Ekonomi
Share this on:

Pertamina EP Kembangkan Migas Area Bunyu Central

  • Pertamina EP Kembangkan Migas Area Bunyu Central
  • Pertamina EP Kembangkan Migas Area Bunyu Central

BALIKPAPAN - PT Pertamina EP Asset V terus mendorong produksi migas di wilayah kerjanya. Baru-baru ini, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) tersebut melakukan pengeboran di Bunyu Central Tapa, Bulungan, Kalimantan Utara.

Plt General Manager Pertamina Asset V Djoko Suseno menyampaikan, sumur BCT-12 ini ditarget memproduksi 350 barrels oil per day (bpod) dengan kedalaman sumur 2.700 m. Pengeboran ini juga sebagai kick off pengembangan di areal Bunyu Central. Seperti diketahui, potensi di daerah ini memang sudah dibidik Pertamina Asset V sejak awal 2018.

Bunyu Field merupakan salah satu lapangan migas yang dikelola oleh PT Pertamina EP. Berdasarkan data per Desember 2018, produksi minyak mentah Bunyu Field berkisar pada 4.873 bopd dari target 4.409 bopd, atau realisasi sebesar 109,68 persen.

Sedangkan produksi gas Bunyu Field berkisar pada 7,91 mmscfd dari target 8,39 mmscfd atau realisasi sebesar 94,33 persen.

"PT Pertamina EP Asset 5 Bunyu Field memberikan sumbangsih untuk negara dengan menyiapkan cadangan energi dan menjaga ketahanan nasional. Selain menjalankan kegiatan operasionalnya, dan merespons dampak-dampak kegiatan operasionalnya secara musyawarah bersama masyarakat untuk menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) mencatat adanya penurunan produksi minyak dan gas di Kaltim atau wilayah kerja Kalsul. Peralihan dan berkurangnya aktivitas pengeboran jadi sebabnya.

Hal itu disampaikan Manajer Senior Operasi SKK Migas Perwakilan Kalimantan-Sulawesi (Kalsul) Roy Widiartha. Dia mengatakan, sampai September produksi minyak/kondensat sebesar 103,700 bpod. Sementara tahun lalu pada angka 116,991 bpod.

“Penurunan ini karena banyak peralihan yang menyebabkan tidak adanya aktivitas produksi. Seperti yang diketahui tahun ini ada dua peralihan dari eks Vico Indonesia dan Chevron Indonesia. Selain itu sumur yang lama juga jadi salah satu penyebab serta minim aktivitas pengeboran tahun lalu dan awal tahun ini,” ucapnya.

Untuk Kaltim sendiri, produksi minyak tahun lalu 91.473 bpod, tahun ini menurun menjadi 75.675 bpod. Angka nasional juga menunjukan grafik yang sama. Tahun lalu bisa mencapai 801.024 bpod, saat ini hanya 773.779 bpod. Namun, secara nasional produksi ini sudah mencapai target yang dibebankan pemeritah yakni 760,2 bpod.

Dari produksi minyak itu, penyumbang terbesar dari Pertamina Hulu Mahakam sebesar 43.313 bpod, menurun dari tahun lalu yakni 51.736 bpod. Kemudian Pertamina EP Kalsul 19.195 bpod naik dari tahun lalu 16.910 bpod.

Vico mencatatkan penurunan dari 13.808 bpod menjadi 10.582 bpod di tahun ini. Chevron untuk wilayah Kaltim mencatatkan penurunan serupa dengan Vico. Tahun lalu mampu produksi 3.887 bpod, tahun ini hanya 2.016 bpod.

Sementara itu, untuk produksi gas nasional periode hingga September ini naik dari 7.620 mmscfd menjadi 7.795 mmscfd. Berbanding balik dengan yang terjadi di wilayah Kalsul dan Kaltim khususnya mencatatkan penurunan.

Tahun ini produksi gas wilayah kerja Kalsul 2.425 mmscfd turun tipis dari tahun lalu 2.480 mmscfd. Untuk wilayah Kaltim sendiri, 1.109 mmscfd tahun ini. Di 2017 produksinya bisa mencapai 1.583 mmscfd. (aji/tom/jpg)

Berita Sebelumnya

Peluang Genjot Sektor Perdagangan
Peluang Genjot Sektor Perdagangan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pertamina Ketakutan Masyarakat Tinggalkan BBM karena Mobil Listrik

Pertamina Ketakutan Masyarakat Tinggalkan BBM karena Mobil Listrik

Rencana kehadiran mobil listrik mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi)


Infrastruktur Disubsidi, Pemerintah Pastikan Rest Area Tol Semakin Baik

Infrastruktur Disubsidi, Pemerintah Pastikan Rest Area Tol Semakin Baik

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pengelolaan jalan tol semakin membaik.


Masyarakat Kena Dampak Tumpahan Minyak Karawang

Masyarakat Kena Dampak Tumpahan Minyak Karawang

Insiden tumpahan minyak PT Pertamina (Persero) yang terjadi di Karawang hampir dua pekan ini dinilai berdampak pada kehidupan ekonomi nelayan


Kurangi Defisit Migas, Mobil Listrik Tetap Sulit Redam Krisis Energi

Kurangi Defisit Migas, Mobil Listrik Tetap Sulit Redam Krisis Energi

Sampai saat ini pemerintah masih membahas regulasi mobil listrik.


Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang Rugikan Nelayan

Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang Rugikan Nelayan

Insiden tumpahan minyak Pertamina di Karawang, Jawa Barat, dua pekan lalu kian menimbulkan dampak negatif.


Kelola Sektor Migas Rawan Masuk Bui

Kelola Sektor Migas Rawan Masuk Bui

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral Ignasius Jonan menyebutkan pengelolaan sektor migas memiliki risiko yang sangat tinggi.


Angkut Jamaah Haji, Pertamina Siapkan Avtur 21.861 KL

Angkut Jamaah Haji, Pertamina Siapkan Avtur 21.861 KL

PT Pertamina (Persero) selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik pada jamaah haji Indonesia dalam pemenuhan avtur sebagai bahan bakar pesawat udara.


Kembangkan Kawasan Industri Halal

Kembangkan Kawasan Industri Halal

Pembangunan kawasan industri halal di dalam negeri terus diakselerasi.


Rest Area Mudik Lebaran Belum Memadai

Rest Area Mudik Lebaran Belum Memadai

Jumlah transportasi yang akan mudik tahun ini melewati Tol Trans Jawa diperkirakan akan meningkat dibandingkan tahun lalu.


Pemerintah Stop Impor Minyak Mentah

Pemerintah Stop Impor Minyak Mentah

Untuk mendongkrak neraca perdagangan migas, pemerintah berencana akan menghentikan impor minyak mentah.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!