Ekonomi
Share this on:

Pemerintah Kebut Desain Ekonomi Batam

  • Pemerintah Kebut Desain Ekonomi Batam
  • Pemerintah Kebut Desain Ekonomi Batam

JAKARTA - Kawasan Batam sangat strategis dari sektor perdagangan. Itu membuat investor tidak sedikit membiakkan modal. Karena itu, pemerintah dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP PBPB) Batam menaruh perhatian serius.

Keseriusan pemerintah itu dintunjukkan dengan membahas Konsep Masterplan Batam. Misalnya, model ekonomi, infrastruktur dan tata ruang beserta rencana pengembangan, hingga aspek kebijakan. "Itu supaya makin banyak berminat dan bersemangat menanamkan investasi di Batam," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, di Jakarta, kemarin.

Darmin menyebut perlu skala prioritas dan cluster kawasan ekonomi khusus (KEK) Batam yang final. Cluster itu perlu segera finalisasi terutama menyangku visi, kegiatan dan potensi industri, potensi pariwisata dan sebagainya. "Itu pentingnya finalisasi agar pengembangan tidak terarah," imbuh Darmin.

Sebetulnya, ada beberapa prinsip terkait transformasi Free Trade Zone (FTZ) Batam menjadi KEK Batam. KEK Batam bersifat zonasi (enclave), tidak whole island. Selain itu, penetapan KEK pada cluster sesuai Kawasan Industri yang ada.

Kemudian, pengusaha yang tidak masuk cluster KEK, diberikan opsi untuk pindah ke KEK atau diberikan fasilitas lain seperti di tempat lain dalam daerah Pabean (Kawasan Berikat, Gudang Berikat, Pusat Logistik Berikat (PLB), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan sejenisnya).

Menteri Keuangan (MEnkeu) Sri Mulyani meminta, BP PBPB Batam, Direktorat Jendeal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan stakeholder terkait terus berkoordinasi terutama dalam membuat rencana kerja konkret.

"Perlu timeline jelas dalam masa transisi FTZ menjadi KEK. Mulai dari identifikasi cluster-cluster Kawasan Industri, penyiapan sarana dan prasarana termasuk IT System, business process, penyiapan Sumber Daya Manusia, dan sebagainya," ucap Sri Mulyani.

Sementara itu, Kepala BP PBPB Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menjelaskan integrasi antara Batam, Pulau Bintan dan Pulau Karimun untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7 persen. Tentu didukung rencana pengembangan proyek infrastruktur seperti Bandara Hang Nadim, Waduk Tembesi, Pelabuhan Batu Ampar, Rumah Susun, Tanjung Sauh Container Port Project, Jembatan Batam-Bintan, dan Light Rail Transit (LRT) Batam.

"Peran Batam sangat strategis menganngkat ekonomi Riau dan nasional. Karena itu, butuh model menciptakan harmoni dan saling memperkuat antara perindustrian, perdagangan, pariwisata, logistik, transportasi, dan teknologi digital," tukas Lukita. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tenang, Premium Tersedia Sepanjang Arus Mudik

Tenang, Premium Tersedia Sepanjang Arus Mudik

Pemerintah menargetkan hingga 7 Juni terdapat 571 SPBU yang kembali menyalurkan premium di Jamali (Jawa-Madura-Bali).


Indonesia Serba Tekor, Ekonomi pun Sempoyongan

Indonesia Serba Tekor, Ekonomi pun Sempoyongan

Pejabat-pejabat dan ekonom pemerintahan saat ini diminta untuk menghentikan analisis-analisis yang tak benar tentang kondisi terkini perekonomian indonesia.


Kuartal Kedua Pertumbuhan Mulai Membaik

Kuartal Kedua Pertumbuhan Mulai Membaik

Tingkat konsumsi yang stagnan di level 4,96 persen membayangi pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama lalu.


Surat Utang Sepi Peminat, APBN Masih Aman

Surat Utang Sepi Peminat, APBN Masih Aman

Kinerja penjualan surat berharga pemerintah pada tahun ini lesu.


Libur Panjang Lebaran Ekonomi Tetap Ramai

Libur Panjang Lebaran Ekonomi Tetap Ramai

Libur panjang Lebaran dinilai tidak akan berdampak banyak pada perekonomian.


Atur Harga DMO Gas untuk Pembangkit Listrik

Atur Harga DMO Gas untuk Pembangkit Listrik

Pemerintah tengah mempertimbangkan pengaturan harga DMO (domestic market obligation) gas untuk pembangkit listrik.


Pengembang Berharap Insentif Pemerintah

Pengembang Berharap Insentif Pemerintah

Program sejuta rumah tidak berjalan mulus. Sejumlah kendala mengadang proyek yang digulirkan sejak 2015 silam tersebut.


Kebangkitan Ekonomi untuk Indonesia Raya yang Lebih Baik

Kebangkitan Ekonomi untuk Indonesia Raya yang Lebih Baik

Saat ini, kondisi perekonomian Indonesia sangat bergantung kepada hutang luar negeri.


Percepat Orientasi Ekspor

Percepat Orientasi Ekspor

Ekonomi negara-negara tetangga Indonesia mulai menunjukkan perbaikan.


Utang Negara Tembus Rp4.034,8 Triliun

Utang Negara Tembus Rp4.034,8 Triliun

Jumlah utang pemerintah per akhir Febuari 2018 mencapai Rp4.034,8 triliun, atau 29,24 persen dari PDB.



Populer

fikri lebaran

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!