Ekonomi
Share this on:

Polemik Impor Ikan Asin

  • Polemik Impor Ikan Asin
  • Polemik Impor Ikan Asin

JAKARTA - Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena dikelilingi oleh perairan yang sangat luas dan pulau yang cukup banyak. Sayang seribu sayang masih terjadi impor.

Kekecewaaan itu diungkapkan Ustad Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter-nya @ustadtengkuzul, yang miris melihat Indonesia memiliki laut terbentang luas kedua setelah Kanada, namun diam-diam mengimpor komoditas ikan asin dari Thailand dan Taiwan.

"Dengan Bentang Laut Lebih 99.000 Kilometer, dan Menjadi Paling Luas Kedua Setelah Canada. Indonesia Impor Ikan Asin dari Thailand dan Taiwan. Kenapa...? SALAH URUS Kah Negeri Ini...? Ayo TIM SORAK Serbu...! Jangan Diam Saja ya...," tulis Tengku Zulkarnain, Sabtu (15/6).

Sentilan ulama kharismatik yang kerap berpakaian berwarna putih itu direspon oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudji Astuti. Menteri nyentrik itu mempertanyakan kapan terjadi impor ikan seperti yang ditulis Ustad Tengku Zulkarnain.

"Tahun berapa dan kenapa? Anda pikir masyarakat bodoh? Mereka jauh lebih pintar dr kita.. kita artinya anda dan saya lebih bodoh!!!" balas Susi di akun Twitter-nya, Selasa (18/6).

Namun pengusaha pesawat terbang bernama Susi Air itu tidak memberikan data yang jelas terkait impor ikan asin selama lima tahun terakhir menjabat sebagai menteri KKP.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa impor ikan di tahun 2008 sebesar 393 kilogram (kg) dengan nilai 6.623 miliar dolar AS atau setara Rp95 juta.

"Dari data yang kami miliki sangat kecil, impor ikan asin di tahun 2018 dengan nilai 6.623 dolar AS. Sementara impor tahun 2019 tidak ada," kata Kepala Sub Direktorat BPS Rina Dwi Sulastri.

Lanjut Sulastri, bahwa impor ikan tersebut dilakukan sebanyak dua kali yakni pada bulan Januari sebanyak 5 kg dengan nilai 115 dolar AS atau Rp1,6 juta dan di bulan Juli sebanyak 388 kg dengan nilai 6.508 dolar AS atau Rp93 juta. Impor ikan tersebut dari Korea dan Jepang.

Terpisah, Pengamat Perikanan Tangkap Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat Nimmi Zulbainarni mengungkapkan hanya jenis ikan tertentu yang boleh dilakukan impor di Indonesia, seperti ikan Salmon. Hal itu telah diatur dalam UU Perikanan.

"Impor ikan yang diperbolehkan adalah ikan yang tidak ada jenisnya di Indonesia yakni seperti ikan salmon," kata Nimmi kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (18/6).

Nimmi menjelaskan, sebelum ikan mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), harus terlebih dahulu mendapat perizinan dari KKP mengenai jenis ikan yang boleh diimpor.

"Impor juga terjadi jika bahan baku tidak ada. Seperti untuk ikan pindang, ikan asin, ikan kaleng. Nah apakah tidak mencukupi untuk bahan baku, kita lihat kira-kiranya," ucap dia.

Menurut dia, seharusnya Indonesia tidak perlu melakukan impor ikan. Sebab dia melihat hasil tangkapan ikan mencukupi di dalam negeri.

"Seharusnya cukup dengan potensi yang kita miliki," ujar dia.

Di sisi lain, kata Nimmi, impor ikan merugikan nelayan. Karena akan terjadi persaingan murah. "Mengimpor (ikan asin) akan terjadi persaingan murah," pungkas Nimmi. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan kembali menuai protes keras.


Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan


Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Impor Naik 34,96 Persen di Juli 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang bulan Juli masih tinggi, yakni 34,96 persen menjadi 15,51 miliar dolar


Perang Dagang Amerika Serikat dengan Cina Kembali Memanas

Perang Dagang Amerika Serikat dengan Cina Kembali Memanas

Presiden AS Donald Trump mengancam, akan menjatuhkan tarif tambahan 10 persen senilai 300 miliar dolar AS terhadap impor Cina terhitung mulai 1 September 2019.


Lagi, Data Kementerian Tak Sinkron, Impor Garam Berlebih

Lagi, Data Kementerian Tak Sinkron, Impor Garam Berlebih

Setelah persoalan harga ayam telah selesai, kini muncul masalah baru yakni harga garam yang anjlok di tingkat petani.


Kelapa Sawit RI Melimpah, Impor Minyak Goreng Malah Melonjak

Kelapa Sawit RI Melimpah, Impor Minyak Goreng Malah Melonjak

Sungguh miris terhadap negeri Indonesia di mana produksi kelapa sawit melimpah bahkan menguasai dunia.


Impor Mei 2019 Turun 5,62 Persen

Impor Mei 2019 Turun 5,62 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis volume impor pada bulan Mei 2019 mengalami penurunan 5,62 persen secara bulanan atau month to month.


Pemerintah Evaluasi Penumpang Pesawat Anjlok

Pemerintah Evaluasi Penumpang Pesawat Anjlok

Polemik tiket mahal telah terjadi pada akhir 2018 lalu.


Amerika Bikin Surplus, Tiongkok Buat Defisit

Amerika Bikin Surplus, Tiongkok Buat Defisit

Kementerian Perdagangan mencatat terjadi defisit neraca ekspor dan impor April 2019 menunjukkan defisit cukup tinggi sebesar USD 2,5 miliar.


Pemerintah Stop Impor Minyak Mentah

Pemerintah Stop Impor Minyak Mentah

Untuk mendongkrak neraca perdagangan migas, pemerintah berencana akan menghentikan impor minyak mentah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!