Ekonomi
Share this on:

Produsen Roda Empat Tahan Harga

  • Produsen Roda Empat Tahan Harga
  • Produsen Roda Empat Tahan Harga

SUKABUMI - Penjualan otomotif tahun ini diperkirakan stagnan atau sama dengan 2018 yang mencapai 1.151.413 unit. Hal itu membuat prinsipal memilih tidak menaikkan harga kendaraan di awal tahun demi memenangi persaingan pasar.

”Biasanya setiap awal tahun atau Januari kami melakukan penyesuaian harga mobil. Tapi, untuk sementara ini tidak. Kami harus tahan harga dulu,” ujar Marketing & CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso di sela test-drive Grand New Xenia di Ciletuh, Sukabumi.

Strategi itu tidak hanya dilakukan Daihatsu, tetapi juga prinsipal otomotif lain seperti Toyota, terutama di segmen kendaraan low multipurpose vehicle (LMPV). Di segmen itu, Daihatsu baru saja me-launching Grand New Xenia yang harganya tidak mengalami perubahan dari Xenia versi sebelumnya.

Hendrayadi mengaku tidak mengetahui sampai kapan pihaknya akan menerapkan strategi harga. Sebab, itu bergantung dari situasi pasar.

Meskipun saat ini Daihatsu dan Toyota menjadi market leader, strategi harga harus tetap dilakukan karena kompetitor semakin banyak. ”Pasarnya umpel-umpelan, seperti kue yang direbutin banyak semut,” sebutnya.

Selain Xenia dan Avanza, di pasar LMPV ada wajah baru Xpander. Sepanjang 2018, Xpander sebagai challenger berhasil membuat keteteran Avanza sang market leader. Tahun ini kompetisi memasuki babak baru dengan hadirnya New Avanza dan Veloz serta Grand New Xenia. Lantas, bagaimana perbandingan produk-produk tersebut?

Jawa Pos telah berkesempatan merasakan driving experience ketiga produk. Dalam test-drive yang diikuti 14 jurnalis dari berbagai media massa, varian baru Grand New Xenia 1.500 cc menunjukkan banyak perbedaan dibanding Xenia versi sebelumnya.

Selain mesin yang lebih bertenaga, suasana kabin sangat senyap karena Daihatsu memoles Grand New Xenia dengan peredam suara yang lebih baik. Suara bising kendaraan di jalan tol nyaris tidak terdengar di dalam kabin. Saat tiba di kawasan Geopark Ciletuh yang memiliki kontur jalanan ekstrem, mobil tersebut mampu melahap berbagai tanjakan yang sangat tinggi dan turunan yang curam.

Untuk Xpander, impresi LMPV yang diproduksi Mitsubishi di Indonesia itu cukup mengejutkan. Sensasi berkendaranya seperti selevel lebih tinggi dari LMPV di kelasnya. Bantingannya sangat nyaman, putaran setir sangat ringan, ditambah dengan feeling pengereman yang sangat lembut.

Bisa dibilang suspensi Xpander terbaik di kelasnya. Tingkat kekedapan suara di dalam kabin juga cukup baik. Posisi mengemudi Xpander untuk ukuran LMPV cenderung lebih tinggi. Sebagian orang mungkin kurang menyukai karakter itu. Namun, hal tersebut terkompensasi oleh pengaturan setir Xpander yang sudah didukung dengan fitur teleskopik.

Bagaimana dengan New Avanza Veloz? Produk itu mengusung platform dan ukuran wheelbase yang sama persis dengan pendahulunya. Di atas kertas seharusnya pengemudi mendapatkan feeling berkendara yang sama di Avanza baru. Namun, lain halnya saat mencoba langsung.

New Avanza Veloz meningkat cukup signifikan dari sisi kenyamanan mengemudi dibanding seri sebelumnya. Respons power steering-nya jauh lebih ringan. Kenyamanan bantingan suspensi, khususnya suspensi belakang, juga meningkat. (wir/agf/c25/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Imlek Dorong Traffic E-Commerce
Imlek Dorong Traffic E-Commerce

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemerintah Pastikan Harga Cabai Tak Lagi Pedas

Pemerintah Pastikan Harga Cabai Tak Lagi Pedas

Musim kemarau sudah mulai berakhir. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga cabai akan berangsur-angsur stabil.


Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg

Harga Garam Makin Anjlok Rp250 per Kg

Harga garam sejak bukan Juni 2019 sampai saat ini semakin melorot. Padahal saat ini sedang berlangsung panen garam.


Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tingkatkan Mutu Ekonomi

Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tingkatkan Mutu Ekonomi

Untuk meningkatkan mutu ekonomi Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyiapkan empat jurus jitu yakni daya saing, produktivitas, inovasi dan riset.


Kerek Harga Cabai, Pemerintah Harus Bangun Rumah Plastik

Kerek Harga Cabai, Pemerintah Harus Bangun Rumah Plastik

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sejumlah upaya untuk menstabilkan harga cabai yang melonjak tinggi


Agustus, Harga Cabai Dipastikan Stabil

Agustus, Harga Cabai Dipastikan Stabil

Kenaikan harga cabai sejak tiga bulan lalu membuat masyarakat resah.


Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Kurs Rupiah Tinggi, Listrik Batal Naik Tahun Depan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan jika kurs rupiah terus menguat dan harga minyak tidak menurun


Lagi, Data Kementerian Tak Sinkron, Impor Garam Berlebih

Lagi, Data Kementerian Tak Sinkron, Impor Garam Berlebih

Setelah persoalan harga ayam telah selesai, kini muncul masalah baru yakni harga garam yang anjlok di tingkat petani.


Tarif Ojol Tak Boleh Jor-joran Beri Promo

Tarif Ojol Tak Boleh Jor-joran Beri Promo

Pemerintah mengimbau perusahaan aplikasi penyedia layanan transportasi untuk tidak jor-joran memberi harga promo atau diskon kepada konsumen.


Desak Ritel Beli Ayam Peternak

Desak Ritel Beli Ayam Peternak

Lebih dari sepekan, jawaban atas anjloknya harga ayam ras potong di pasaran belum mendapat respon serius dari pemerintah.


Inflasi Diprediksi Melonjak, Jika Harga BBM Subsidi Naik

Inflasi Diprediksi Melonjak, Jika Harga BBM Subsidi Naik

Pemerintah tengah was-was inflasi lebih tinggi dari proyeksi pemerintah tahun ini sebesar Rp3,5 persen.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!