Ekonomi
Share this on:

Rupiah Makin Dekati Level Psikologis

  • Rupiah Makin Dekati Level Psikologis
  • Rupiah Makin Dekati Level Psikologis

JAKARTA - Nilai tukar rupiah belum bisa keluar tekanan. Alih-alih menjauh dari level psikologis, mata uang Garuda tersebut malah mendekat. Itu terjadi setelah sepanjang perdagangan kemarin, rupiah dipaksa bertekuk lutut di bawah bayang-bayang Dolar Amerika Serikat (USD).

Berdasar data Bloomberg, rupiah terpangkas 56 poin (0,41 persen) menjadi Rp13.816 per USD. Sehari sebelumnya, rupiah ditutup menguat di kisaran Rp13.760 per USD. Merujuk Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ditransaksikan di level Rp13.774 per USD.

Depresiasi rupiah disebut-sebut investor khawatir dengan genderang perang yang ditabuh presiden AS Donald Trump. Di mana, Trump dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan pengenaan bea masuk baja 25 persen dan aluminium 10 persen.

Selain itu, investor waswas terhadap rencana kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed). Tidak tanggung-tanggung, The Fed di bawah Jerome Powel (JP) sangat berambisi mengerek suku bunga acuan 3-4 kali tahun ini.

Maneriknya, koreksi rupiah itu terjadi justru setelah BI mengintervensi pasar. Stabilisasi rupiah dilakukan dengan menggelontor pasar dari cadangan devisa (Cadev). Di mana, BI menggulirkan dana senilai USD 3,9 miliar untuk menyelamatkan rupiah. Dengan harapan, rupiah tidak menyundul level psikologis Rp14 ribu per USD.

Langkah BI itu belum bisa disebut optimal. Maklum, nilai tukar rupiah bukan mendekati posisi ideal Rp 13.300 per USD sebagaimana patokan APBN 2018. Di samping belum maksimal, tindakan intervensi malah merenggut cadev. Di mana, posisi cadev Februari 2018 tercatat USD 128,06 miliar, lebih rendah dibanding Januari USD 131,98 miliar.

"Masih jauh dari sebutan maksimal dan efektif," tutur ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara, ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

Bhima menyebut depresiasi rupiah itu sebagai bukti sahih kalau secara fundamental sebetulnya ada masalah. Itu karena pada saat bersamaan, mata uang negara tetangga di level Asean, justru menunjukkan tanda-tanda positif. Ringgit Malaysia misalnya, menguat 1,5 persen, Bath Thailand menanjak 1,7 persen, dolar Singapura surplus 1,5 persen.

"Dengan mata Vietnam, dong masih kalah. Padahal, sudah sama-sama mengalami koreksi tetapi, dong hanya terpangkas 0,26 persen," ulas Bhima.

Dengan begitu saran Bhima, BI tidak cukup hanya mengandalkan cadev. Dalam melakukan intervensi, BI juga bisa memakai instrumen lain macam menaikkan suku bunga acuan 7 days repo 20-50 basis points (bps). Itu penting sebut Bhima, karena rupiah pada level Asia Tenggara kurang perform.

"Ya, simpulannya dalam tempo sebulan terakhir, performa rupiah terburuk di kawasan Asean," tegas Bhima. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Makin Ekonomis dengan Cobot

Makin Ekonomis dengan Cobot

Produsen robot asal Denmark, Universal Robot (UR) sukses menghadirkan robot kolaboratif (cobot) pada sejumlah negara, termasuk Indonesia.


Kuartal Kedua Pertumbuhan Mulai Membaik

Kuartal Kedua Pertumbuhan Mulai Membaik

Tingkat konsumsi yang stagnan di level 4,96 persen membayangi pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama lalu.


Dolar Menguat, Harga Telur dan Ayam Ikut Naik

Dolar Menguat, Harga Telur dan Ayam Ikut Naik

Telur dan daging ayam menjadi dua komoditas yang terdampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.


Rupiah Melemah, Tak Ada Pilihan selain Bunga Naik

Rupiah Melemah, Tak Ada Pilihan selain Bunga Naik

Untuk meredam gejolak di pasar keuangan, Bank Indonesia (BI) tidak memiliki pilihan selain menaikkan suku bunga acuan.


Pelemahan Rupiah Naikkan Beban Utang

Pelemahan Rupiah Naikkan Beban Utang

Kekhawatiran akan pelemahan kurs sepanjang tahun muncul di tengah potensi kenaikan acuan suku bunga The Fed.


Beli Reksa Dana Makin Mudah

Beli Reksa Dana Makin Mudah

Minat masyarakat terhadap produk investasi reksa dana diprediksi meningkat.


Melemah Lagi, Rupiah Dekati Rp14 Ribu Sedollarnya

Melemah Lagi, Rupiah Dekati Rp14 Ribu Sedollarnya

Nilai tukar rupiah terperosok semakin dalam. Kemarin kurs referensi jakarta interbank spot dollar rate (jisdor) terkapar di level Rp13.894 per USD.


Volatilitas Nilai Rupiah Rentan Terjadi

Volatilitas Nilai Rupiah Rentan Terjadi

Stabilitas Rupiah terombang-ambing dominasi asing.


Rayap Rugikan Triliunan Rupiah, Bisnis Pengendalian Hama Meningkat

Rayap Rugikan Triliunan Rupiah, Bisnis Pengendalian Hama Meningkat

Jangan anggap enteng hama rayap. Jika tidak ditangani dengan baik, maka bisa menyebabkan kerugian triliunan rupiah.


Investor Surat Utang Negara Potensial Kabur

Investor Surat Utang Negara Potensial Kabur

Pemerintah diminta ekstra waspada menyikapi koreksi rupiah. Pasalnya, secara eksternal perkembangan terutama Amerika Serikat (AS) amat berpengaruh.



Populer

fikri lebaran

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!