai digencarkan.


Hutang Luar Negeri Tembus Rp5.463 Triliun

Hutang Luar Negeri Tembus Rp5.463 Triliun

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat USD 383,3 miliar (sekitar Rp5.463 triliun).


Fintech Jangan Dihambat dengan Regulasi

Fintech Jangan Dihambat dengan Regulasi

Di Indonesia perusahaan teknologi alias fintech jadi bisnis seksi bernilai ratusan triliun rupiah karena menawarkan beberapa layanan.


Nilai Investasi Jalur Sutra Italia dan China Capai Rp80 Triliun

Nilai Investasi Jalur Sutra Italia dan China Capai Rp80 Triliun

Italia dan China menandatangani protokol tidak mengikat untuk membangun jalur sutra.


Revitalisasi 1.037 Pasar Tradisional Dianggarkan Rp1,1 Triliun

Revitalisasi 1.037 Pasar Tradisional Dianggarkan Rp1,1 Triliun

Untuk mendongkrak ekonomi di kelas menengah ke bawah, pemerintah bakal konsisten merevitalisasi pasar tradisional.


Industri Tekstil Dapat Insentif

Industri Tekstil Dapat Insentif

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) akan diidentifikasi untuk meningkatkan kapasitas produksi.


Semen Indonesia Akuisisi Holcim

Semen Indonesia Akuisisi Holcim

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk resmi mengakuisisi PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) senilai Rp 12,96 triliun.


Momentum Andalkan Investasi Dalam Negeri

Momentum Andalkan Investasi Dalam Negeri

Insentif-insentif masih menjadi andalan untuk menggenjot realisasi investasi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!