Ekonomi
Share this on:

Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

  • Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor
  • Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan komoditas ayam dan telur saat ini telah dinyatakan surplus. Bahkan, komoditas itu sudah diekspor ke beberapa negara.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mengatakan, dari data statistik peternakan ada peningkatan tajam pada produksi unggas nasional.

Pada awal 1970-an produksi daging ayam ras hanya sebesar 15 persen dari kebutuhan nasional. Sedangkan pada tahun 2018 sesuai dengan data BPS, produksinya telah mencapai 3.565.495 ton atau 116,9 persen dari kebutuhan nasional sebesar 3.047.676 ton.

“Sedangkan untuk produksi telur ayam pada 2018 sebanyak 1.756.691 ton atau 101,5 persen dari kebutuhan nasional sebesar 1.730.550 ton. Kondisi surplus produksi ini sangat potensial untuk dilakukan peningkatan nilai tambah melalui pengolahan untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujar Ketut, Senin (5/8).

Menurut dia, saat ini tercatat produk ayam Indonesia telah diekspor ke Jepang, Timor Leste, dan Myanmar.

Ketut juga mengungkapkan, pengolahan hasil peternakan, khususnya olahan daging ayam dan telur sangat mudah ditemui. Produk olahan hasil peternakan perlu diproses dengan tata cara yang baik, dari mulai penanganan bahan baku hingga pemasaran.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus menjamin terwujudnya penyelenggaraan keamanan pangan di setiap rantai pangan secara terpadu.

Penerapan sistem jaminan mutu produk diterapkan dari mulai hulu hingga hilir, dari mulai Good Breeding Practices (GBP), Good Farming Practices (GFP), Good Manufacturing Practices (GMP), Good Handling Practices (GHP), hingga Good Distribution Practices (GDP) untuk menjamin suplai pangan hewani yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) yang bernilai tambah dan berdaya saing.

Ketut juga menambahkan bahwa untuk penjaminan produk ASUH, produk olahan hasil peternakan harus memiliki sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Nomor Kontrol Veteriner dari dinas provinsi yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, dan izin edar MD dari Badan POM.

"Dengan kepemilikan sertifikat-sertifikat tersebut, produk dapat dipasarkan lebih luas sehingga lebih berdaya saing," tambah dia. (jpnn/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemerintah Diminta Segera Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah Diminta Segera Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah diminta segera menaikkan cukai rokok. Sehingga harga rokok semakin mahal dan pelajar akan semakin sulit membelinya.


NTM Tak Jalan, Impor Baja dan Tekstil Seolah Tak Terbendung

NTM Tak Jalan, Impor Baja dan Tekstil Seolah Tak Terbendung

Kebijakan Non Tariff Measuser (NTM), sepertinya tak berjalan dengan efektif. Karena impor baja dan tekstil seolah tak terbendung di dalam negeri.


OMG!, Makin Suka-suka Akses Youtube dan Social Media

OMG!, Makin Suka-suka Akses Youtube dan Social Media

Telkomsel menghadirkan Paket Kuota Data Oh My Gigabytes! (OMG!) yang merupakan paket baru Telkomsel


Jokowi Gagal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Jokowi Gagal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi sejak pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dari tahun 2014 hingga 2019, rupanya telah gagal


Surutnya Keyakinan Konsumen Tak Menekan Daya Beli Masyarakat

Surutnya Keyakinan Konsumen Tak Menekan Daya Beli Masyarakat

Di tengah kondisi global mengalami pelemahan, perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat (AS) belum reda,


Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Di tengah kondisi perekonomian global yang melambat, dan ditambah perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat yang tak kunjung mereda


Risiko Gagal Bayar, BI Keluarkan Aturan Baru

Risiko Gagal Bayar, BI Keluarkan Aturan Baru

Bank Indonesia kemarin (2/10) mengeluarkan peraturan baru yang akan memungkinkan perusahaan dan investor untuk mendirikan lembaga kliring


Karhutla Turunkan Jumlah Penumpang Pesawat 5,9 Persen

Karhutla Turunkan Jumlah Penumpang Pesawat 5,9 Persen

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan menimbulkan kerugian materil


Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Rujuk

Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Rujuk

Selang sehari Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air memutuskan untuk berpisah, kemarin keduanya sepakat kembali menjalin kerja sama.


Investor Ragu Tanam Modal di RI

Investor Ragu Tanam Modal di RI

Demontrasi di Jakarta dan beberapa wilayah lain di Indonesia hingga berkepanjangan selama sepekan terakhir ini bakal berdampak pada investasi domestik.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!