Ekonomi
Share this on:

Penguatan Rupiah Masih Bisa Terhambat

  • Penguatan Rupiah Masih Bisa Terhambat
  • Penguatan Rupiah Masih Bisa Terhambat

JAKARTA - Ditunjuknya Jerome Powell sebagai ketua Bank Sentral AS (The Fed) membuat pasar memandang bahwa sikap The Fed cenderung berhati-hati (dovish). Terbukti, rupiah perlahan menguat ke Rp13.500 per USD, kemarin. Dalam beberapa hari terakhir, kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) sempat melemah hingga level terendahnya di Rp13.630 per USD.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengatakan, penunjukan Powell oleh Presiden AS Donald Trump membuat pasar berharap terjadi komunikasi yang baik antara The Fed dan bank-bank sentral lain di dunia. ”Jerome Powell dikenal sebagai sosok yang baik kepribadiannya. Harapannya, ada komunikasi yang baik seperti pada saat Janet Yellen (memimpin The Fed, Red), jadi tidak ada kebijakan yang tiba-tiba (dikeluarkan),” katanya kemarin.

Sementara itu, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyatakan, dalam jangka pendek hingga akhir tahun, meski saat ini sedang menguat, rupiah sebetulnya masih berpotensi melemah di kisaran Rp13.500 hingga Rp13.600 per USD. Penyebabnya, risiko fiskal yang meninggi lantaran potensi penerimaan pajak yang rendah.

Sementara itu, dari eksternal, ada ekspektasi pasar mengenai rencana kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2017 mendatang. ”Shortfall pajak pemicunya. Kalau nanti akhir tahun penerimaan pajak di bawah 90 persen, risikonya besar. Dana asing keluar-masuk masih akan ada,” ujarnya.

Hingga September 2017, penerimaan pajak baru mencapai Rp770 triliun atau 60 persen dari target sebesar Rp1.283,6 triliun. Namun, lanjut Eko, risiko tersebut dapat diredam jika pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 bisa bagus.

Dari sisi bank sentral, Eko menilai, BI sebetulnya masih punya bantalan yang kuat jika rupiah melemah pada akhir tahun nanti. Sebab, cadangan devisa Indonesia mencapai USD 129,4 miliar pada September lalu.

Angka tersebut adalah rekor cadangan devisa tertinggi yang pernah diraih Indonesia sepanjang sejarah. ”Tampaknya, Trump memilih Powell karena dia lebih bisa diajak bekerja sama untuk kebijakan moneter yang mengarah pada perbaikan ekonomi AS,” tuturnya.

Sebelumnya, Trump menunjuk Jerome Powell karena dinilai mempunyai kepribadian yang bijaksana. Jerome Powell dulu meniti karir sebagai investment banker serta bekerja sama dengan Yellen di jajaran dewan gubernur The Fed sejak 2012.

”Dia kuat, berkomitmen, dan cerdas. Dia telah terbukti sebagai pembangun konsensus,” ujar Trump dalam pengumuman penunjukan Powell di Gedung Putih pada Kamis (2/11) waktu setempat atau kemarin WIB seperti dikutip AFP.

Dalam pemilihan gubernur The Fed, Powell bersaing melawan Ketua The Fed Janet Yellen, ekonom Stanford University John Taylor, mantan Gubernur Fed Kevin Warsh, serta Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Gary Cohn. Para analis di AS menilai Powell merupakan sosok yang paling tidak kontroversial daripada para kandidat gubernur yang lain.

Trump dan Powell yang sama-sama berasal dari Partai Republik diyakini akan mampu bekerja sama beriringan dalam memperbaiki perekonomian AS. ”Powell memungkinkan Trump mengubah kepemimpinan Fed tanpa mengubah strategi kebijakan moneter dasar,” kata ekonom University of Oregon Tim Duy. (rin/c25/sof/jpnn)


Berita Sebelumnya

Industri Digital Sukses Go Public
Industri Digital Sukses Go Public

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pelonggaran Uang Muka Berdasar Segmen

Pelonggaran Uang Muka Berdasar Segmen

Rencana pelonggaran aturan loan to value (LTV) belum bisa dikeluarkan Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat.


Importir Masih Sulit Tekan Biaya Logistik

Importir Masih Sulit Tekan Biaya Logistik

Importir masih menghadapi tingginya biaya logistik yang diperkirakan berkontribusi 30–36 persen terhadap total biaya operasional.


Penurunan Bunga Tak Ganggu Likuiditas Bank

Penurunan Bunga Tak Ganggu Likuiditas Bank

Likuiditas perbankan diperkirakan masih aman.


Perbaiki Peringkat yang Masih Merah

Perbaiki Peringkat yang Masih Merah

Indonesia memang telah meraih perbaikan peringkat yang cukup impresif.


Properti Komersial Masih Diminati

Properti Komersial Masih Diminati

Kebutuhan berbisnis di kalangan pelaku usaha masih tinggi. Permintaan terhadap properti komersial pun tidak pernah surut.


Pelanggar K3 Habis Karirnya

Pelanggar K3 Habis Karirnya

Musibah ambrukya konstruksi proyek Tol Pasuruan Probolinggo hingga merenggut nyawa pekerja seharusnya bisa dicegah.


Hanya Rp11 Juta Bisa Bawa Pulang All New Calya

Hanya Rp11 Juta Bisa Bawa Pulang All New Calya

Toyota Nasmoco Tegal memberikan promo spesial pada gelaran Tegal Outomtive Expo 2017 yang diselenggarakan di lantai Atrium Pacifik Mal sejak 17-31 Oktober.


Epson Off-road dan Camping di Kebumen

Epson Off-road dan Camping di Kebumen

Masih sekitar 1.300 kilometer lagi yang harus ditempuh team Epson Indonesia 17th Epson Roadshow.


Market Properti Masih Tumbuh

Market Properti Masih Tumbuh

Pengembang properti Intiland Development (DILD) sukses mencatat penjualan (marketing sales) Rp3 triliun.


Rating Utang RI Bisa Membaik

Rating Utang RI Bisa Membaik

Standard & Poor's (S&P) berpeluang menaikkan lagi rating utang Indonesia.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!