Ekonomi
Share this on:

Permintaan Pulih Lagi Jelang Tutup Tahun

  • Permintaan Pulih Lagi Jelang Tutup Tahun
  • Permintaan Pulih Lagi Jelang Tutup Tahun

JAKARTA - Harga-harga bahan pangan di pasar tradisional cenderung turun. Pedagang pasar menyebutkan bahwa memang ada penurunan permintaan sampai 35 persen. Penurunan harga pangan tersebut dialami hampir sebagian besar komoditas.

Meski begitu, pelaku pasar optimistis permintaan segera pulih karena akhir tahun ada momen liburan Natal dan tahun baru. Berdasar pantauan harga di sejumlah pasar tradisional di Jakarta kemarin (1/10), rata-rata harga beras ada di angka Rp9.400 per kg, turun Rp100 jika dibandingkan dengan minggu lalu.

Harga minyak goreng rata-rata Rp12.300 per liter, lebih rendah daripada harga eceran tertinggi Rp12.500 per liter. Penurunan juga dialami bawang merah dan bawang putih yang masing-masing tercatat Rp23.600 per kg dan Rp27.200 per kg. Penurunan bervariasi antara Rp100–500 jika dibandingkan dengan minggu lalu.

Komoditas cabai menjadi satu-satunya bahan pangan yang harganya naik memasuki awal Oktober. Cabai merah keriting terpantau di angka Rp31.800 per kg, naik Rp500–800 jika dibandingkan dengan minggu lalu. Sementara itu, harga telur dan ayam yang baru saja diberlakukan harga acuan baru oleh Kementerian Perdagangan masih terpantau stabil. Harga telur Rp22.000 per kg dan daging ayam Rp34.000 per kg.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menjelaskan bahwa kondisi permintaan konsumen memang sedang melemah. Pihaknya mengaku sedang mempelajari penurunan tersebut apakah karena daya beli yang sedang menurun atau faktor lain.

”Tapi, kalau dari sisi pasokan dan produksi, tidak ada masalah. Tidak berlebih, masih tahap standar,” ujarnya.

Menurut Mansuri, pedagang biasanya dalam sehari bisa menjual 5 kuintal bahan pangan. Namun, dua bulan terakhir, permintaan terus menurun hingga pedagang hanya menjual 3 kuintal. ”Penurunannya 35 persen. Salah satu faktor memang karena efek bulan Sura, masyarakat tidak punya acara besar,” tambahnya.

Mansuri menegaskan, fenomena melandainya harga pangan hingga mampu menyumbang pada deflasi bulan ini membuktikan bahwa asumsi pedagang bermain-main dengan harga pasar tidak benar. Menurut dia, secara mekanisme pasar, pedagang juga ingin transaksi jual beli berjalan lancar. Dengan begitu, saat demand turun pun, pedagang tak serta-merta menaikkan harga.

Terlepas dari penurunan harga saat ini, pedagang pasar optimistis bahwa permintaan segera pulih. Sebab, biasanya permintaan akan naik menjelang Natal dan memasuki liburan tahun baru.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah mengeskalasi harga acuan telur dan ayam di level peternak dan konsumen. Aksi tersebut dilakukan karena menimbang permintaan pedagang yang mengaku pendapatannya terus menurun di tengah kenaikan harga produksi karena tingginya harga pakan. (agf/c7/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

2022 Puncak Pasokan Gas Bumi
2022 Puncak Pasokan Gas Bumi

Berita Sejenis

Empat Tahun, Pemerintah Buka 10.540.000 Lapangan Kerja

Empat Tahun, Pemerintah Buka 10.540.000 Lapangan Kerja

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat, 10.540.000 lapangan kerja tercipta selama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Boeing Rombak Susunan Petinggi Perusahaan

Boeing Rombak Susunan Petinggi Perusahaan

Divisi pesawat komersial Boeing Co, menghadapi krisis terbesarnya dalam beberapa tahun setelah kecelakaan mematikan pesawat andalannya 737 MAX.


BBM Pertamax Bakal Disubsidi

BBM Pertamax Bakal Disubsidi

Pemerintah membuka peluang akan memberikan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di tahun 2020 mendatang.


Modal Dalam Negeri Naik, Modal Asing Turun

Modal Dalam Negeri Naik, Modal Asing Turun

Pemerintah lewat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis tren pertumbuhan investasi selama selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo -Jusuf Kalla.


Inflasi Tetap Landai

Inflasi Tetap Landai

Inflasi tahun ini diperkirakan masih terkendali. Setelah tahun lalu inflasi cukup rendah di angka 3,13 persen secara year-on-year (YoY).


Satu Lagi Naik Kelas Jadi Unicorn

Satu Lagi Naik Kelas Jadi Unicorn

Usaha rintisan (start-up) yang berlabel unicorn dinilai malah menarik modal asing untuk masuk ke tanah air.


Livina Ramaikan Pasar LMPV

Livina Ramaikan Pasar LMPV

Setelah beberapa tahun terakhir tertinggal dalam kompetisi bisnis otomotif, awal 2019 Nissan Indonesia langsung tancap gas.


Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Harga BBM di tanah air diperkirakan tidak akan naik hingga akhir tahun ini. Asalkan nilai ICP (Indonesia Crude Price) tidak melebihi USD 70 per barel.


Percepat Deregulasi Prosedur Ekspor

Percepat Deregulasi Prosedur Ekspor

Pemerintah berupaya menyelesaikan persoalan neraca perdagangan Indonesia yang masih defisit. Tahun ini upaya menderegulasi prosedur ekspor kembali dilanjutkan.


End User Topang Sales Rumah Mewah

End User Topang Sales Rumah Mewah

Tren penjualan properti di awal tahun selalu melandai.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!