Ekonomi
Share this on:

Polytron Optimistis Penuhi Aturan TKDN

  • Polytron Optimistis Penuhi Aturan TKDN
  • Polytron Optimistis Penuhi Aturan TKDN

JAKARTA - Produsen telepon seluler Polytron turut bersaing dengan jajaran ponsel premium lewat peluncuran ponsel luxury Polytron Prime 7S. Ponsel berteknologi 4G itu mengusung sistem operasi Fira OS yang dikembangkan Polytron.

Pabrikan asal Kudus tersebut berkomitmen menggunakan komponen lokal yang besar. Pada Prime 7S, komponen lokalnya mencapai 21 persen. Dengan demikian, Prime 7S telah memenuhi ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada tahun ini.

General Manager Mobile Phone Division Polytron Usun Pringgodigdo mengakui, seluruh produsen ponsel menghadapi tantangan berupa ketentuan TKDN 30 persen bagi ponsel 4G. Ketentuan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2017.

Karena itu, kami mengembangkan sistem operasi Fira OS yang akan digunakan pada semua ponsel Polytron, terangnya.

Untuk bisa memenuhi ketentuan TKDN 30 persen, Polytron meningkatkan 20 persen sisi pengembangan dan meningkatkan persentase manufacturing. Usun menilai aturan TKDN bagus untuk mengembangkan industri ponsel di dalam negeri.

Dengan mewajibkan penggunaan komponen lokal minimal 30 persen, pemerintah secara tidak langsung meminta produsen memproduksi ponsel yang diedarkan di pasar Indonesia di dalam negeri. Sebelum 2003, tidak ada produsen ponsel di Indonesia. Sejak aturan itu diterbitkan, ada 17 pabrik, terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyebutkan, Apple berencana membangun tiga pusat inovasi software USD 48 juta untuk memenuhi ketentuan TKDN. Bila sampai akhir tahun tidak terpenuhi, mulai 1 Januari Apple tidak bisa menjual iPhone dan iPad di Indonesia.

Marketing Director Polytron Tekno Wibowo menambahkan, pertumbuhan market ponsel Polytron cukup bagus. Saat ini Polytron berada di peringkat lima atau enam dengan pangsa pasar kurang dari sepuluh persen.

Growth-nya bagus. Dari 2015 ke 2016 ini masih growth 150 persen, jelas Tekno. (swn/c22/noe/jpg)

Berita Berikutnya

Aset Negara Capai Rp5.285 Triliun
Aset Negara Capai Rp5.285 Triliun

Berita Sejenis

Baru 18 Bank Penuhi Kuota FLPP

Baru 18 Bank Penuhi Kuota FLPP

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) bersama 18 bank pelaksana kembali penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).


Hubungan Dagang Indonesia-Mesir Makin Baik

Hubungan Dagang Indonesia-Mesir Makin Baik

Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad optimistis bahwa hubungan dagang antara Indonesia dan Mesir akan terus meningkat.


Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Sampai saat ini kinerja investasi Indonesia masih rendah, karena banyaknya aturan yang diberlakukan.


Pencabutan Aturan Pajak E-Commerce Sangat Tepat

Pencabutan Aturan Pajak E-Commerce Sangat Tepat

Pencabutan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 210 Tahun 2018 , dinilai sangat tepat.


Elektronika Minta Industri Pendukung

Elektronika Minta Industri Pendukung

Industri elektronik masih optimistis Indonesia merupakan market potensial.


Harga Jual BBM Nonsubsidi Akan Lebih Wajar

Harga Jual BBM Nonsubsidi Akan Lebih Wajar

Pemerintah mengeluarkan aturan baru tentang perhitungan harga jual eceran untuk BBM nonsubsidi. Aturan tersebut mencakup margin dan biaya produksi.


Aturan Bagasi Gratis Masih Digodok

Aturan Bagasi Gratis Masih Digodok

Tarif pesawat masih menjadi perbincangan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana akan membuat peraturan menteri mengenai tarif bagasi.


Permudah Emiten dan Investor

Permudah Emiten dan Investor

Emiten atau perusahaan yang mencari modal di bursa efek optimistis rencana perubahan kedua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32 Tahun 2014.


Optimistis Bersaing di Pasar LMPV

Optimistis Bersaing di Pasar LMPV

Persaingan pasar kendaraan low multi purpose vehicle (LMPV) kian ketat pasca peluncuran dua produk andalan Toyota dan Daihatsu, yakni Avanza dan Xenia.


Pacu Ekspor lewat Kawasan Berikat

Pacu Ekspor lewat Kawasan Berikat

Berbagai kemudahan diberikan kepada para pelaku usaha untuk memacu ekspor. Yang terbaru, pemerintah menerbitkan aturan anyar tentang Kawasan Berikat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!