Ekonomi
Share this on:

Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Masih Suram

  • Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Masih Suram
  • Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Masih Suram

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani telah menyiapkan lima jurus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan. Pertama, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan perlindungan sosial dalam rangka memperkuat modal dasar manusia yang sangat penting dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan teknologi digital.

"Hal itu bisa dicapai melalui penguatan bantuan pendidikan dan pelatihan melalui perluasan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah serta Kartu Pra-Kerja dengan didukung pemenuhan kebutuhan pangan melalui Kartu Sembako," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (24/9).

Kedua adalah pengembangan infrastruktur untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka menengah dan panjang, serta penyerapan tenaga kerja dan pengurangan pengangguran.

Ketiga, pemberian insentif perpajakan dalam rangka mendukung peningkatan sumber daya manusia dan daya saing untuk kegiatan vokasi dan litbang, serta industri padat karya.

Keempat adalah penguatan transfer ke daerah dan dana desa untuk pemerataan pembangunan hingga ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

Kelima, penguatan dana abadi di bidang pendidikan untuk untuk meningkatkan SDM, pemajuan kebudayaan nasional, pengembangan riset nasional, serta peningkatan kualitas perguruan tinggi nasional untuk menuju world class university.

"APBN tahun 2020 didorong untuk mendukung pencapaian prioritas pembangunan nasional dengan fokus untuk memperkuat daya saing perekonomian dan industri melalui inovasi dan penguatan kualitas SDM," ujar mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

Menanggapi lima langkah yang menjadi fokus pemerintah, Direktur Riset Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia Pieter Abdullah menilai target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3 persen terbilang kecil untuk menyejahterakan masyarakat.

"Dalam kaca mata saya dua dimensi 5,3 persen kecil, di bawah sesuatu yanng kita butuhan. Karena yang kita butuhkan 6 persen, agar bisa menyejahterakan masyarakat kita," ujar Pieter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (24/9).

Menurut Pieter, pemerintah tidak menggunakan APBN 2020 secara maksimal demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi saat ini kondisi ekonomi global tengah mengalami perlambatan, dan hal itu semakin berat, perekonomian Indonesia membaik tahun depan.

"Saya lihat karakteristik APBN kita cari aman. Artinya tidak ada upaya cara ekstra di situ dalam melakukan melawan arah perbaikan di mana arah ekonomi global yang terjadi sekarng ini, telah terjadi resesi di beberapa negara," ucap dia.

Dia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang kontradiktif di mana ingin menaikkan penerimaan negara, namun di sisi lain memberikan insentif pajak.

"Sementara kita tahu bahwa pajak sifatnya negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks pajak ini juga kontrakdiktif. Saya kira akan menyulitkan Direktorat Jenderal Pajak yang sifatnya akan pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Karena itu, dia pesimistis lima fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun depan tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan pemerintah.

Senada dengan Core, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, faktor eksternal masih menjadi penghambat, khususnya investasi dan ekspor, sehingga target tahun 2020 akan berat tercapai.

"Lima hal di atas belum begitu fokus menghadapi situasi krisis dan pelemahan pertumbuhan ekonomi. Lima hal di atas dimensinya jangka menengah dan panjang," ujar Tauhid kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (24/9).(din/fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bank Investasi Syariah Beroperasi Tahun Depan

Bank Investasi Syariah Beroperasi Tahun Depan

Kajian pembentukan bank investasi syariah (BIS) sampai saat ini masih diberlakukan.


Ekspansi Regional GoJek Masih Berat, Kenapa Ya?

Ekspansi Regional GoJek Masih Berat, Kenapa Ya?

ABI Research merilis data bahwa GoJek ternyata hanya menguasai 35,3 persen pangsa pasar Indonesia


Tahun Depan, Menristek Optimistis Mampu Tambah Dua Unicorn Baru

Tahun Depan, Menristek Optimistis Mampu Tambah Dua Unicorn Baru

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro optimistis


Perlambatan Ekonomi Global, Pertumbuhan Masih Stabil?

Perlambatan Ekonomi Global, Pertumbuhan Masih Stabil?

Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan Semester 1 tahun 2019 masih stabil pada angka 5,06 persen.


Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Masih di Atas 5 Persen

Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Masih di Atas 5 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyakini pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2019 masih di atas 5 persen atau sekitar 5,05 persen.


BPS Catat Pertumbuhan Produksi Manufaktur Capai 4,35 Persen

BPS Catat Pertumbuhan Produksi Manufaktur Capai 4,35 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang (IBS) per kuartal III/2019 mencapai 4,35 persen year on year (yoy).


Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi Akhir Tahun

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi Akhir Tahun

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Japek akan mulai dioperasikan pada akhir tahun 2019.


Genjot Ekspor, Menperin Ingin Batik Tampil di New York Hingga Tokyo

Genjot Ekspor, Menperin Ingin Batik Tampil di New York Hingga Tokyo

Memeringati Hari Ulang Tahun ke-25 Yayasan Batik Indonesia


Moneter dan Ekonomi Menguat, Kredit Baru Diprediksi Meningkat

Moneter dan Ekonomi Menguat, Kredit Baru Diprediksi Meningkat

Pertumbuhan kredit pada kuartal III/2019 mengalami pelemahan. Namun, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan di kuartal IV/2019 kredit baru akan meningkat.


Pemerintah Sinkronisasi 1,4 Miliar IMEI

Pemerintah Sinkronisasi 1,4 Miliar IMEI

Agar regulasi pemblokiran ponsel ilegal atau black market (BM) berjalan dengan optimal tahun depan



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!