Ekonomi
Share this on:

Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

  • Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi
  • Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan investasi di kuartal II tahun ini bergerak tipis 5,01 persen atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 6,85 persen.

Deputi Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, masih memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina menjadi penyebab lambatnya pertumbuhan investasi di Indonesia.

Ungkap dia, penyebab lainnya karena permintaan global belakangan ini terbilang lemah akibat gejolak ekonomi global. Sebab itu ekspor Indonesia tak mampu mendorong neraca perdagangan pada kuartal II.

"Semua negara terkena dampak trade war, dampak voltalitas di pasar keuangan, sehingga turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di ekspor," kata Dody di Jakarta, kemarin (12/8).

Lanjut Dody, perlambatan ekspor juga berdampak pada berkurangnya permintaan produksi, akibatnya investasi akan berkurang sehingga devisa ekspor ikut juga melemah.

"Kondisi ini menurunkan pendapatan yang berakhir kepada konsumsi yang tidak akan setinggi dari yang diperkirakan," ujar dia.

Ke depan, harapan dia, mendorong investasi tidak hanya lewat kebijakan saja. Artinya pemerintah harus melakukan antisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi global terhadap Indonesia.

"(Seperti) Bank sentral punya solusi memperkuat sektor manufaktur unggulan, di antaranya tekstil, otomotif, dan alas kaki," tutur dia.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mencatat, investasi swasta menurun sumbangannya dalam pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 5,01 persen pada triwulan II 2019 atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan II 2018 yang sebesar 5,85 persen.

Dia menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah penurunan Foreign Direct Investment (FDI) yang menurun dalam beberapa tahun terakhir.

"Triwulan II Tahun 2017, FDI kita sebesar 15,5 miliar dolar AS, sementara Triwulan II 2018 hanya sebesar 15,27 miliar dolar AS, dan Tahun 2019 triwulan II hanya sebesar 14,18 miliar dolar AS. Ini artinya kita semakin tidak menarik bagi investor asing," ujar dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (12/8).

Nah untuk mendorong investasi, maka solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah segera memperbaiki regulasi yang masih menghambat para investor.

"Saya kira pemerintah perlu perbaiki regulasi mengingat masih banyak hambatan terkait perizinan, pertanahan, hingga persoalan kontrak," ucap dia.

"Dimensi lain yakni perbaikan UU ketenagakerjaan yang win-win solution bagi pengusaha dan buruh," tambah dia.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah menilai banyak persoalan yang terjadi di Indonesia sehingga menghambat investasi.

"Untuk mendorong investasi pemerintah harus menghilangkan hambatan-hambatan investasi khususnya hambatan klasik seperti perizinan, pembebasan lahan, perburuhan dan pengupahan, konsistensi kebijakan dan koordinasi pusat daerah," pungkas dia. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Tax Amnesty Jilid II Tuai Penolakan
Tax Amnesty Jilid II Tuai Penolakan

Berita Sejenis

Bank Investasi Syariah Beroperasi Tahun Depan

Bank Investasi Syariah Beroperasi Tahun Depan

Kajian pembentukan bank investasi syariah (BIS) sampai saat ini masih diberlakukan.


Gandeng Rubberman, Dunlop Tanam Investasi Senilai Rp1 Triliun

Gandeng Rubberman, Dunlop Tanam Investasi Senilai Rp1 Triliun

Dunlop Aircraft Tyres berencana akan investasi retreading dan produksi band pesawat terbang di Indonesia.


Anggap Produk Tembakau Alternatif Sama dengan Rokok, Pemerintah Keliru

Anggap Produk Tembakau Alternatif Sama dengan Rokok, Pemerintah Keliru

Pemerintah disarankan membuat regulasi khusus bagi produk tembakau alternatif.


Pelaku Usaha Makanan dan Minuman Keluhkan Sertifikasi Halal

Pelaku Usaha Makanan dan Minuman Keluhkan Sertifikasi Halal

Regulasi wajib sertifikasi halal bagi produk-produk yang dipasarkan di Tanah Air sudah berlaku sejak 16 Oktober 2019.


Capaian Positif, Investasi Hulu Migas Naik 11 Persen

Capaian Positif, Investasi Hulu Migas Naik 11 Persen

Hingga September 2019, nilai investasi hulu migas telah mencapai US$8,4 miliar.


Menteri Diberi Waktu Sebulan Kumpulkan Regulasi

Menteri Diberi Waktu Sebulan Kumpulkan Regulasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri kabinet Indonesia Maju untuk kerja cepat.


Pemerintah Sinkronisasi 1,4 Miliar IMEI

Pemerintah Sinkronisasi 1,4 Miliar IMEI

Agar regulasi pemblokiran ponsel ilegal atau black market (BM) berjalan dengan optimal tahun depan


Pangkas Regulasi Jadi PR Jokowi

Pangkas Regulasi Jadi PR Jokowi

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin periode 2019-2024 harus membenahi pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk.


Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Investasi di Indonesia Tak Seksi Lagi?

Dua perusahaan raksasa minyak asal Amerika Serikat (AS), yakni Exxon Mobil dan Chevron dikabarkan bakal hengkang dari Indonesia.


Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Investasi, Prioritas Pembiayaan Infrastruktur

Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) yang memfasilitasi pembiayaan infrastruktur tanpa utang dan tidak membebani APBN mencapai Rp29,3 triliun



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!