Ekonomi
Share this on:

Perusahaan Asing Segera Bisa Melantai di Bursa

  • Perusahaan Asing Segera Bisa Melantai di Bursa
  • Perusahaan Asing Segera Bisa Melantai di Bursa

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memutar otak agar perusahaan asing bisa melantai di bursa saham. Keinginan OJK itu terbentur dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai upaya tersebut memang berat tapi bisa dilakukan. Pengamat ekonomi Indef Nailul Huda menganggap upaya OJK ini adalah langkah baik yang dapat berdampak positif seperti memperbesar market cap bursa saham Indonesia sehingga dapat lebih bersaing dengan negara Singapura.

"Sebenarnya isu ini sudah dibahas beberapa bulan yang lalu, terutama ketika Citi Bank diminta melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), ini memang dapat positif akan memperbesar market cap bursa saham Indonesia bisa bersaing dengan Singapura," kata Nailul kepada Fajar Indonesia Network, (FIN) Minggu (7/4) kemarin.

Nailul menjelaskan, permasalahan yang banyak terjadi di Indonesia adalah minimnya bank asing yang berstatuskan Perseroan Terbatas (PT), karena banyak yang masih berstatuskan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA).

"Banyak di antaranya masih berada di Kelompok Bank BUKU 3. Tentu kita berharap ketika mencapai BUKU 4 KCBA ini mau untuk mengubah statusnya menjadi PT dan bisa melantai di Bursa Efek Indonesia," kata dia.

Namun, menurut dia, seharusnya Pemerintah bisa memberikan pemahaman keuntungan untuk mengganti status bank asing karena sebelumnya sudah ada yang mengubah status dari KCBA menjadi PT.

"Ya saya pikir PR-nya masih banyak untuk KCBA salah satunya harus bisa naik ke BUKU 4," kata dia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah gencar menggaet emiten-emiten baru. Salah satunya bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak dan Perbankan. Kerjasama ini OJK bakal membidik wajib pajak kelas kakap dan debitur-debitur besar untuk mencatatkan sahamya di bursa.

Selain itu, OJK juga sedang berupaya agar perusahaan asing bisa melantai di bursa. "Apa perusahaan asing boleh listing di kita (Indonesia), saat ini UU tidak memungkinkan. Perusahaan asing harus jadi badan usaha Indonesia dulu. Yang indirect sudah ada," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Hoesen baru-baru ini.

OJK sendiri pada tahun 2007 lalu, pernah berjanji bakal lebih memfasilitasi perusahaan asing yang berniat melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal Indonesia.

Bila mengacu pada peraturan saat ini, maka perusahaan asing perlu melalui skema Penawaran Umum Sertifikat Penitipan Efek Indonesia (SPEI) atau Indonesia Depository Receipt (IDR) atau perusahaan asing tidak bisa secara langsung mencatatkan sahamnya di Bursa, melainkan harus melalui perusahaan di Indonesia. (ibl/din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang dagang yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS)-Cina dan Jepang-Korea, ditambah kasus Brexit yang tak segera selesai


Undip Semarang jadi Kampus Pertama Rangkaian Roadshow IDCamp

Undip Semarang jadi Kampus Pertama Rangkaian Roadshow IDCamp

Indosat Ooredoo melalui program tanggung jawab perusahaan (CSR) pilar pendidikan telah meluncurkan IDCamp.


Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Saat ini kepemilikan utang asing dalam Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia mencapai Rp1.005 triliun atau 38,49 persen.


Startup Unicorn RI Bakal Dikuasai Investor Asing

Startup Unicorn RI Bakal Dikuasai Investor Asing

Satu persatu perusahaan rintisan teknologi (startup) unicorn Indonesia dimiliki asing.


Gaung Sistem OSS Belum Terdengar

Gaung Sistem OSS Belum Terdengar

Layanan sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik masih kedengaran asing seperti apa penggunaan dan aplikasinya.


Rugikan Negara Rp1,3 T, Proyek Krakatau Steel Didesak Disetop

Rugikan Negara Rp1,3 T, Proyek Krakatau Steel Didesak Disetop

Proyek pengolahan bijih besi menjadi hot metal atau blast furnace sebab membuat rugi perusahaan sebesar Rp1,3 triliun mendapat sorotan dari berbagai pihak.


Blok Corridor Kembali Dikelola Asing

Blok Corridor Kembali Dikelola Asing

Belum selesai kontraknya, Perusahaan energi multinasional asal Amerika Serikat, Conoco Philips (Grissik) kembali meneken kontrak baru.


Hadapi Kekeringan, 16 Waduk Disiapkan

Hadapi Kekeringan, 16 Waduk Disiapkan

PUPR tengah menyiapkan, 16 waduk untuk memastikan lahan pertanian seperti sawah bisa mendapat pasokan air pada saat musim kemarau.


Tarif Ojol Tak Boleh Jor-joran Beri Promo

Tarif Ojol Tak Boleh Jor-joran Beri Promo

Pemerintah mengimbau perusahaan aplikasi penyedia layanan transportasi untuk tidak jor-joran memberi harga promo atau diskon kepada konsumen.


OJK Akui Kesulitan Blokir Pinjol Ilegal

OJK Akui Kesulitan Blokir Pinjol Ilegal

Aplikasi pinjaman online (Pinjol) dan investasi valuta asing ilegal mulai dikikis sedikit demi sedikit.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!