Ekonomi
Share this on:

Saatnya Permudah Ekspor Limbah Industri

  • Saatnya Permudah Ekspor Limbah Industri
  • Saatnya Permudah Ekspor Limbah Industri

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin melakukan ekspor sisa limbah logam industri (scrap) jika tidak mampu dimanfaatkan kembali di dalam negeri. Selain tidak dipungut biaya, proses perizinan di Kemenperin berlangsung cepat, maksimal lima hari.

Setelah seluruh dokumen persyaratan diterima dengan lengkap dan benar, pemohon akan mendapat notifikasi melalui SMS dari Kementerian Perindustrian bila telah selesai diproses, ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan saat mengunjungi pabrik PT Yamakou Indonesia, Kawasan Industri Lippo Cikarang.

Putu menambahkan, untuk memperoleh rekomendasi ekspor scrap logam, perusahaan perlu menyerahkan dokumen persyaratan kepada Kemenperin. Isinya, antara lain, surat permohonan yang ditandatangani penanggung jawab perusahaan, daftar isian ekspor scrap logam, serta rencana ekspor scrap logam dalam setahun.

Di samping itu, perusahaan harus menyerahkan laporan realisasi produksi dan jumlah scrap yang dihasilkan (volume) selama setahun terakhir. Hal itu berlaku bagi perusahaan yang telah beroperasi lebih dari setahun.

Perlu pula surat pernyataan bersedia atau telah menjual sebagian scrap logam kepada industri dalam negeri, tuturnya.

Dokumen-dokumen lain yang diperlukan adalah fotokopi persetujuan ekspor scrap yang masih berlaku, nomor pokok wajib pajak (NPWP), tanda daftar perusahaan (TDP), surat izin usaha perdagangan (SIUP) atau tanda daftar industri (TDI) atau izin usaha dari kementerian teknis/lembaga pemerintah non kementerian.

Ini dalam rangka mengurangi sisa limbah industri (scrap), jelasnya.

Pihaknya telah memberikan surat rekomendasi kepada PT Yamakou Indonesia untuk bisa melakukan ekspor sisa dan scrap logam yang dihasilkan karena bukan termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Dari surat rekomendasi kami itu, Kementerian Perdagangan juga sudah menerbitkan persetujuan ekspor, tambahnya.

Beberapa jenis logam PT Yamakou Indonesia yang sudah diekspor, antara lain, sisa dan scrap tembaga sebanyak 100 ton, sisa dan scrap perunggu 300 ton, sisa dan scrap kuningan 50 ton, serta sisa dan scrap stainless steel 50 ton.

Ekspor dilakukan karena belum ada industri di dalam negeri yang mampu mengolahnya sebagai bahan baku, jelasnya. (wir/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Mantap! Indonesia Layak Investasi
Mantap! Indonesia Layak Investasi

Berita Berikutnya

Maskapai Tolak Airport Tax Naik
Maskapai Tolak Airport Tax Naik

Berita Sejenis

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Ekonomi Global Melambat, Ekspor Karet Anjlok

Di tengah kondisi perekonomian global yang melambat, dan ditambah perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat yang tak kunjung mereda


Kenaikan Cukai Rokok Gerus Pendapatan Negara

Kenaikan Cukai Rokok Gerus Pendapatan Negara

Industri Hasil Tembakau (IHT) memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Karenanya, cukai rokok selama ini dapat mengerek pendapatan negar


Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Dijegal Uni Eropa, Ekspor CPO Malah Naik

Di tengah diskriminasi atau boikot yang dilakukan Uni Eropa terhadap produk minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia


Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Permendag No 29/2019 Cacat Hukum

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan kembali menuai protes keras.


Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Hapus Label Halal, Pemerintah Timbulkan Kegaduhan

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan


Pemerintah Genjot Kualitas Gula

Pemerintah Genjot Kualitas Gula

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas gula agar bisa digunakan sebagai gula industri, dan dikonsumsi masyarakat.


Maskapai AirAsia Raup Untung Rp11 M

Maskapai AirAsia Raup Untung Rp11 M

Di tengah sekaratnya industri penerbangan namun tidak membuat maskapai AirAsia Indonesia merugi.


Ekspor Kerajinan Tangan Lesu

Ekspor Kerajinan Tangan Lesu

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali, mengeluhkan ekspor produk kerajinan tangan mengalami kelesuan


Krisis Garam Industri, 180 Karyawan di-PHK

Krisis Garam Industri, 180 Karyawan di-PHK

Saat ini stok garam industri sebanyak 77 ribu ton. Angka ini akan habis pada September mendatang.


Dongkrak Ekspor Temukan Kendala

Dongkrak Ekspor Temukan Kendala

Sebagaimana perintah Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) untuk menggeliatkan pasar ekspor di mancanegara, namun tidak semudah yang diharapkan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!