Ekonomi
Share this on:

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergerak Tipis

  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergerak Tipis
  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bergerak Tipis

JAKARTA - Kondisi ekonomi global masih belum pulih. Hal ini berimbas pada ekonomi Indonesia di mana diperkirakan akan bergerak naik tipis. Hal itu seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, kemarin (26/6).

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu melihatnya secara positif atas kondisi ekonomi Indonesia. Dia meyakini, ekonomi Indonesia akan tumbuh ke depannya.

"Ekonomi global belum pulih artinya pertumbuhan perkiraannya masih terus arahnya melambat. Perdagangan kita lebih baik melihat positifnya saja," ujar Darmin.

Dia melanjutkan, bahwa ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2019 nanti akan terus tumbuh, meski tidak terlalu tinggi.

"Kita akhiri pertumbuhan ekonomi 5,17 pesen di 2018, yang tadinya di 2015 4,88 persen. Meningkat sedikit-sedikit tapi tidak stagnan apalagi turun," tutur Darmin.

Dengan ekonomi naik sedikit, posisi inflasi menjadi stabil di angka 3-3,5 persen, dibandingkan saat orde baru inflasi menapai double digit.

"Di zaman orde baru inflasi jarang sekali di bawah 10 persen. Kalau tidak salah 5-10 tahun tahun lalu berkisar 6-7-8 persen. Sementara sekarang ini kita bisa menahannya di angka 3-3,5 persen," ujar dia.

Klaim dia, atas kondisi demikian untuk indikator sosial seperti tingkat kemiskinan dapat ditekan hingga saat ini di bawah 10 persen.

"Pertumbuhan baik, inflasi baik, kemiskinan turun, gini rasio turun. Itu tidak banyak negara yang bisa mencapai itu," ucap Darmin.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda sependapat dengan Menteri Darmin. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik ketimbang tahun 2-15 lalu.

"Saat ini pertumbuhan ekonomi kita udah di angka 5,17 persen. Inflasi juga dijaga di angka 3 persenan," kata Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (27/6).

Namun, menurut dia, terkait sektor perdagangan seperti ekspor dan impor cenderung buruk kinerjanya.

"Defisit perdagangan kita pada bulan april malah terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Jadi bisa dikatakan kinerja perdagangan kita enggak membaik," ujar dia.

Sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2019 melambat dibandingkan periode tahun lalu. Di prediksi kuartal II-2019 berada dalam kisaran 5,05-5,15 persen. Kuartal II-2018, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,27 persen atau tertinggi sejak 2014.

Pihak Kemenkeu juga memprediksi pertumbuhan investasi menggeliat dibandingkan kuartal I-2019.

"Kemungkinan investasi melambat karena periode dekat pemilu banyak investasi yang relatif wait and see sampai pemilu selesai," Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu Suahasil Nazara menyebut, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 diprediksi.

Gubernur BI Perry Warjiyo juga memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua jalan di tempat. Proyeksi BI, pertumbuhan tidak jauh berbeda pada kuartal sebelumnya sebesar 5,07 persen.

"Ke depan, upaya untuk mendorong permintaan domestik perlu ditingkatkan untuk memitigasi dampak-dampak negatif perlambatan ekonomi dunia akibat ketegangan hubungan dagang," kata dia.

Bahkan, BI juga memperkirakan ekspor akan mengalami penurunan di kuartal kedua. Hal ini dampak dari ketegangan hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Perang dagang AS dan China berdampak pada penurunan kinerja ekspor Indonesia akibat terbatasnya permintaan dunia dan turunnya harga komoditas," ujar Perry. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Smartfren, FX, Senimart Ajak Millenials Toleransi Perbedaan

Smartfren, FX, Senimart Ajak Millenials Toleransi Perbedaan

Mengambil momentum HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 yang mengambil tema “Menuju Indonesia Unggul”, Smartfren, FX dan juga Senimart.


Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Saat ini kepemilikan utang asing dalam Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia mencapai Rp1.005 triliun atau 38,49 persen.


Sukseskan HUT RI-74, Sharp Indonesia Siapkan SDM Maju Lewat Sharp Class di Pamekasan

Sukseskan HUT RI-74, Sharp Indonesia Siapkan SDM Maju Lewat Sharp Class di Pamekasan

Sambut HUT RI ke-74, PT Sharp Electronics Indonesia turut menyukseskan tema ‘SDM Maju Indonesia Unggul’


Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Bank Indonesia (BI) menyebutkan investasi di kuartal II tahun ini bergerak tipis 5,01 persen atau lebih rendah


Idul Kurban Sumbang Inflasi

Idul Kurban Sumbang Inflasi

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebutkan Hari Raya Idul Adha menyumbang inflasi sepanjang bulan Agustus 2019.


Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal II 2019 sebesar 8,4 miliar dolar AS atau setara 3,04 persen


Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Penjegalan sawit Indonesia di Uni Eropa diperkirakan membuat ekspor sawit tahun ini menurun sebanyak 30 juta ton hingga akhir tahun 2019 ini.


Kontribusi Go-Jek Terhadap Perekonomian Indonesia Hingga Rp55 Triliun

Kontribusi Go-Jek Terhadap Perekonomian Indonesia Hingga Rp55 Triliun

Kehadiran transportasi online meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mengurangi pengangguran di Tanah Air.


HUT RI Makin Istimewa dengan Honda Scoopy Merah Putih

HUT RI Makin Istimewa dengan Honda Scoopy Merah Putih

Menjelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke-74, pabrikan Honda memperkenalkan warna baru Honda Scoopy yaitu Stylish White Red


Startup Unicorn RI Bakal Dikuasai Investor Asing

Startup Unicorn RI Bakal Dikuasai Investor Asing

Satu persatu perusahaan rintisan teknologi (startup) unicorn Indonesia dimiliki asing.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!