Ekonomi
Share this on:

Perluas Pasar Elpiji Nonsubsidi

  • Perluas Pasar Elpiji Nonsubsidi
  • Perluas Pasar Elpiji Nonsubsidi

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berencana meluncurkan produk liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg untuk menggaet pasar konsumen yang selama ini tidak berhak menerima subsidi. Produk bernama Bright Gas 3 kg tersebut diharapkan dapat memperluas pasar elpiji non-PSO (public service obligation) sebesar 2–4 persen tahun depan.

SVP Nonfuel Marketing PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora menyatakan, untuk tahap awal, pihaknya menargetkan bisa menggaet pasar pengguna elpiji 3 kg PSO beralih ke Bright Gas 3 kg.

”Tetapi, karena masih penetrasi pasar, targetnya belum besar. Saat ini masih uji coba untuk melihat perilaku konsumen, apakah mereka memang berminat membeli elpiji 3 kg nonsubsidi,” ujarnya, kemarin.

Selama ini konsumsi memang didominasi elpiji 3 kg PSO. Pertamina mencatat, dari total permintaan elpiji sebanyak 7,5 juta metrik ton per tahun, konsumsi elpiji 3 kg PSO mendominasi, yakni 6,7 juta metrik ton.

Sisanya, sebanyak 800 ribu metrik ton, merupakan elpiji non-PSO. ”Kami benar-benar ingin mengambil pasar dari konsumen yang seharusnya tidak berhak mengonsumsi elpiji 3 kg PSO. Sebab, dengan distribusi terbuka seperti sekarang, memang konsumen nonsubsidi tetap boleh membeli,” jelas Basuki.

Produk terbaru tersebut rencananya diluncurkan pada pertengahan 2018 mendatang. ”Untuk harganya mengikuti CPA yang kami punya. Per satuan kilogramnya kami samakan dengan Bright Gas 5,5 kg, yakni Rp10-11.000 per kilogram,” terangnya.

Pada tahap awal, Pertamina baru menyasar Pulau Jawa. Perseroan juga akan mengoptimalkan pemasaran agar produk tersebut dapat menjangkau konsumen seluas-luasnya. ”Kuncinya adalah ketersedian di lapangan agar orang yang butuh tidak kesulitan mencari dan konsumen memiliki keinginan untuk membeli,” imbuhnya.

Pertamina mengklaim bahwa tingkat keamanan Bright Gas 3 kg lebih baik daripada elpiji 3 kg PSO dan setara dengan Bright Gas 5,5 kg. Yakni, menggunakan katup tabung double spindle. Bukan single spindle seperti pada elpiji 3 kg PSO.

Permintaan elpiji tahun depan diprediksi meningkat 5 persen daripada tahun ini. ”Ekonomi tumbuh, maka permintaan elpiji juga tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, adanya program pemerintah untuk melakukan konversi penggunaan BBM (bahan bakar minyak, Red) ke BBG (bahan bakar gas) untuk kapal nelayan 5 gross tonnage mendorong permintaan elpiji,” tandas Basuki. (vir/c25/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pengusahs Sawit Mulai Bidik Pasar Alternatif

Pengusahs Sawit Mulai Bidik Pasar Alternatif

Kebijakan bea masuk tinggi dari sejumlah mitra dagang dinilai menjadi biang kerok jatuhnya ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia.


Film Indonesia Tembus Pasar Internasional

Film Indonesia Tembus Pasar Internasional

PT MD Pictures siap go international. Rencananya, production house itu berekspansi ke pasar film Tiongkok, Korea Selatan, dan Hollywood di AS.


Dana Asing Kembali Masuk Pasar

Dana Asing Kembali Masuk Pasar

Kepercayaan investor asing kepada Indonesia kembali meningkat.


Perluas Market di Negara Tujuan Ekspor

Perluas Market di Negara Tujuan Ekspor

Market produk makanan ringan di dalam negeri cenderung stagnan tahun ini.


Gencar Lakukan Edukasi Investasi

Gencar Lakukan Edukasi Investasi

Pemimpin baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi akan membawa pasar modal menjadi pilihan investasi bagi masyarakat.


Elpiji 3 Kg Nonsubsidi Dipasarkan setelah Lebaran

Elpiji 3 Kg Nonsubsidi Dipasarkan setelah Lebaran

Produk elpiji tiga kilogram (3 kg) nonsubsidi akan diluncurkan setelah Lebaran.


Rupiah Melemah, Tak Ada Pilihan selain Bunga Naik

Rupiah Melemah, Tak Ada Pilihan selain Bunga Naik

Untuk meredam gejolak di pasar keuangan, Bank Indonesia (BI) tidak memiliki pilihan selain menaikkan suku bunga acuan.


Harga Rumah Terus Naik

Harga Rumah Terus Naik

Harga properti residensial di pasar primer terus meningkat. Berdasar survei Bank Indonesia (BI)


Pasar Tanggapi Dingin Kenaikan Rating

Pasar Tanggapi Dingin Kenaikan Rating

Pasar modal Indonesia tidak cukup bergairah dalam merespons kenaikan peringkat utang dari Moody’s.


Perluas Lahan Produksi Kopi

Perluas Lahan Produksi Kopi

Lahan pertanian kopi di Jawa Timur terus diperluas. Itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan dan peningkatan produksi kopi.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!