Ekonomi
Share this on:

Produksi Kopi Indonesia Kian Meningkat

  • Produksi Kopi Indonesia Kian Meningkat
  • Produksi Kopi Indonesia Kian Meningkat

JAKARTA - Kopi berkualitas yang dihasilkan dari beberapa daerah di Indonesia, semakin diakui dan diminati oleh dunia. Ketua Umum Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (SCAI), Syafrudin menjelaskan, selain kualitas yang semakin baik, produksi kopi untuk 2018 juga diprediksi akan mengalami peningkatan dibandingkan 2017.

Syafrudin menjelaskan, peningkatan produksi kopi sebenarnya tergantung pada cuaca. ''Tahun ini cuacanya bagus, jadi produksi bisa meningkat,'' ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Meningkatnya produksi juga karena ada panen sela biasanya mencapai 40 persen dari seluruh produksi per tahun. ''Panen sela kopi Sumatera lebih baik dari 2017. Panen di Jawa, Bali, Flores juga lebih baik dari 2017,'' katanya.

Apabila tidak ada gangguan, ia optimistis total produksi kopi di seluruh Indonesia mampu mencapai 800 ribu ton. ''Kesimpulannya produksi 2018 kopi Indonesia Insya Allah lebih baik. Pada 2017 total produksi 670-680 ribu, sementara 2018 akan menjadi 800 ribu. Kualitas yang diproduksi petani Indonesia juga semakin baik,'' papar Syafrudin.

Dari sisi perluasan lahan juga terus meningkat. Saat ini luasan perkebunan kopi mencapai 1,3 juta hektare. Oleh karena itu, permintaan kopi semakin banyak baik dalam dan luar negeri, luasan perkebunan kopi mengalami peningkatan 5-6 persen setiap tahunnya.

Salah satu tolok ukur kopi Indonesia semakin baik adalah kian menjamurnya Specialty Coffee atau komoditas Kopi Spesial. Syafrudin menerangkan, salah satu syarat kopi disebut spesial adalah cupping score yang mencapai 80 dan perhatian yang tinggi pada proses produksi, mulai dari budidaya hingga penjualan.

Dari produksi yang dihasilkan, kopi jenis arabika mencapai 35 persen, sisanya robusta. Menurut Syafrudin, kopi arabika lebih banyak diekspor terutama ke Eropa dan Timur Tengah.

Akan tetapi permintaan jenis robusta di luar negeri juga meningkat. Pasalnya robusta Indonesia lebih bercita rasa dibandingkan pesaing robusta Vietnam yang jadi pemain terbesar kopi robusta dunia. ''Ekspor kopi ke luar negeri kalau tidak ada gangguan cuaca semakin meningkat tiap tahun. Ekspor terbanyak kita ke AS. Ekspor kopi kita luar biasa ke Eropa. Orang-orang di sana kalau mau minum kopi murah ya produksi Vietnam. Tetapi kalau mau yang berkualitas, tentu kopi yang diekspor dari Indonesia,'' tukasnya.

Indonesia saat ini tercatat sebagai penghasil kopi nomor 4 di seluruh dunia. Namun, menurut Syafrudin, peringkat tersebut hanya didapat dari data yang tercatat di Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. ''Yang tidak tercatat lebih banyak di kampung-kampung. Sebetulnya Indonesia penghasil kopi nomor 3 dunia kalau produksi kopi di kampung-kampung itu ikut dalam pencatatan,'' tandasnya.

Selain itu, menjamurnya kedai kopi di berbagai daerah di Indonesia juga mendongkrak kopi Indonesia. Aceh, Belitung, dan Medan salah satu wilayah yang punya kebiasaan nongkrong di warung kopi.

Kini, tradisi minum kopi di warung kopi bertransformasi seiring pangsa pasar yang semakin besar. Bila warung kopi tradisional menggunakan alat yang sederhana, kedai kopi modern menggunakan mesin kopi modern dengan tampilan rasa kopi yang beragam.

Kedai kopi tidak hanya di kota-kota besar, kedai kopi terus tumbuh di kota kecil bahkan setingkat kecamatan di Indonesia. Head of Marketing PT Toffin Indonesia, Ario Fajar mengatakan, sejak dua hingga tiga tahun belakangan ini pertumbuhan kedai kopi terus meningkat.

Sedikitnya 10 persen tiap tahun di kota-kota besar. Di Jakarta dan sekitarnya saja kini diperkirakan ada 1.500 kedai kopi. ''Tiap tahun di Jakarta ada peningkatan 10 persen pertumbuhan kedai kopi. Kalau di kota-kota lain seperti Bali, Medan, Surabaya, dan Bandung peningkatan lebih sedikit sekitar tujuh persen. Belum termasuk di kota-kota tier dua yang juga mengalami peningkatan,'' kata Ario yang perusahaannya menjadi salah satu distrubutor mesin kopi. (dew/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pengusahs Sawit Mulai Bidik Pasar Alternatif

Pengusahs Sawit Mulai Bidik Pasar Alternatif

Kebijakan bea masuk tinggi dari sejumlah mitra dagang dinilai menjadi biang kerok jatuhnya ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia.


Mark Untung Selisih Kurs

Mark Untung Selisih Kurs

Emiten produsen cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia (MARK) telah menuntaskan proses pembelian lahan seluas 10 hektar (ha).


Film Indonesia Tembus Pasar Internasional

Film Indonesia Tembus Pasar Internasional

PT MD Pictures siap go international. Rencananya, production house itu berekspansi ke pasar film Tiongkok, Korea Selatan, dan Hollywood di AS.


Dana Asing Kembali Masuk Pasar

Dana Asing Kembali Masuk Pasar

Kepercayaan investor asing kepada Indonesia kembali meningkat.


Rabbani Gratiskan Belanja Setahun untuk Zohri

Rabbani Gratiskan Belanja Setahun untuk Zohri

Sprinter asal Indonesia Lalu Muhammad Zohri berhasil membuat bangga bangsa Indonesia.


Pelaku Usaha Intip Peluang Ekspor ke AS

Pelaku Usaha Intip Peluang Ekspor ke AS

Menyikapi perang dagang yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Tiongkok, pelaku usaha menganggap Indonesia bisa mengambil posisi yang diuntungkan.


Tekan Impor Kedelai untuk Tempe di 2022

Tekan Impor Kedelai untuk Tempe di 2022

Sejumlah organisasi asing menaruh perhatian atas ketergantungan impor kedelai Indonesia.


Dukung Digital Port, Terapkan Gate Pass System

Dukung Digital Port, Terapkan Gate Pass System

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / IPC berkomitmen menerapkan digital port di wilayah kerjanya. Termasuk di gerbang pelabuhan.


Cari Solusi Ketimpangan Antardaerah

Cari Solusi Ketimpangan Antardaerah

Kesenjangan pembangunan antarwilayah di Indonesia menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah.


Garuda Bayar Obligasi Rp2 Triliun

Garuda Bayar Obligasi Rp2 Triliun

Restrukturisasi keuangan di tubuh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus berjalan.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!