Ekonomi
Share this on:

Selamat Datang Beras Impor

  • Selamat Datang Beras Impor
  • Selamat Datang Beras Impor

JAKARTA - Gelombang beras impor yang controversial itu akhirnya memasuki perairan Indonesia. Beras impor pertama asal Vietnam masuk melalui sejumlah pelabuhan macam Merak, Tanjung Priok dan lain-lain. Sebelum bongkar muat, beras impor itu melengkapi dokumentasi sebagai pra-syarat edar pasar Indonesia.

”Semua barang impor memang harus begitu. Setelah masuk pelahubuhan tidak bisa langsung bongkar muat. Namun, melengkapi dokumen resmi dari otorita pelabuhan,” tutur Direktur Pengadaan Perum Bulog, Andrianto Wahyu Adi, ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

Beras impor yang telah masuk pelabuhan itu berjumlah 57 ribu ton. Beras-beras asing asal Vietnam itu merambat masuk melalui tiga pelabuhan di Indonesia. Meliputi 6 ribu ton masuk melalui Pelabuhan Merak, 41 ribu ton melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan 10 ribu ton melalui Pelabuhan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

”Untuk beras impor yang mendarat perdana kali ini seluruhnya berasal dari Vietnam,” imbuh Andrianto.

Andrianto melanjutkan ketika beras impor tiba, Bulog tidak langsung mengalirkan ke pasaran. Namun, beras bule itu langsung disimpan di sejumlah gudang Bulog. Disimpan untuk stok dan menjadi persediaan. Nanti, baru disalurkan dan digulirkan kalau ada penugasan dari hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas).

”Ya, Bulog mengikuti apa hasil rakortas,” ucapnya.

Awalnya, Bulog mendapat mandat mendaratkan beras impor 500 ribu ton. Namun, dalam perjalanannya total beras impor hanya sebanyak 281 ribu ton. Itu terjadi setelah dua pemasok asal Pakistan, Al Buhks dan Sind Agro hingga batas waktu ditentukan tidak kunjung meneken kontrak.

”Mereka tidak tanda tangan kontrak sampai dengan batas waktu. Jadi, ditinggal,” ucapnya.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati menambahkan beras impor itu tidak akan langsung masuk pasar melalui operasi pasar (OP). Namun, akan dijadikan cadangan dan baru akan didistribusikan kalau diperlukan. ”Disimpan sebagai stok,” ucap perempuan berhijab itu.

Selain itu, serbuan beras impor tersebut akan mengembalikan cadangan beras Bulog. Maklum, cadagangan beras di Gudang Bulog semakin menipis. Berdasar data Jumat (9/2) lalu, stok beras beras Bulog kurang lebih sekitar 650 ribu ton.

”Stok menipis karena perusahaan mendapat penugasan untuk melakukan operasi pasar (OP),” tegas Siti. (far/zul)

Berita Sebelumnya

BCA Tak Sasar Semua Segmen KPR
BCA Tak Sasar Semua Segmen KPR

Berita Berikutnya

68 Tahun Kantongi Rp437 Triliun
68 Tahun Kantongi Rp437 Triliun

Berita Sejenis

Stok Beras Bulog Cukup untuk Setahun

Stok Beras Bulog Cukup untuk Setahun

Bulog memastikan ketersediaan stok beras di wilayah eks Karesidenan Pekalongan meski saat ini pasokan dari petani berkurang.


HPP Gabah Terlalu Rendah

HPP Gabah Terlalu Rendah

Penerapan harga pokok pembelian (HPP) gabah dan beras dinilai perlu ditinjau ulang.


Tambah Investasi Substitusi Impor

Tambah Investasi Substitusi Impor

Tahun ini investasi tetap mengalir deras. Pemerintah memproyeksikan nilai investasi yang masuk di industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) pada 2019.


Awal Tahun Panen Belum Optimal

Awal Tahun Panen Belum Optimal

Produktivitas beras pada Januari–Februari diprediksi melandai. Pada masa-masa tersebut panen belum optimal.


Maksimalkan Energi Baru Terbarukan

Maksimalkan Energi Baru Terbarukan

Indonesia harus meningkatkan produksi energi baru dan terbarukan. Yaitu memanfaatkan cadangan dalam negeri untuk mengurangi impor minyak dan gas.


Impor Migas Dominasi Defisit

Impor Migas Dominasi Defisit

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit neraca transaksi berjalan kuartal tiga 2018 meningkat.


Kinerja Ekspor Hambat Pertumbuhan Kuartal IV

Kinerja Ekspor Hambat Pertumbuhan Kuartal IV

Kinerja ekspor yang diperkirakan masih lebih rendah daripada impor bakal menjadi salah satu penghambat pertumbuhan pada kuartal terakhir tahun ini.


Impor Jagung Tekan Harga Pakan

Impor Jagung Tekan Harga Pakan

Pelaku usaha peternakan menyambut baik rencana pemerintah mengimpor jagung demi memenuhi kebutuhan pakan.


Hemat Devisa, Perkuat Hilirisasi Tambang

Hemat Devisa, Perkuat Hilirisasi Tambang

Untuk menekan impor produk hasil tambang, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) terus memacu sejumlah proyek hilirisasi.


Bulog: Stok Beras Cukup

Bulog: Stok Beras Cukup

Pemutakhiran data oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut surplus beras tahun ini sebesar 2,85 juta ton.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!