Ekonomi
Share this on:

Pertamina Sebaiknya Jangan Naikkan Harga Pertalite

  • Pertamina Sebaiknya Jangan Naikkan Harga Pertalite
  • Pertamina Sebaiknya Jangan Naikkan Harga Pertalite

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) sedang mempertimbangkan besaran harga bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Di sisi lain, Total telah menaikkan harga BBM mereka pada awal Agustus, mulai Rp50 per liter hingga Rp 100 per liter.

Vice President Ritel Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Jumali mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah menaikkan atau tidak harga BBM perseroan seperti pertalite, pertamax, maupun dexlite. ’’Kan barusan naik Juli kemarin. Ini sedang kami evaluasi,’’ katanya kemarin (14/8).

Pada awal Juli lalu, Pertamina menaikkan harga BBM seperti pertamax Rp 600. Yakni, dari Rp8.900 per liter menjadi Rp9.500 per liter. Harga pertamax turbo juga naik Rp 600 menjadi Rp10.700 per liter. Harga dexlite naik Rp900 per liter dari Rp8.100 per liter menjadi Rp9.000 per liter dan pertamina dex naik Rp500 per liter. Sementara itu, harga pertalite dipertahankan Rp7.800 per liter.

Kenaikan itu menyusul meroketnya harga minyak dunia dalam setahun ini. ICP (Indonesia crude price) Juli 2018 tercatat USD 70,68 per barel, naik dari ICP Juli 2017 yang hanya USD 45,48 per barel.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menyatakan, Pertamina sebaiknya tidak menaikkan harga pertalite. Sebab, jika harga pertalite naik, perbedaan yang cukup jauh antara pertalite dan premium dapat membuat masyarakat melakukan shifting. Yakni, beralih dari pertalite ke premium lagi.

’’Selisih harga terlalu tinggi, sekitar 40 persen pindah lagi ke premium. Kalau premium tidak ditambah, bisa terjadi kelangkaan,’’ ujarnya.

Saat ini konsumsi pertalite masih mendominasi dari total konsumsi BBM di Indonesia. Yakni, mencapai 30 persen. Di posisi kedua ada premium dengan tingkat konsumsi 25 persen. Konsumsi pertamax hanya 12 persen dari total konsumsi BBM. (vir/c19/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Hunian Tipe Kecil Paling Laris
Hunian Tipe Kecil Paling Laris

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pahala Jadi Direktur Keuangan Pertamina

Pahala Jadi Direktur Keuangan Pertamina

Lengser dari Dirut PT Garuda Indonesia Tbk, Pahala N. Mansury langsung ditunjuk sebagai direktur keuangan PT Pertamina.


Stok Melimpah, Harga Beras Terkendali

Stok Melimpah, Harga Beras Terkendali

Bulog pekan lalu menggelontorkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) melalui operasi pasar.


Digitalisasi 5.518 SPBU untuk Tekan Kecurangan

Digitalisasi 5.518 SPBU untuk Tekan Kecurangan

PT Pertamina bekerja sama dengan PT Telkom membangun sistem digital pada 5.518 SPBU di seluruh Indonesia.


Peningkatan PPh Impor ,Jangan Sampai Ganggu Akses Pasar

Peningkatan PPh Impor ,Jangan Sampai Ganggu Akses Pasar

Untuk mengendalikan impor, pemerintah tengah mengkaji kenaikan tarif pajak penghasilan (PPh) impor sejumlah produk.


Elektronik Terdampak Pelemahan Rupiah

Elektronik Terdampak Pelemahan Rupiah

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berimbas pada harga produk elektronik.


Agresif Pasarkan Gas Industri

Agresif Pasarkan Gas Industri

Sementara itu, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara terus memasarkan produk gas industrinya.


Era Shifting, Jangan Salahkan Daya Beli

Era Shifting, Jangan Salahkan Daya Beli

Teknologi digital memantik gelombang disrupsi yang mengguncang banyak sektor industri.


Katrol Kinerja, Pertamina Siap Lepas Aset Strategis

Katrol Kinerja, Pertamina Siap Lepas Aset Strategis

PT Pertamina (Persero) berencana melepas beberapa aset guna meningkatkan kinerja portofolio bisnis ke depan.


Tarif Tetap, Subsidi Listrik Bengkak

Tarif Tetap, Subsidi Listrik Bengkak

Depreasi nilai tukar rupiah dan melonjaknya harga minyak harus dibayar mahal.


Targetkan Harga Telur Turun Jadi Rp21 Ribu

Targetkan Harga Telur Turun Jadi Rp21 Ribu

Pemerintah mengadakan operasi pasar untuk meredam kenaikan harga telur ayam yang belakangan semakin tak terkendali.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!