Ekonomi
Share this on:

Percepat Orientasi Ekspor

  • Percepat Orientasi Ekspor
  • Percepat Orientasi Ekspor

BATAM - Ekonomi negara-negara tetangga Indonesia mulai menunjukkan perbaikan. Agar tidak tertinggal, Indonesia juga harus memperkuat struktur perekonomian dan menjaga stabilitas makroekonomi.

Untuk mencapai keduanya, neraca berjalan setidaknya harus surplus. Salah satu strategi penting yang perlu dilakukan adalah percepatan pengembangan industri berorientasi ekspor, baik padat karya maupun berteknologi tinggi.

Hal-hal tersebut menjadi bahasan dalam rapat koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia (BI). Gubernur BI Agus Martowardojo menguraikan, rapat koordinasi tersebut mengidentifikasi empat arah kebijakan utama untuk mempercepat pengembangan industri berorientasi ekspor.

Pertama, pengembangan kawasan industri secara menyeluruh, didukung insentif yang memadai dan infrastruktur yang berkualitas.

”Kemudian, penyediaan sumber daya manusia yang mampu mengimbangi aplikasi teknologi dan inovasi di manufaktur. Ketiga, perluasan akses pasar melalui perjanjian perdagangan. Dan, yang terakhir, keterkaitan industri domestik dengan rantai nilai global,” terangnya di Hotel Radisson, Batam, kemarin (13/4).

Agus melanjutkan, ada empat langkah strategis yang bakal diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang konsisten. Di antaranya, pemberian kemudahan perizinan dan insentif fiskal, yakni dengan percepatan implementasi program online single submission yang terintegrasi antara pusat dan daerah.

”Kemudian penyediaan insentif fiskal yang mencakup kegiatan ekspansi bisnis, industri pionir, e-commerce, UMKM kawasan industri, kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, serta kawasan ekonomi khusus. Juga penyesuaian tarif bahan baku dan barang impor mesin yang memberikan insentif berkembangnya industri manufaktur,” terang Agus.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pemerintah juga akan menurunkan biaya logistik industri domestik melalui peningkatan kapasitas dan efisiensi infrastruktur konektivitas, air, serta listrik. Selain itu, pemerintah bakal mendukung penuh penyediaan tenaga kerja dengan skill yang sejalan dengan kebutuhan perkembangan teknologi dan otomasi proses produksi. (ken/c25/sof/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Moody's Naikkan Rating Lima BUMN
Moody's Naikkan Rating Lima BUMN

Berita Sejenis

Peluang Ekspor Masih Terbuka Lebar

Peluang Ekspor Masih Terbuka Lebar

Kendati secara umum sektor peternakan Indonesia terus meningkatkan, sejak 2015-2017. Namin peluang ekspor masih terbuka lebar.


Ekspor Membaik, Surplus USD 1,09 Miliar

Ekspor Membaik, Surplus USD 1,09 Miliar

Kinerja negatif neraca dagang Indonesia tidak berlanjut.


Bea Impor Normal, Pelaku Industri Sawit Optimistis

Bea Impor Normal, Pelaku Industri Sawit Optimistis

Industri kelapa sawit domestik menghadapi tantangan berat. Itu menyusul pengenaan bea impor cukup tinggi negara tujuan ekspor.


Nilai Ekspor Awal Tahun Menjanjikan

Nilai Ekspor Awal Tahun Menjanjikan

Nilai ekspor Indonesia Januari 2018 tercatat USD 14,45 miliar. Angka itu menanjak 7,86 persen dibanding periode sama edisi 2017.


Wajib Pakai Kapal Nasional, Pengusaha Batubara Keberatan

Wajib Pakai Kapal Nasional, Pengusaha Batubara Keberatan

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) khawatir tentang aturan kewajiban pemakaian kapal nasional untuk ekspor dan impor.


Ekspor-Impor Wajib Pakai Kapal Lokal

Ekspor-Impor Wajib Pakai Kapal Lokal

Kementrian Perdagangan (Kemendag) mewajibkan penggunaan kapal lokal untuk ekspor batu bara, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan impor beras.


Perkuat Industri Berbasis Sumber Daya Alam

Perkuat Industri Berbasis Sumber Daya Alam

Ekspor 2017 masih bisa tumbuh 9,09 persen. Namun, kinerja tersebut masih kalah apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga.


Industri Butuh Jaminan Bahan Baku

Industri Butuh Jaminan Bahan Baku

Kinerja ekspor Indonesia tengah disorot, karena relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga.


Ekspor Lemah karena Tak Ikut Supply Chain

Ekspor Lemah karena Tak Ikut Supply Chain

Presiden Joko Widodo kecewa dengan kinerja ekspor yang masih kalah oleh negara-negara lain.


Percepat Distribusi Pupuk Bersubsidi

Percepat Distribusi Pupuk Bersubsidi

PT Pupuk Indonesia (Persero) mempercepat dan mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!