Ekonomi
Share this on:

Sektor Mikro Serap KUR Paling Banyak

  • Sektor Mikro Serap KUR Paling Banyak
  • Sektor Mikro Serap KUR Paling Banyak

Foto: jawapos.com

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) mencatat terbanyak realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor usaha mikro.

"Sampai Februari 2019, realisasi penyaluran KUR sudah mencapai Rp23,1 triliun. Mayoritas disalurkan ke usaha mikro sebesar Rp14,6 triliun," kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Yuana Setyowati dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk Terobosan Baru KUR di Jakarta, Kamis (4/4) kemarin.

Penyaluran KUR di awal tahun 2019 ini, menurut Yuana, antusiasme masyuarakat memanfaatkan KUR tersebut. "Sekitar 60% plafon KUR akan dialokasikan ke sektor usaha produktif," ucap Yuana.

Yuana menjelaskan, perananan koperasi sangat strategis dalam penyaluran KUR, karena pembiyaan UMKM dari bank baru mencapai 25% sehingga sisanya dipenuhi koperasi, Lembaga Pembiayaan Bukan Bank (LPBB) maupun Lembaga Penyalur Dana Bergulir.

Kondisi keberadaan UMKM di Indonesia saat ini sebanyak 62.928.077 unit. Dari angka tersebut dirincikan untuk usaha besar dengan omzet per tahun lebih dari Rp50 miliar dan aset Rp10 miliar sebanyak sekitar 5.450 unit (0.01 persen), usaha menengah yang beromzet per tahun Rp2,5 miliar-Rp50 miliar dengan aset Rp500 juta-Rp50 miliar sebanyak 58.627 unit (0,09 persen), usaha kecil beromzet Rp300 juta-Rp2,5 miliar sebanyak 727.090 unit (0,21 persen), dan yang terbesar adalah usaha mikro dengan omzet sampai dengan Rp300 juta sebanyak sekitar 62.106.900 unit (98,70 persen).

Dari jumlah tersebut, UMKM di Indonesia, baik yang berupa usaha menengah, kecil, dan mikro tercatat telah mencapai 99.99 persen atau sebanyak 62.922.617 unit.

Pembiayaan KUR menjadi penting karena kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 57,6 persen, khusus untuk usaha mikro mencapai 30,3 persen, dengan penyerapan tenaga kerja per tahun 87 persen dari total 97 persen.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Somorangkir mengatakan, permintaan KUR meningkat karena bunga yang ditawarkan cukup menarik.

"Dengan turunnya bunga menjadi 7 persen tadi permintaan luar biasa," ujar Iskandar.

Lanjut dia, pemberian KUR adalah salah satu untuk membantu pembiyaan usaha UMKM. Pemberian KUR dilakukan sejak 2007, dan sampai saat masih cukup diminati.

"Demand-nya KUR ini rendah dulunya, berarti harga kesimbangan sebelumnya terlalu tinggi. Itu latar belakang kita menurunkan salah satu bunganya agar orang kecil punya akses pembiayaan kredit," ucap dia.

Iskandar menambahkan, pemerintah juga memperluas sektor penerima KUR. Pada 2018, realisasi KUR diberikan kepada petani garam yang sebelumnya tidak memiliki akses pembiayaan.

"Ini kan ironis, petani garam yang miskin tidak dapat bantuan. Makanya kita ubah yang terpenting kita buat sektornya. Semua UMKM sepanjang produktif boleh dapat KUR," pungkas Iskandar.(zul/ibl/din/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Aksi 22 Mei Ricuh, Pengusaha Rugi Rp1,5 Triliun

Aksi 22 Mei Ricuh, Pengusaha Rugi Rp1,5 Triliun

Unjuk rasa 22 Mei yang berujung rusuh memukul sektor perekonomian di Jakarta. Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 triliun.


Defisit April Lalu Paling Buruk di Indonesia

Defisit April Lalu Paling Buruk di Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan sepanjang bulan April 2019 defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS.


PMK Diteken, THR PNS Cair Paling Cepat H-10

PMK Diteken, THR PNS Cair Paling Cepat H-10

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 58/PMK/05/2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi PNS, TNI, Polri, pensiunan ak


Ekspor Batik Dibidik Naik 8 Persen

Ekspor Batik Dibidik Naik 8 Persen

Ekspor batik Nusantara menjadi salah satu dari sekian banyak komoditi tekstil penyumbang devisa negara.


Harga Bawang Putih Digaransi Tak Lebih dari Rp30 Ribu/Kg

Harga Bawang Putih Digaransi Tak Lebih dari Rp30 Ribu/Kg

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (5/5), menetapkan harga bawang putih di seluruh Indonesia paling tinggi Rp3


Pekerja Industri Diproyeksi Naik 8 Persen

Pekerja Industri Diproyeksi Naik 8 Persen

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprediksi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri akan naik 8 persen sampai 2035 mendatang.


Pengusaha Indonesia Tertarik Investasi di Bangladesh

Pengusaha Indonesia Tertarik Investasi di Bangladesh

Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh Rina P. Soemarno mengatakan banyak pengusaha dan perusahaan Tanah Air yang berminat untuk berinvestasi di Bangladesh.


Tarif Pesawat Masih Mahal, Banyak Hotel Gulung Tikar

Tarif Pesawat Masih Mahal, Banyak Hotel Gulung Tikar

Mahalnya tiket penerbangan berimbas banyak hotel-hotel yang gulung tikar. Kondisi ini terjadi di kota-kota yang tidak memiliki destinasi wisata.


Banyak Industri Halal di Tanah Air Belum Terdaftar

Banyak Industri Halal di Tanah Air Belum Terdaftar

Sungguh miris, Indonesia yang mayoritas beragama Islam, ternyata banyak sektor industrinya yang tidak tercatat atau terdaftar halal.


Investasi Menggeliat Pasca Pilpres

Investasi Menggeliat Pasca Pilpres

Tidak hanya bursa saham dan rupiah yang diprediksi menunjukkan kinerja positif, pemerintah meyakini investasi di sektor industri akan meningkat.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!