Ekonomi
Share this on:

Pinjaman untuk Besarkan BUMN

  • Pinjaman untuk Besarkan BUMN
  • Pinjaman untuk Besarkan BUMN

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kesal utang usaha berpanji merah putih mencapai ribuan triliun. Sudah menjadi rahasia umum, utang BUMN menjadi sorotan dari waktu ke waktu. Puncaknya, saat rapat dengan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu.

Kala persoalan itu disodorkan ke hadapan Rini, orang nomor satu BUMN tersebut langsung menghentikan langkahnya. Saat itu, Rini tengah menghadiri acara pelepasan duta bangsa ke Proyek Aljazair, Taiwan, dan Nigeria di Kantor WIKA, Jakarta, Minggu (9/12).

”Sebentar-sebentar, saya sudah paling kesal nih kalau orang sudah permasalahan mengenai utang BUMN. Selama itu produktif, selama utang kita tarik untuk membesarkan perusahaan, untuk pembangunan, kalkulasinya benar, return of investmentnya benar, enggak masalah soal utang,” tepi Rini dengan suara tegas.

Rini melanjutkan kalau BUMN tidak berutang, perusahaan tidak bisa mengembangkan usaha. Sebetulnya, Rini mengaku prihatin mendengar kabar miring mengenai utang BUMN terjadi belakangan. ”Terus terang saya ngenes dengernya. BUMN banyak utang. Loh apa masalahnya kita punya utang? Selama kita melakukannya dengan baik berutang dengan benar, bertanggung jawab dan betul-betul digunakan untuk hal produktif itu yang saya jaga,” urainya.

Rini menegaskan kalau utang tidak dilakukan maka perusahaan tidak bisa mengembangkan usaha. Perusahaan besar di dunia tidak bisa menjadi besar kalau tidak berutang. ”Perusahaan mana pun tidak akan bisa membesar tanpa berutang. Tidak mungkin. Yang berkembang pasti ada utang yang penting berutanglah dengan rasio yang benar,” imbuhnya.

Dia juga menekankan soal utang kepada BUMN-BUMN kalau utang harus dihitung dengan benar. Dengan mengedepankan margin dan juga gaji karyawan. ”Makanya (utang) tersebut yang dihitung benar. Marginnya baik. Dan jangan lupa karyawan-karyawan harus mendapatkan pendapatan baik. Karena mereka jauh dari keluarga,” harapnya.

Rini menjelaskan selama ini, pihaknya menggunakan utang dengan benar dan untuk hal-hal produktif. Di mana, mengedepankan debt of ratio, dan return of investment yang dikalkulasi dengan baik.

Sebelumnya, Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius Klik Ro menuturkan utang BUMN mencapai Rp5.271 triliun pada kuartal tiga 2018 bukan utang riil. Misalnya, utang sektor keuangan tercatat jumlah Rp3.311 triliun. Itu terdiri dari Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp2.488 triliun, cadangan premi dan asuransi Rp335 triliun, dan utang lain-lain senilai Rp529 triliun.

”Jadi, DPK apakah utang secara akunting betul (memang utang). Tetapi itu simpanan di mana dari Rp3.311 triliun tidak membayarkan kembali kecuali anda tarik bukan konsep lending borrowing antara debitur dan kreditur. Not really utang Rp2.488 Triliun ditambah cadangan premi,” jelas Aloy.

Selanjutnya, ia menerangkan utang dari 143 BUMN yang benar-benar utang berbunga adalah liabilitas senilai Rp5.271 triliun dikurangi DPK Rp2.488 triliun dikurangi cadangan Rp220 triliun dikurangi utang usaha Rp79 triliun. Hasilnya adalah Rp2.524 triliun. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemerintah Salah Urus Bawang Putih

Pemerintah Salah Urus Bawang Putih

Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membenahi persoalan bawang putih selama ini dinilai belum terlihat hasilnya.


Kebutuhan Konsumtif Kerek Pinjaman Online Saat Ramadan

Kebutuhan Konsumtif Kerek Pinjaman Online Saat Ramadan

Selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2019, diperkirakan permintaan pinjaman melalui fintech Peer-to-Perr (P2P) lending akan terus meningkat.


THR Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 5,2%

THR Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 5,2%

Kucuran dana gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) diperkirakan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai 5,2%.


Senin Depan, Pemerintah Tentukan Turun Tidaknya Tarif Pesawat

Senin Depan, Pemerintah Tentukan Turun Tidaknya Tarif Pesawat

Polemik mahalnya tarif pesawat tidak berujung. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun terus berupaya mencari cara untuk menyelesaikannya.


Baznas Target Kumpulkan Zakat Rp3,5 Triliun

Baznas Target Kumpulkan Zakat Rp3,5 Triliun

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjadikan Bulan Ramadan sebagai momentum untuk penghimpunan zakat sebanyak-banyaknya.


Mudik Gratis Ditargetkan Angkut 250.388 Orang

Mudik Gratis Ditargetkan Angkut 250.388 Orang

Mudik gratis yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian BUMN tahun ini ditargetkan mengangkut pemudik 250.388 orang.


KPPU Curigai Ada Persaingan Tak Sehat di Impor Bawang Putih

KPPU Curigai Ada Persaingan Tak Sehat di Impor Bawang Putih

Rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) bawang putih yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Perum Bulog terindikasi adanya persaingan daga


Aplikator Terapkan Tarif Baru, Driver Gojek Batal Mogok

Aplikator Terapkan Tarif Baru, Driver Gojek Batal Mogok

Aplikator Gojek berjanji akan melakukan uji coba tarif untuk Go-Ride di lima kota sesuai dengan pedoman tarif Kemenhub No. 348/2019.


Hingga April, Sudah 849.000 Jamaah Umrah Berangkat ke Tanah Suci

Hingga April, Sudah 849.000 Jamaah Umrah Berangkat ke Tanah Suci

Pertumbuhan ekonomi yang stabil ternyata berdampak pada tingginya animo masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah.


BUMN Serahkan Polemik Laporan Keuangan Garuda ke Regulator

BUMN Serahkan Polemik Laporan Keuangan Garuda ke Regulator

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menyerahkanpolemik laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kepada regulator.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!