Ekonomi
Share this on:

Perajin Tenun Goyor Butuh Perhatian

  • Perajin Tenun Goyor Butuh Perhatian
  • Perajin Tenun Goyor Butuh Perhatian

MENENUN – Warga Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, melakukan aktivitas tenun, Selasa (9/5).(k anam s/radar tegal)

TALANG - Tenun Goyor yang merupakan warisan kebudayaan terus mengalami perkembangan, mulai dari produksi, pola atau gambar, warna, merek dagang, dan harga. Saat ini, Tenun Goyor tidak hanya sekadar selembar kain atau sarung belaka, melainkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan menyerap tenaga kerja.

Namun, Tenun Goyor yang sudah menembus pasar ekspor ke Timur Tengah dan Afrika masih membutuhkan perhatian Pemerintah Daerah (Pemda). Kini, Tenun Goyor dihadapkan dengan persoalan sumber daya manusia (SDM). Perajin Tenun Goyor di Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, misalnya, mayoritas telah berusia lanjut, sehingga membutuhkan regenerasi.

Regenerasi diperlukan karena peran SDM dalam usaha ini sangat sentral. Ini mengingat proses produksi Tenun Goyor masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), yang digerakkan oleh manusia secara manual. Selanjutnya, Pemda perlu memfasilitasi pelatihan untuk meningkatkan kemampuan perajin. Pelatihan seperti ini, sebenarnya pernah diberikan beberapa tahun silam.

“Namun, sekarang belum ada lagi,” kata salah satu perajin Tenun Goyor di Desa Kaladawa, Miftah, 61, saat ditemui Radar di sela-sela aktivitas menenunnya, Selasa (9/5). Permasalahan lainnya yang paling dirasakan oleh perajin juga adalah soal pemasaran. Dalam ajang-ajang promosi yang diadakan Pemda contohnya, Tenun Goyor seolah tenggelam oleh Batik Tegalan.

Di samping itu, perajin juga dihadapkan dengan problem bahan baku, yakni benang. Seperti diketahui, angka impor bahan baku tekstil seperti benang masih besar nilainya daripada nilai ekspor. Akibatnya, muncul kebijakan terhadap barang-barang impor. Padahal, mayoritas perajin menggunakan benang dari China dan India yang harganya tidak murah.

Berikutnya, adalah permasalahan limbah dari sisa pencelupan benang dengan pewarna kimia. Apabila dialirkan ke sungai, dapat menimbulkan pencemaran dan kerusakan ekosistem. Para perajin berharap Pemda tergerak memberikan perhatian. Sehingga, Tenun Goyor bisa terus eksis dan menjadi penggerak roda perekonomian, yang mampu membuka banyak lapangan pekerjaan. (nam/wan/adv)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sukses menyita perhatian konsumen tanah air dengan jajaran produk elektronik yang diproduksi dalam negeri dengan menguasai lebih dari 25 persen.


Jepang Butuh Tenaga Kerja Produktif

Jepang Butuh Tenaga Kerja Produktif

Meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di Jepang menjadi peluang bagi Indonesia.


Ekspor Batik Naik USD 52,4 Juta

Ekspor Batik Naik USD 52,4 Juta

Industri tenun dan batik terus mendapat tempat di hati warga dunia.


Bebaskan Batuk dengan Komix Herbal

Bebaskan Batuk dengan Komix Herbal

Gaya hidup sehat menjadi perhatian masyarakat yang bisa dilakukan salah satunya memilih makanam yang sehat, olahraga yang teratur serta memilih produk-produk be


EBT Butuh Perhatian Pemerintah

EBT Butuh Perhatian Pemerintah

Pemerintah belum berhasil menciptakan iklim fiskal dan kebijakan yang kondusif untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT).


Butuh Dorongan Investasi-Ekspor, Pemerintah Godok Aturan Baru

Butuh Dorongan Investasi-Ekspor, Pemerintah Godok Aturan Baru

Pertumbuhan investasi dan ekspor sedang melambat. Hal itu terlihat dari investasi pada kuartal III 2018 yang realisasinya Rp173,8 triliun.


Implementasi Butuh Payung Hukum

Implementasi Butuh Payung Hukum

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital, pemerintah diharapkan dinamis dalam mengembangkan regulasi untuk memayungi implementasi teknologi.


Butuh Realisasi, Bukan Rencana

Butuh Realisasi, Bukan Rencana

Rencana pemerintah menghadirkan sektor hilirisasi untuk komoditas seperti minyak kelapa sawit disambut positif para pengusaha Kaltim.


Tekan Impor Kedelai untuk Tempe di 2022

Tekan Impor Kedelai untuk Tempe di 2022

Sejumlah organisasi asing menaruh perhatian atas ketergantungan impor kedelai Indonesia.


PT Lakumas Dukung Industri Tenun ATBM

PT Lakumas Dukung Industri Tenun ATBM

Berdiri pada 1998 di Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati merupakan satu-satunya pabrik pemintalan di Tegal.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!