Ekonomi
Share this on:

Penurunan Bunga Tak Ganggu Likuiditas Bank

  • Penurunan Bunga Tak Ganggu Likuiditas Bank
  • Penurunan Bunga Tak Ganggu Likuiditas Bank

JAKARTA - Likuiditas perbankan diperkirakan masih aman. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) rate yang turun 25 basis poin (bps) pada simpanan rupiah di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPS) diyakini tidak akan lantas menurunkan simpanan di bank. Pekan lalu, bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum diumumkan turun menjadi 5,75 persen, sedangkan di BPR 8,25 persen.

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo menuturkan, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) cukup baik. Per Agustus 2017, DPK berjumlah Rp 4.236 triliun atau naik 9,6 persen daripada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp3.858 triliun. Di samping itu, memang BI telah menurunkan suku bunga BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR) pada September lalu.

Transmisi penurunan suku bunga acuan tersebut pada bunga simpanan masih diperlukan. ”Pada 2018, pertumbuhan DPK diperkirakan antara 9 sampai 11 persen,” ujarnya akhir pekan lalu.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menyatakan, pertumbuhan DPK memang cukup tinggi. Namun, dia tidak melihat adanya risiko perebutan dana antara bank besar dan bank kecil.

Sejak BI-7DRRR turun 25 bps pada September lalu, secara berurutan deposito special rate bank umum kelompok usaha (BUKU) 4 (bank bermodal besar) telah turun 37 bps. Sementara itu, BUKU 1 turun 25 bps, BUKU 3 sebanyak 23 bps, dan BUKU 2 menipis 10 bps.

BUKU 4 dan 3 mengalami penurunan suku bunga simpanan yang cukup cepat. BUKU 1 dan 2 juga telah menurun. Namun, masih banyak bank yang memberikan bunga deposito di atas bunga penjaminan LPS.

”BUKU 1 dan 2 ada yang masih berani kasih bunga 7 hingga 8 persen, sedangkan BUKU 3 dan 4 sudah 5–6 persen. Disparitasnya cukup lebar,” tuturnya.

Menurut Halim, bank kecil akan segera menurunkan suku bunga simpanan atau menyesuaikan bunga kreditnya untuk tetap bertahan. Likuditas dinilai cukup aman karena perekonomian Indonesia diperkirakan berpotensi membaik.

Halim tidak melihat adanya potensi penarikan dana yang terlalu besar pada kuartal IV tahun ini. (rin/c25/sof/jpnn)


Berita Sebelumnya

Harga Cabai Berangsur Membaik
Harga Cabai Berangsur Membaik

Berita Berikutnya

Perkuat Usaha Entrepreneur
Perkuat Usaha Entrepreneur

Berita Sejenis

Swasta Tak Bisa Beli Saham Freeport

Swasta Tak Bisa Beli Saham Freeport

PT Freeport Indonesia, akan bekerja sama dengan BUMD pemerintah Provinsi Papua, yakni PT Papua Divestasi Mandiri, pengambilan saham 10 persen porsi daerah.


2018, Tahun yang Tepat Untuk Investasi

2018, Tahun yang Tepat Untuk Investasi

Pelaksanaan media briefing dengan tema Macro Economic Outlook and Investment Strategy 2018 yang di adakan oleh PT Bank Commonwealth Bank.


Pacu Bisnis Syariah di Timur

Pacu Bisnis Syariah di Timur

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus melakukan ekspansi ke Indonesia bagian Timur.


BPR Transformasi ke Ekonomi Digital

BPR Transformasi ke Ekonomi Digital

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) melakukan transformasi dengan meningkatkan layanan berbasis digital.


Pengembang Perumahan Minta Bunga Lebih Rendah

Pengembang Perumahan Minta Bunga Lebih Rendah

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), meminta ada perbedaan penerapan bunga konstruksi.


Makin Banyak Biayai Perumahan

Makin Banyak Biayai Perumahan

Bank Tabungan Negara (BTN) siap membuka ruang untuk kembali menyalurkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).


MUFG Akuisisi Danamon

MUFG Akuisisi Danamon

Sebagian saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) akan beralih kepemilikan.


Genjot Ekspor, Prioritaskan Sektor Budi Daya

Genjot Ekspor, Prioritaskan Sektor Budi Daya

Pengembangan budi daya perikanan menjadi kunci untuk mendongkrak ekspor pada 2018. Selama ini, setiap tahun ekspor perikanan menunjukkan tren penurunan.


Laba Bank Syariah Masih Tumbuh

Laba Bank Syariah Masih Tumbuh

Pendapatan industri perbankan syariah lesu. Pada kuartal III 2016, perbankan syariah mencatat pendapatan Rp23,56 triliun.


Bangun Ekonomi Kreatif dengan Buku

Bangun Ekonomi Kreatif dengan Buku

Perkembangan teknologi digital tak membuat buku tersingkirkan. Masih banyak ide kreatif yang bisa diakses dengan buku.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!