Ekonomi
Share this on:

Penutupan Giant karena Kalah Bersaing

  • Penutupan Giant karena Kalah Bersaing
  • Penutupan Giant karena Kalah Bersaing

JAKARTA - Setelah bungkam, akhirnya Direktur PT Hero Supermarket Hadrianus Wahyu Trikusumo buka suara terkait penutupan enam toko Giant di sejumlah tempat di Jabodetabek.

Hadrianus mengungkapkan, salah satu faktor utama penutupan adalah lantaran tidak mampu bersaing dalam bisnis ritel makanan yang beberapa terakhir ini mengalami perubahan pola belanja konsumen.

"Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan karena pola belanja konsumen. Untuk itu, kami harus mengubah dan menyegarkan kembali penawaran untuk pelanggan dan memastikan kualitas serta meningkatkan produktivitas toko demi keuntungan pelanggan dan keamanan rekan kerja kami," ujar dia di Jakarta, kemarin (25/6).

Lanjut Hadrianus, penutupan juga untuk memperkuat bisnis ritel pada anak usaha lainnya seperti Guardian Health Beauty dan IKEA.

"Selain memperkuat bisnis makanan, kamu juga terus mengembangkan bisnis kami lainnya agar lebih baik, yaitu Guardian Health Beauty dan IKEA," kata dia menjelaskan.

Meskipun Giant tutup, pihaknya menanggapi hal itu sebagai sebuah tantangan bagaimana agar Giant yang masih ada dan bisnis lainnya bisa tetap eksis ke depannya dalam waktu panjang.

"Perubahan ini tidak berarti tanpa tantangan dan kami telah berkomunikasi dengan semua rekan kerja. Penyesuaian ini sebagai bentuk komitmen jangka panjang bisnis kami di Indonesia dan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berubah dengan cepat," tutur Hadrianus.

Mengenai bagaimana nasib dengan ratusan pegawainya, Hadrianus memastikan akan memperlakukan pegawai dengan adil dan penuh rasa hormat. Dia tidak menjelaskan secara detil bagaimana pesangon dan sebagainya bagi pegawainya yang kena PHK.

"Kami telah mengkomunikasikan hal ini dengan jelas kepada rekan kerja dan telah berusaha seoptimal mungkin untuk memperlancar transisi, serta memperlakukan semua dengan adil dan penuh rasa hormat," ucap dia.

Padahal, para karyawan Giant kebingungan atas nasib mereka. Hal itu seperti diutarakan salah satu pegawai Giant Ekstra Wisma Asri, Bekasi Utara, yang enggan menyebutkan namanya yang ditawarkan untuk pensiun dini.

Dia telah bekerja selama lima tahun di Giant Bekasi. Selain pensiun dini, ada juga pegawai lain yang ditawarkan PHK dengan pesangon sesuai masa kerja.

"Ada juga yang ditawarkan untuk pindah ke Giant di Cikeas dan SCBD, tapi itu jauh dari tempat tinggal," kata dia.

Sementara di Giant Ekspres Mampang, Jakarta Selatan, para pegawai menutup rapat-rapat soal nasib mereka. Keengganan mereka terbuka kepada awak media karena atas perintah atasan mereka.

Soal Supermarket Giant tutup di beberapa tempat, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan hal tersebut karena adanya persaingan yang sangat ketat dalam ritel makanan.

Untuk itu dia meminta, para pekerja yang terkena PHK agar mempersiapkan diri dalam persaingan yang semakin ketat saat ini. Adalah meningkatkan skill agar dapat diterima dengan mudah dalam pekerjaan yang baru.

"Jadi antara yang hilang dan yang tumbuh itu akan selalu muncullah. Makanya buat kita yang penting bagaimana kita mempersiapkan tenaga kerja kita di tengah perubahan sekarang ini karena kalau nggak ya tentu repot," ujar Hanif.

Ekonom INDEF Ahmad Tauhid menilai tutupnya Giant lantaran kalah dengan gempuran-gempuran minimarket modern atau toko offline yang menawarkan harga bersaing.

"Ini juga menjadi ancaman bagi group-group ritel besar lainnya mengingat secara umum, pertumbuhannya Januari-Mei 2019 rata-rata sebesar 8,4 persen, namun beberapa tahun sebelumnya pertumbuhan ritel biasanya di atas 10 persen," kata Tauhid.

Berdasarkan data dari Giant, saat ini total ada 125 toko Giant yang tersebar di Indonesia. Dengan ditutupnya enam toko pada per 28 Juli, maka tinggal 119 toko di seluruh Indonesia.

Adapun enam Giant yang yang bakal tutup adalah Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri. (fin/ima)


Berita Sejenis

Pertamina Ketakutan Masyarakat Tinggalkan BBM karena Mobil Listrik

Pertamina Ketakutan Masyarakat Tinggalkan BBM karena Mobil Listrik

Rencana kehadiran mobil listrik mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi)


E-Commerce Bukan Penyebab Toko Ritel Tutup

E-Commerce Bukan Penyebab Toko Ritel Tutup

Beberapa waktu lalu konsumen Indonesia dikejutkan dengan penutupan sejumlah toko ritel.


Rontoknya Giant, Dampak Perubahan Pola Belanja

Rontoknya Giant, Dampak Perubahan Pola Belanja

Persaingan ritel yang semakin ketat menjadi alasan Giant menutup enam gerai di wilayah Jakarta, Depok, dan Bekasi.


Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Giant Tutup, Menaker Singgung Perubahan Teknologi dan Informasi

Supermarket Giant akan tutup di beberapa kawasan di Jabodetabek. Ada enam gerai yang akan tutup mulai akhir Juli 2019.


Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

Kalah Bersaing, Supermarket Giant Tutup

Munculnya ritel-ritel modern dengan harga yang menarik, dan kehadiran toko offline membuat supermarket Giant tutup di beberapa titik.


Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

Tidak lama pemerintah mengeluarkan wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia, ternyata sudah ada tiga maskapai asing yang siap bersaing.


Polemik Impor Ikan Asin

Polemik Impor Ikan Asin

Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena dikelilingi oleh perairan yang sangat luas dan pulau yang cukup banyak.


Pernyataan Sandi Soal Kartel di Sektor Pangan Berbahaya

Pernyataan Sandi Soal Kartel di Sektor Pangan Berbahaya

Pernyataan Cawapres 02 Sandiaga Uno yang menyebutkan ketahanan pangan masih kurang baik karena 94 persen dikuasai kartel, mulai mementik reaksi.


Aplikator Permainkan Tarif, Driver Ojol Mogok Narik

Aplikator Permainkan Tarif, Driver Ojol Mogok Narik

Pengemudi atau driver ojek online (ojol) akan mogok, Senin (6/5) hari ini, karena aplikator dianggap telah mempermainkan tarif.


Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Sampai saat ini kinerja investasi Indonesia masih rendah, karena banyaknya aturan yang diberlakukan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!