Ekonomi
Share this on:

Pemilu Sela AS Tunggangi Rupiah

  • Pemilu Sela AS Tunggangi Rupiah
  • Pemilu Sela AS Tunggangi Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus menguat. Saat ini, mata uang garuda itu sudah meninggalkan level psikologis Rp15 ribu per USD. Pada perdagangan Kamis (8/11) rupiah di pasar spot ditransaksikan di kisaran Rp14.540 per USD.

Merujuk kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah diperjualbelikan di pusaran Rp14.651 per USD. Tren penguatan rupiah masih dipengaruhi faktor eksternal. Terutama pemilihan umum (Pemilu) sela AS.

”Itu juga mengurangi tensi perang dagang dan mempengaruhi kondisi global,” tutur Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus di Jakarta, Kamis (8/11).

Tidak dipungkiri hajatan pemilu sela AS mendapat perhatian luas. Tidak hanya dalam negeri, namun juga luar negeri. Termasuk para investor menjadi wait and see. Kondisi global itu membuat tekanan terhadap rupiah berkurang. Itu harus menjadi momentum untuk terus menguatkan rupiah.

”Fundamental ekonomi harus terus diperkuat. Sejauh ini internal belum cukup kuat. Namun, dengan sejumlah kebijakan akan memperkuat fundamental ekonomi,” ulas Heri.

Namun, ia menyarankan kebijakan pemerintah tidak boleh bersifat instan. Atau menaikkan tarif pajak penghasilan (PPh) impor produk-produk kecil. Kebijakan mandatori B20 diharapkan menghemat devisa. Selain itu, pemerintah juga terus mendongkrak kinerja neraca perdagangan.

”Jadi, upaya memperkuat perekonomian harus terus dilakukan. Jangan mentang-mentang rupiah lagi menguat, biasa lagi,” serunya.

Sementara itu, Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan penguatan rupiah tidak lepas dari faktor eksternal dan internal. Untuk faktor eksternal, perang dagang mereda, perundingan AS-China cukup menjanjikan. Kemudian ada Pemilu sela AS.

”Partai demokrat dominan, berarti Trump tidak bisa leluasa seperti sekarang,” tukas Tony.

Faktor eksternal harga minyak dunia Brent turun menjadi USD 72 per barel dari USD 82 per barel. Kemudian Inflasi AS menuju 2,5 persen dari sebelumnya 2,9 persen. Itu berarti The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga seagresif sebelumnya. Tentu itu sangat bagus bagi kurs mata uang seluruh dunia, tidak terkecuali rupiah.

Adapun faktor internal, APBN 2019 disusun dengan asumsi sangat realistis dan kredibel. Kemudian BI mengeluarkan kebijakan domestic non-deliverable forward (DNDF) merupakan fasilitas lindung nilai (hedging). ”Itu sangat menarik bagi investor untuk menaruh valas di Indonesia,” ucap Tony. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Terdorong Permintaan Pasar Domestik

Terdorong Permintaan Pasar Domestik

Kinerja sektor industri agro diproyeksi terdongkrak karena lonjakan permintaan domestik seperti produk makanan dan minuman pada momen pemilihan umum (pemilu).


Tahun Politik, Investasi Properti Masih Menggoda

Tahun Politik, Investasi Properti Masih Menggoda

Menjelang Pemilu 2019, investasi sektor properti dinilai masih sangat menjanjikan.


Rupiah Konsisten Menguat

Rupiah Konsisten Menguat

Pergerakan nilai tukar rupiah terus bergerak positif.


Penguatan Rupiah Masih Banyak Tantangan

Penguatan Rupiah Masih Banyak Tantangan

Stabilitas nilai tukar menjadi pertimbangan penting dalam menyusun belanja modal dan program-program bisnis setahun mendatang.


Positif, Rupiah Terbaik Asia

Positif, Rupiah Terbaik Asia

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menanjak signifikan sepanjang perdagangan kemarin.


Rupiah Loyo Lagi, Jangan Utak-atik Cadangan Devisa

Rupiah Loyo Lagi, Jangan Utak-atik Cadangan Devisa

Bank Indonesia kembali harus melakukan upaya stabilisasi rupiah seiring dengan kembali melemahnya mata uang Garuda.


Tekanan Terhadap Rupiah Mulai Mereda

Tekanan Terhadap Rupiah Mulai Mereda

Setelah cukup lama bertengger di atas Rp15 ribu per USD, nilai tukar rupiah kembali menunjukkan kekuatannya.


Rupiah Belum Bisa Bangkit

Rupiah Belum Bisa Bangkit

Nilai tukar rupiah tidak berkutik dihadapan dolar Amerika Serikat (USD).


Rupiah Rp15.235 Per Dolar, Perbankan Jangan Panik

Rupiah Rp15.235 Per Dolar, Perbankan Jangan Panik

Nilai tukar rupiah terus bergejolak, bahkan makin lemah. Merujuk data Bloomberg, pada penutupan perdagangan kemarin (9/10), rupiah berada di level Rp 15.237,5 p


Katrol Rupiah, CPO Perlu Insentif Ekspor

Katrol Rupiah, CPO Perlu Insentif Ekspor

Pemerintah dinilai perlu memberikan stimulus lebih bagi ekspor minyak sawit mentah (CPO).



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!