Ekonomi
Share this on:

Perang Teknologi Rugikan Bisnis Online di Indonesia

  • Perang Teknologi Rugikan Bisnis Online di Indonesia
  • Perang Teknologi Rugikan Bisnis Online di Indonesia

JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China berubah ke perang teknologi. Ekonom Indef meminta pemerintah Indonesia mewaspadai dampak yang terjadi akibat perang tersebut.

Ekonom Indef, Eko Listiyanto mengatakan, perang dagang teknologi ini harus diwaspadai Indonesia. Artinya Indonesia harus mulai menguasai teknologi agar tidak kena dampak dari perang itu sendiri.

"Secara keseluruhan perang dagang yang menjalar ke perang teknologi ini harusnya menyadarkan Indonesia akan pentingnya menguasai teknologi, karena ternyata begitu terjadi perselisihan di bidang ekonomi seperti yang terjadi antara AS-China saat ini berimbas pada pemboikotan penggunaan produk-produk berteknologi," ujar Eko kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (27/5) kemarin.

Menurut Eko, meskipun dampaknya tidak terlalu besar, namun akan merugikan bisnis online yang tengah berkembang saat ini. "Dampaknya bagi Indonesia, meskipun kemungkinannya kecil bahwa Indonesia akan mengikuti langkah AS memboikot penggunaan produk-produk Huawei (salah satu perusahaan yg sedang terimbas perang dagang), tetapi tetap kondisi perang teknologi ini merugikan perkembangan bisnis online di Indonesia," papar Eko.

Lanjut Eko, perang dagang akan membuat pembeli menjali lebih selektif untuk memilih produk yang ingin dibelinya.

"Minimal, pembeli akan lebih selektif memilih produk-produk berteknologi dengan berusaha memilih produk yg tidak sedang dibatasi atau dilarang penjualannya," kata Eko.

Dilansir dari New York Times, Senin (27/5), AS resmi mendeklarasikan perang teknologi atau fokus pada surveillance atau perang menghadapi penyadapan. Korban pertamanya adalah Huawei Technologies yang dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist). Artinya, mereka harus mendapatkan lisensi dari AS untuk berbisnis dengan perusahaan AS.

Kemudian, saat ini AS tengah memantau Hikvision, yakni perusahaan pembuat video. Juru bicara Hikvision mengatakan sejak Oktober 2018 telah berusaha menyelesaikan masalah ini dengan AS. Bahkan sampai menyewa ahli hak asasi manusia untuk memberikan masukan kepada perusahaan.

Kabar yang berkembang di AS, China sebagai ancaman ekonomo dan geopolitik, karenanya AS tengah memantau perkembangan industri surveillance China. Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo mengatakan bisnis e-commerce di Indonesia di tahun 2019 telah mencapai lebih dari 23 miliar dolar AS atau naik 114 persen dari tahun sebelumnya. Hal itu berdasarkan data research Temasek dan Google.

"Google dan Temasek memprediksi naik dua kali lipat dalam enam tahun ke depan, atau mencapai 53 miliar dolar AS di 2025. Itu sekitar Rp700 triliun lah kira-kira, besar sekali," kata Jokowi.

Karenanya, untuk mendukung hal ini, kata Jokowi, harus membangun produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia lebih berkualitas. Adapun jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai 56 juta UMKM. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Akhirnya BPJS Kesehatan Diaudit
Akhirnya BPJS Kesehatan Diaudit

Berita Sejenis

Pidato Jokowi Usai Pelantikan Disesalkan Ekonom, Kenapa?

Pidato Jokowi Usai Pelantikan Disesalkan Ekonom, Kenapa?

Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap pada 2045 Rp27 juta per bulan


Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Dua perusahaan raksasa minyak asal Amerika Serikat (AS), yakni Exxon Mobil dan Chevron dikabarkan bakal hengkang dari Indonesia.


PNM Gelar Pelatihan Program Literasi Asuransi Sejuta Polis Untuk Negeri

PNM Gelar Pelatihan Program Literasi Asuransi Sejuta Polis Untuk Negeri

Dalam rangka memperingati Hari Asuransi Nasional, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersinergi dengan Dewan Asuransi Indonesia (DAI)


Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun dari 3,5 persen menjadi 3 persen pada 2019.


Sembilan Bulan, Neraca Perdagangan RI Masih Tekor

Sembilan Bulan, Neraca Perdagangan RI Masih Tekor

Neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga September masih belum menunjukkan perbaikan.


Sharp Indonesia Beri Sentuhan Baru pada Tampilan SMSS

Sharp Indonesia Beri Sentuhan Baru pada Tampilan SMSS

Unggul dalam layanan purna jual, PT Sharp Electronics Indonesia terus menyempurnakan armada layanan purna jual yang dimiliki


Pertumbuhan Ekonomi Digital Bantu Geliatkan Investasi

Pertumbuhan Ekonomi Digital Bantu Geliatkan Investasi

Perkembangan ekonomi digital di Tanah Air cukup tumbuh secara signifikan. Hal itu bisa mendorong investor asing menanamkan modalnya ke Indonesia.


Daya Saing Anjlok Akibat SDM Rendah

Daya Saing Anjlok Akibat SDM Rendah

Menurunnya daya saing Indonesia, berdasarkan sebuah lembaga survei internasional, World Economic Forum (WEF), di mana Indonesia dari posisi 45 menjadi 50.


Menteri Keuangan Nilai Teror Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Nilai Teror Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Sejumlah ekonom sebagian besar menyebutkan insiden penusukan terhadap Menko Polhukam, Wiranto, bakal memengaruhi perekonomian di Indonesia.Sejumlah ekonom sebag


Inflasi Lebih Rendah dari Bulan Lalu, Kenapa?

Inflasi Lebih Rendah dari Bulan Lalu, Kenapa?

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil survei pemantauan harga (SPH) di sejumlah wilayah, tercatat inflasi minggu kedua Oktober 2019 sebesar 0,04 persen.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!