Ekonomi
Share this on:

Permendag Tekan Baja Impor

  • Permendag Tekan Baja Impor
  • Permendag Tekan Baja Impor

SURABAYA - Pelaku industri baja menyambut baik Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 110 Tahun 2018. Regulasi tentang ketentuan impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya itu diharapkan bisa menyetop baja impor yang selama ini mendominasi pasar.

Presiden Direktur PT Sunrise Steel Henry Setiawan menjelaskan, baja impor menjadi penyebab utama terpuruknya industri baja dalam negeri. Jenis baja impor yang paling banyak beredar di pasaran adalah baja paduan dengan bea masuk nol persen.

Karenanya, harga baja impor jenis tersebut sama atau bahkan lebih murah daripada baja produksi dalam negeri. ”Nah, lewat Permendag 110 ini, industri baja tanah air dapat bernapas lega. Sebab, impor baja akan diawasi dan ditekan,” tuturnya kemarin (7/2).

Tahun ini, Sunrise Steel menargetkan pertumbuhan sampai 100 persen dibanding tahun lalu. Optimisme tersebut muncul lantaran pasar baja lapis yang menjadi produk andalan perusahaan tersebut masih sangat potensial.

Baja lapis biasanya digunakan sebagai rangka atap dan juga atap rumah yang siap pasang. ”Masih banyak rumah dan bangunan yang membutuhkan baja lapis. Kami yakin tahun ini target kami tercapai,” ucap Henry.

Alasan lain Sunrise Steel menargetkan growth yang tinggi adalah perusahaan telah mengoperasikan lini produksi baja lapis kedua mereka bulan lalu. Kapasitas produksi lini baru tersebut mencapai 140 ribu ton per tahun.

Itu akan menambah kapasitas perusahaan yang sebelumnya berkisar 260 ribu ton tiap tahun. ”Kini, kami sanggup memproduksi baja lapis hingga 400 ribu ton dalam setahun,” terang Henry.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, Sunrise Steel akan membangun proyek baru di sisi hulu. Yakni, fasilitas produksi bahan baku baja canai dingin di Mojokerto. ”Tahun ini kami akan memulai groundbreaking pabrik baja canai dingin. Agar bisnis kami bisa terintegrasi dari hulu sampai ke hilir,” ungkapnya.

Pembangunan pabrik itu dijadwalkan selesai dalam waktu dua tahun. (car/c17/hep/jpg)

Berita Sebelumnya

Batu Bara Topang Ekspor Kaltim
Batu Bara Topang Ekspor Kaltim

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pasokan Bawang Putih Semakin Langka

Pasokan Bawang Putih Semakin Langka

Pasokan bawang putih lokal semakin menipis, sementara sisa pasokan bawang putih impor masih mencapai 100 ribu ton.


Ekspor Naik, Impor dari Tiongkok Masih Terbesar

Ekspor Naik, Impor dari Tiongkok Masih Terbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kenaikan ekspor Indonesia sebesar 11,71 persen.


Lahan Terbatas, Pemerintah Putuskan Impor Bawang Putih

Lahan Terbatas, Pemerintah Putuskan Impor Bawang Putih

Pemerintah melalui Perum Bulog direncanakan akan mengimpor bawang putih dari China pada April ini.


Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Neraca perdagangan Indonesia diketahui defisit sebesar 8,56 miliar dolar AS sepanjang tahun 2018.


Jelang Puasa, Pemerintah Impor 6 Ribu Ton Daging Kerbau India

Jelang Puasa, Pemerintah Impor 6 Ribu Ton Daging Kerbau India

Menjelang bulan Ramadhan, sebanyak 6 ribu ton daging kerbau asal India telah masuk Indonesia.



Bulog Didesak Batalkan Impor Bawang Putih

Bulog Didesak Batalkan Impor Bawang Putih

Penugasan terhadap Badan Urusan Logistik (Bulog) didesak agar dibatalkan.


Keran Impor Jagung Dibatasi hingga Maret

Keran Impor Jagung Dibatasi hingga Maret

Pemerintah memberi Bulog izin untuk mengimpor jagung. Kali ini kuotanya tidak dibatasi.


Jatim Masih Impor Ikan

Jatim Masih Impor Ikan

Permintaan ikan yang sangat besar membuat Jatim harus melakukan impor untuk sejumlah jenis ikan.


Tambah Investasi Substitusi Impor

Tambah Investasi Substitusi Impor

Tahun ini investasi tetap mengalir deras. Pemerintah memproyeksikan nilai investasi yang masuk di industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) pada 2019.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!