Ekonomi
Share this on:

Perang Dagang Amerika Serikat dengan Cina Kembali Memanas

  • Perang Dagang Amerika Serikat dengan Cina Kembali Memanas
  • Perang Dagang Amerika Serikat dengan Cina Kembali Memanas

BEIJING - Tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Cina kembali memanas. Pasalnya, Presiden AS Donald Trump mengancam, akan menjatuhkan tarif tambahan 10 persen senilai 300 miliar dolar AS terhadap impor Cina terhitung mulai 1 September mendatang.

Langkah tersebut, secara signifikan bakal meningkatkan perang dagang antar kedua ekonomi terbesar dunia, sekaligus mengguncang pasar keuangan global. Trump juga mengancam, peningkatan tarif lebih lanjut apabila Presiden China Xi Jinping tak mampu bergerak cepat mencapai kesepakatan perdagangan.

Menanggapi ancaman itu, Kementerian Luar Negeri Cina juga mengancam, negaranya akan mengambil aksi balasan jika Amerika Serikat bertekad menetapkan tarif baru terhadap produk Cina. "Cina tidak menginginkan perang dagang, namun tidak takut untuk berperang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying, Sabtu (3/8) kemarin.

Sementar itu, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, mewaspadai dampak penerapan tarif impor tambahan oleh Amerika Serikat (AS) untuk barang-barang Cina terhadap perkembangan ekonomi dalam negeri. "Kami harus waspada kemungkinan terjadi perang dagang yang eskalasinya sudah disampaikan dalam satu tahun terakhir ini," ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, menyebut kondisi perang dagang AS-China juga akan mempengaruhi kinerja ekspor dan impor Indonesia. Maka itu, seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perlu memperkuat perdagangan di dalam negeri.

"Jadi harus tetap fokus kepada domestik untuk mengatasi potensi pelemahan," imbuhnya.

Walau demikian, Sri Mulyani menyatakan, skenario terburuk dari perang dagang sudah masuk dalam perhitungan prediksi pertumbuhan global tahun ini dan 2020 mendatang. "Skenario terburuk dari kondisi perang dagang AS dan china itu sudah masuk dalam perhitungan pelemahan ekonomi tahun ini," pungkasnya. (der/zul/rts/fin)


Berita Sejenis

Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Dua perusahaan raksasa minyak asal Amerika Serikat (AS), yakni Exxon Mobil dan Chevron dikabarkan bakal hengkang dari Indonesia.


PNM Gelar Pelatihan Program Literasi Asuransi Sejuta Polis Untuk Negeri

PNM Gelar Pelatihan Program Literasi Asuransi Sejuta Polis Untuk Negeri

Dalam rangka memperingati Hari Asuransi Nasional, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersinergi dengan Dewan Asuransi Indonesia (DAI)


Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun dari 3,5 persen menjadi 3 persen pada 2019.


Amnesti Pajak Sempat Dicurigai Kembali ke Asing

Amnesti Pajak Sempat Dicurigai Kembali ke Asing

Repatriasi amnesti pajak tahap pertama selesai pada September 2019 selesai.


NTM Tak Jalan, Impor Baja dan Tekstil Seolah Tak Terbendung

NTM Tak Jalan, Impor Baja dan Tekstil Seolah Tak Terbendung

Kebijakan Non Tariff Measuser (NTM), sepertinya tak berjalan dengan efektif. Karena impor baja dan tekstil seolah tak terbendung di dalam negeri.


Surutnya Keyakinan Konsumen Tak Menekan Daya Beli Masyarakat

Surutnya Keyakinan Konsumen Tak Menekan Daya Beli Masyarakat

Di tengah kondisi global mengalami pelemahan, perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat (AS) belum reda,


Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Di tengah kondisi perekonomian global yang melambat, dan ditambah perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat yang tak kunjung mereda


Free Fire Dipertandingkan, Telkomsel Beri Kesempatan Gamers Unjuk Kemampuan

Free Fire Dipertandingkan, Telkomsel Beri Kesempatan Gamers Unjuk Kemampuan

Telkomsel melalui Dunia Games kembali membuka kesempatan bagi para gamers Indonesia untuk mengakselerasikan kemampuan di bidang mobile gaming


Kalah Bersaing, PepsiCo Cabut dari Indonesia

Kalah Bersaing, PepsiCo Cabut dari Indonesia

PT Anugrah Indofood Barokah Makmur (AIBM) resmi memutus kerja sama dengan PepsiCo, produsen minuman ringan berkarbonasi


Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Rujuk

Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Rujuk

Selang sehari Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air memutuskan untuk berpisah, kemarin keduanya sepakat kembali menjalin kerja sama.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!