Ekonomi
Share this on:

Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

  • Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat
  • Pilpres Ulang, Ekonomi Indonesia Rugi Dua Kali Lipat

JAKARTA - Tuntutan Tim Hukum Prabowo-Sandi yang menginginkan pemilihan presiden (pilpres) ulang mendapat penolakan dari para pelaku usaha. Sejumlah ekonom pun sama, karena akan berdampak pada hilangnya kepercayaan pelaku usaha asing hingga kemunduran ekonomi di Indonesia.

Pengusaha nasional yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Nasional (Apindo) dengan tegas menolak jika nantinya akan terjadi pilpres ulang. Hal itu akan berdampak hilangnya kepercayaan pada pemerintahan.

"Akan berdampak besar sekali. Kita tidak percaya lagi," kata Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmita, kemarin (16/6).

Dia menjelaskan, dengan adanya pemungutan suara ulang pilpres akan membuat tingkat kepercayaan pengusaha luar negeri maupun domestik menjadi menurun. Tentu akan membuat was-was pelaku usaha.

"Jika ada pilpres ulang, bukan pengusaha sini aja yang hilang kepercayaan. Tapi juga pengusaha dari luar negeri pun sama hilang kepercayaan. Karena mereka menganggap tidak ada kepastian hukum di Indonesia," ucap dia.

Akibatnya, kata Suryadi, akan memengaruhi perekonomian nasional. Dampaknya yakni ekonomi akan mengalami penurunan sehingga akan merugikan Indonesia ke depannya.

"Jelas akan merugikan. Jadi sudah jelas kita itu berusaha untuk setia berbisnis. Kita jadinya cari jalan keluar, ya bisa lari ke tempat lain," ujar dia.

Terpisah, Ekonom Core Indonesia Piter Abdullah menilai sudah pasti dampak yang terjadi pada ekonomi akan besar sekali jika benar-benar terjadi pilpres ulang.

"Kalau (pilpres) diulang jelas akan berdampak negatif sangat besar terhadap ekonomi di Indonesia," kata Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (16/6).

Piter menjelaskan, pilpres ulang akan berdampak pada investasi. Dia memproyeksikan banyak dana yang akan keluar dari Indonesia jika terjadi pilpres. Kerugian lainnya, nilai tukar rupiah pun akan tertekan.

"Di samping itu biaya pilpres tidak sedikit. Ini juga akan membani APBN kita," ucap dia.

Senada dengan Piter, Ekonom Indef Nailul Huda tidak setuju jika terjadi pilpres ulang. Sebab selain biaya yang dikeluarkan terlalu besar, dampak kepercayaan dunia luar terutama dunia usaha terhadap kapabilitas pemerintahan akan turun.

"Kerugiannya akan dobel bagi ekonomi kita. Hendaknya kita tunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menentukan penyelenggaraan pemilu ini seperti apa. Namun tidak perlu pilpres ulang," ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (16/6). (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Duh... Uang Koin Terabaikan
Duh... Uang Koin Terabaikan

Berita Sejenis

Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Dua perusahaan raksasa minyak asal Amerika Serikat (AS), yakni Exxon Mobil dan Chevron dikabarkan bakal hengkang dari Indonesia.


PNM Gelar Pelatihan Program Literasi Asuransi Sejuta Polis Untuk Negeri

PNM Gelar Pelatihan Program Literasi Asuransi Sejuta Polis Untuk Negeri

Dalam rangka memperingati Hari Asuransi Nasional, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersinergi dengan Dewan Asuransi Indonesia (DAI)


Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Ekonomi Global Diproyeksikan Turun, Indonesia Terjaga di 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun dari 3,5 persen menjadi 3 persen pada 2019.


Sembilan Bulan, Neraca Perdagangan RI Masih Tekor

Sembilan Bulan, Neraca Perdagangan RI Masih Tekor

Neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga September masih belum menunjukkan perbaikan.


Sharp Indonesia Beri Sentuhan Baru pada Tampilan SMSS

Sharp Indonesia Beri Sentuhan Baru pada Tampilan SMSS

Unggul dalam layanan purna jual, PT Sharp Electronics Indonesia terus menyempurnakan armada layanan purna jual yang dimiliki


Awal Pekan, Rupiah Ditutup Melemah Dua Poin

Awal Pekan, Rupiah Ditutup Melemah Dua Poin

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore akhirnya ditutup melemah tipis setelah sempat menguat hampir sepanjang hari.


Pertumbuhan Ekonomi Digital Bantu Geliatkan Investasi

Pertumbuhan Ekonomi Digital Bantu Geliatkan Investasi

Perkembangan ekonomi digital di Tanah Air cukup tumbuh secara signifikan. Hal itu bisa mendorong investor asing menanamkan modalnya ke Indonesia.


Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Masuk Kuartal Keempat, Geliat Ekonomi Masih di Level 5 Persen

Kuartal ketiga akan segera berakhir, dan segera memasuki kuartal keempat 2019, namun pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan geliat yang menggembirakan


Daya Saing Anjlok Akibat SDM Rendah

Daya Saing Anjlok Akibat SDM Rendah

Menurunnya daya saing Indonesia, berdasarkan sebuah lembaga survei internasional, World Economic Forum (WEF), di mana Indonesia dari posisi 45 menjadi 50.


Menteri Keuangan Nilai Teror Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Nilai Teror Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Sejumlah ekonom sebagian besar menyebutkan insiden penusukan terhadap Menko Polhukam, Wiranto, bakal memengaruhi perekonomian di Indonesia.Sejumlah ekonom sebag



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!